Tuhan Akan Memurnikan Umat-Nya

0
1461

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Maleakhi 3:1-5

(1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (2) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (3) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. (4) Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. (5) Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.

 

Firman Tuhan dalam bacaan ini menyangkut penghakiman di masa yang akan datang. Pada masa itu Tuhan akan datang sebagai Hakim. Ia datangan tanpa dapat diduga. Jika Ia datang maka tak satu pun orang sanggup berdiri di hadapan-Nya, seperti kata Maleakhi dalam ayat 2-3: “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Karena ia akan datang seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu, kiasan untuk tindakan pemurnian dan pembersihan Allah bagi umat-Nya.

Yang menarik bagi kita adalah, masa itu ditandai dengan proses pemurnian yang berlangsung di seputar ‘dunia’ ibadah. Tuhan akan memurnikan lebih dulu orang-orang Lewi sebagai ‘pengerja’ Tuhan pada waktu itu. Langkah ini dilakukan Tuhan agar ibadah umat-Nya yang berporos pada persembahan berkenan di hadapan-Nya. Dengan demikian sesembahan yang dinaikkan umat-Nya menyenangkan hati-Nya.

Orang-orang yang tidak ikut dalam pemurnian dan pembersihan Tuhan akan dihakimi. Siapakah orang-orang yang tidak mau dimurnikan itu? Dikatakan oleh Maleakhi, mereka itu adalah orang-orang yang tidak takut kepada Tuhan seperti tukang sihir, pezinah, pendusta dan penindas kaum lemah.

Tuhan selalu mengarahkan hidup kita ke depan. Ia merentangkan waktu hidup agar kita mengalami sesuatu di depan bersama-Nya. Tahukah kita bahwa ada sesuatu yang amat krusial yang harus kita hadapi di masa depan itu? Apakah itu? Apalagi kalau bukan hari penghakiman? Zaman kita, sebagai ‘zaman akhir’ yang diawali dengan kehadiran Kristus, sedang menuju garis akhirnya. Akhir itu adalah masa penghakiman atau sering disebut ‘akhir zaman’. Gereja, pelayan dan jemaatnya, harus mempersiapkan diri ke arah itu. Adapun cara gereja mempersiapkan diri bukanlah dengan rasa was-was dan takut, melainkan dengan semangat pelayanan yang terus digalakkan.

Dalam rangka itu biarlah sesembahan kita berkenan dihadapan Tuhan. Sesembahan yang dimaksudkan bukan lagi persembahan korban seperti yang dipersembahkan oleh bangsa Israel, tetapi hidup kita sendiri. Makna korban persembahan telah digenapi dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus. Dia adalah korban sesungguhnya bagi penebusan kita menuju keselamatan-Nya yang sempurna pada ahir zaman. Gereja telah ditebus dan masuk dalam ziarah keselamatan Tuhan. Tuhan telah memurnikan umat-Nya dalam Yesus Kristus. Adakah kita menyadari hal ini? Ataukah kita masih berkeras hati untuk itu? Camkanlah bahwa orang yang menolak pemurnian Tuhan akan dihakimi. Sungguh!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here