Seri Kepemimpinan Nehemia: Menjadi Pemimpin Tangguh Seperti Nehemia

0
1334

Oleh: Yerry Tawalujan

 

Nehemia 6:1-2 “Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai_ _membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,”

“maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.”

 

Nehemia mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi pemimpin tangguh dengan keteguhan hati menghadapi segala macam tantangan. Sejak dimulainya pekerjaan pembangunan tembok Nehemia selalu mendapat tantangan dan perlawanan hebat dari musuh-musuhnya. Beberapa kali nyawanya terancam. Tapi Nehemia, sang pemimpin tangguh itu tetap setia dengan tanggung jawab yang diembannya.

 

*5 sifat pemimpin tangguh berhati teguh*

 

1. *Pemimpin yang setia menyelesaikan pekerjaannya ditengah tekanan.*

 

Pemimpin yang tangguh tidak akan mudah menyerah dan lari meninggalkan tanggung jawab pelayanan atau pekerjaan karena tantangan. Nehemia telah menghadapi tantangan dan perlawanan baik dari luar maupun dari dalam. Tapi berhenti apalagi mundur bukan sifat Nehemia. Dia menyelesaikan apa yang dia mulai. Ketangguhan seorang pemimpin dilihat dari kesetiaannya menyelesaikan pekerjaan sekalipun menghadapi tantangan.

 

2. *Pemimpin yang kokoh memegang prinsip dan tidak kompromi*

 

Ketangguhan kepemimpinan Nehemia ditandai dengan sikapnya yang kokoh mempertahankan prinsip dan tidak mau kompromi.

 

Prinsipnya adalah pembangunan tembok harus selesai. Tugas harus dilaksanakan sampai tuntas. Tanggung jawab yang Tuhan berikan harus dilaksanakan dengan setia.

 

Musuh-musuhnya memaksa Nehemia untuk berunding dan kompromi dengan tujuan menggalkan penyelesaian pembangunan tembok. Tapi sekalipun diancam, Nehemia menolak berunding dan kompromi. Nehemia adalah pemimpin yang memegang teguh komitmennya dan kokoh dalam prinsip. Tidak ada kompromi.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

3. *Pemimpin yang berani menghadapi resiko bahaya*

 

Nehemia diancam untuk bertemu dan berunding dengan musuh-musuhnya. Kalau tidak bertemu dia akan dilaporkan kepada raja dengan tuduhan palsu berencana adakan pemberontakan. Tapi Nehemia tidak mempan diancam dengan hoax, fitnah dan tuduhan. Dia berani menghadapi resiko dan bahaya.

 

4. *Pemimpin tangguh justru makin produktif saat hadapi tantangan*

 

Nehemia 6:9 “Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: “Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.” Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.”

 

Nehemia tipe pemimpin tangguh yang tidak digoyahkan dengan tantangan. Ketika ditekan dan dilawan, justru Nehemia semakin tertantang untuk menunjukkan kinerja terbaiknya. Pemimpin tangguh seperti ini tidak dapat dihentikan oleh persoalan dan perlawanan.

 

5. *Pemimpin yang cerdas menghadapi konspirasi dan persekongkolan jahat*

 

Nehemia 6:10-13 “Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: “Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau.”

“Tetapi kataku: “Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!”.

“Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat.”

 

“Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.”

 

Ketangguhan kepemimpinan Nehemia diuji dengan konspirasi dan persekongkolan jahat. Musuh memakai berbagai macam cara untuk menjatuhkan Nehemia. Termasuk bersekongkol dengan rohaniwan yang notabene ada dipihak Nehemia. Suap dan uang sudah sejak lama dipakai untuk “membeli” integritas rohaniwan agar bernubuat palsu dan terlibat dalam konspirasi politik. Nehemia dijebak dengan alasan-alasan rohani. Tapi Nehemia cerdas menghindar dari jebakan-jebakan yang memakai jubah agama. Ketangguhan kepemimpinan Nehemia teruji melewati konspirasi dan persekongkolan.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

 

Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi pemimpin-pemimpin rohani yang tangguh.

 

22 Juli 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here