Lawanlah Dosa Mulai dari Diri Sendiri

0
733

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

1 Petrus 4:1-6
(1) Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa –, (2) supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. (3) Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. (4) Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. (5) Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati. (6) Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

Bagaimanakah cara kita melawan dosa? Pertama-tama kita harus sadari bahwa kita adalah manusia berdosa. Kita harus mengaku bahwa kita adalah orang berdosa, sebab tidak ada satu pun orang di dunia ini yang tidak berdosa. Kesadaran ini akan mengantar seseorang untuk minta ampun kepada Tuhan. Orang yang tidak meminta ampun adalah orang yang tidak merasa bahwa dirinya berdosa.
Kesadaran diri seseorang bahwa dirinya berdosa adalah anugerah dari Tuhan. Tuhanlah yang menguakkan dosa dalam hidup manusia. Manusia tak bertuhan tidak memiliki kesadaran ini. Karena itu kejahatan yang mereka lakukan tidak pernah disadari, malah dianggapnya biasa dan dilakukan terus. Buruknya lagi, mereka sering berdusta atas apa yang telah dilakukannya sebagai kejahatan, dan sering pula memanipulasinya seakan-akan itu tidak tergolong tindakan kejahatan (dosa).

Bagi orang yang menyadari dan lalu mengakui dosanya di hadapan Tuhan, maka Ia yang Pengasih akan mengampuninya. Jika ia sungguh-sungguh mengaku bahwa: “Saya berdosa, Tuhan!” ia akan diampuni. Dalam hal ini pengampunan pun adalah anugerah, karena manusia tidak mungkin membebaskan dirinya dari dosa. Cara Allah mengampuni kita adalah dengan mengorbankan diri-Nya melalui kematian anak-Nya, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Manusia yang percaya dan mendasarkan hidupnya pada pengorbanan Yesus, mendapat kelayakan untuk hidup dalam pengampunan. Yesuslah jalan menuju pengampunan dan hidup baru.

Hidup dalam pengampunan tidak berarti kita tidak berhadapan dengan dosa lagi. Masih, bahkan dosa semakin giat mencobai kita. Untuk itu kita harus melawannya mulai dari diri kita sendiri. Di bawah tuntunan Roh Kudus kita harus waspada dan mempersiapkan diri untuk melawannya. Cara mempersiapkan diri, sesuai apa yang dikatakan penulis surat 1 Petrus dalam bacaan tadi, adalah dengan mempersenjatai diri menurut teladan Yesus Kristus (bnd. Efesus 6:10-20). Di dalamnya kita harus siap menderita dan rela untuk mengorbankan diri.

Penulis surat 1 Petrus kagum terrhadap orang-orang Kristen yang disuratinya, di mana mereka teguh dalam iman dan tidak terpengaruh dengan lingkungannya yang hidup dalam kejahatan. Keteguhan mereka ini membuat heran orang-orang dilingkungannya. Mereka heran karena mereka melihat masih ada orang (yaitu kelompok Kristen) yang berusaha hidup baik sementara keadaan telah menjadi terbiasa dengan kejahatan (ay. 4). Sikap iman seperti ini mempunyai resiko juga. Kita akan menjadi sasaran fitnahan. Tapi janganlah bimbang, hadapilah dengan teguh, Tuhan akan menyertai umat-Nya yang hidup dalam kesetiaan. Dan orang-orang jahat pada saatnya nanti akan mempertanggungjawabkan kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here