Jangan Menghakimi Sesama. Anda Tidak Sempurna.

0
547

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

 

Menyalahkan itu lebih mudah ketimbang melihat kelebihan oranglain, itulah kecenderungan banyak orang sekarang ini dimana-mana. Karena menilai kekurangan oranglain itu memang lebih mudah daripada melihat kekurangan diri sendiri. Dan kecenderungan ini mungkin sudah menjadi kebiasaan, atau kalau mau dikatakan tabiat banyak orang dimana-mana sekarang ini, cenderung sebuah habit.

 

Nasehat untuk jangan menghakimi sesama itu mau mengingatkan kita bahwa, kebiasaan suka menyalahkan oranglain itu hal yang sangat-sangat negatif. Karena kita sendiri pasti punya banyak kekurangan dan kesalahan, dan itu yang kadang-kadang tidak kita sadari dari waktu ke waktu. Nasehat ini juga mau mengingatkan kita bahwa, oranglain itu pasti ada punya kelebihan yang tidak kita punya.

 

Orang-orang yang suka menghakimi itu mereka lupa bahwa, suatu saat Tuhan Allah juga akan menghakimi mereka. Orang yang suka menghakimi sebenarnya menunjukkan kelemahannya sendiri, hanya punya perspektif berpikir yang sempit karena tidak mampu melihat kekurangan dirinya sendiri. Menghakimi artinya orang merasa diri paling benar, paling super dan orang lain itu selalu pada posisi yang salah.

 

Kemampuan menakar diri adalah cara terbaik untuk orang mampu bersikap introspektif. Menimbang rasa, adalah sifat cerdas untuk mereka yang “tau rasa” bukan hanya “merasa tau”. Orang-orang baik punya selera yang baik pula dalam soal “menjaga rasa”, karena memang mereka punya perasaan. Perasaan untuk menghargai sesama, perasaan menganggap oranglain seperti dirinya sendiri. Itulah orang-orang kesukaan Tuhan kita.

 

 

Baca juga  Timor Leste dan LAI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here