Hidup Dengan Rendah Hati

0
2179

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Lukas 18:9-14

(9) Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: (10) “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. (11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; (12) aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. (13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (14) Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

 

Kerajaan Sorga adalah tempat orang-orang yang rendah hati. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3). Ungkapan ‘miskin’ di hadapan mengandung arti orang yang merasa tidak punya dan bukan apa-apa di hadapan Allah. Jadi Kerajaan Sorga bukan tempat bagi orang-orang yang selalu merasa diri hebat, merasa diri penting, merasa diri paling benar dan merasa diri paling besar.

Yesus terbuka dan menyambut orang-orang yang rendah hati. Tapi sebaliknya Ia tidak menerima orang sombong dan merasa diri benar. Untuk itulah Ia berkata, “Aku datang untuk orang yang berdosa, bukan untuk orang yang (merasa diri) benar.

Pembacaan kali ini memperlihatkan betapa Yesus tidak suka kepada orang-orang yang sombong. Pada ayat 9 dikatakan: “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini (silahkan baca ayat-ayat selanjutnya). Bagi Yesus, orang yang menganggap dirinya benar dan memandang orang lain rendah adalah dosa.

Apakah ada orang yang merasa dirinya benar atau orang yang suka memandang rendah orang lain? Ada bahkan banyak! Di manakah mereka? O jangan jawab pertanyaan ini dengan menunjuk orang lain. Mungkin orang itu adalah kita sendiri.

Sekali lagi: bagi Yesus menganggap diri benar adalah dosa! Mengapa? Karena orang yang menganggap dirinya benar pada dasarnya adalah orang yang merasa tidak memerlukan Allah. Mereka adalah orang-orang suka mencari pujian, entah karena merasa kaya, hebat dan lain sebagainya. Bahayanya lagi, mereka selalu terperangkap pada cara berpikir: Tuhan yang perlu dia, bukan dia yang perlu Tuhan! Ini sering terungkap lewat kata-kata, misalnya: “Kalau bukan karena saya, gereja ini tidak akan maju seperti ini” atau “Coba kalau enggak ada saya, orang itu tidak akan bertobat, bukan?”

Orang seperti itu tidak masuk dalam kamus keselamatan Yesus. Tetapi orang yang rendah hati datang kepada Tuhan seperti si pemungut cukai. Dalam ayat 13 dikatakan: “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Lihat, bagaimana tanggapan Yesus terhadap orang seperti ini? Di ayat 14, Yesus berkata: “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Mengapa yang lain itu tidak dibenarkan? Jawabnya: karena ia sudah merasa diri benar.

Hidup merendahkan diri di hadapan Allah berarti mau mengakui bahwa diri kita kurang, kita bukanlah orang sempurna, kita punya kelemahan. Kita juga mengakui bahwa kita adalah orang berdosa yang butuh pengampunan, kita butuh pengasihan Allah. Betapa pun kita kaya, hebat, dan perkasa, kita tetap bergantung kepada Tuhan.

Tuhan melayakkan kita bukan karena kita merasa lebih, tetapi karena kita merasa kurang di hadapan-Nya. Orang seperti ini akan selalu mendapat ‘ridho’ dari Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here