Kesombongan Membawa Keruntuhan

0
1660

Oleh: Christian T

 

 

Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 26:1-23

 

 

 

Syallom, sahabat-sahabat yang terkasih dalam Kristus Yesus,

 

Alkisah sebuah cerita yang mengisahkan tentang seekor kancil yang sombong bernama Kecil, karena berperawakan kecil, sehingga sangat lincah dan seringkali selamat dari celaka. Suatu hari Si Kecil sampai di suatu lembah yang terdapat banyak mentimun yang besar-besar dan segar, oleh sebab itu lembah itu disebut lembah mentimun. Tetapi kancil-kancil di sekitar lembah tidak berani memasuki lembah itu lebih dalam, oleh sebab itu mereka hanya berani mengambil mentimun di pinggiran lembah. Si kecil tetap berkeras hati untuk memasuki lembah itu walaupun sudah diperingatkan oleh Si Kruci bahwa sudah banyak kancil yang sudah masuk ke dalam lembah itu namun tidak ada seekorpun yang kembali. Dengan sombongnya si Kecil menceritakan petualangannya datang dari jauh. Dia memastikan akan keluar dan berjanji untuk membawa mentimun-mentimun itu -untuk dibagikan kepada si Krucil. Namun setelah ditunggu berjam-jam tak muncul dan akhirnya terdengar suaranya yang meminta tolong. Suara itu dari terdengar jelas sampai tak terdengar sama sekali. Rupanya si Kecil telah tewas jatuh ke dalam jurang.

 

Sahabat  yang terkasih dalam Yesus,

Demikianlah yamg terjadi pada raja Uzia yang menggantikan Amazia, ayahnya. Uzia berumur enam belas tahun, masih muda ketika menjadi raja. Lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yersalem, dan nama ibunya adalah Yekholya dari Yerusalem. (1-3)

 

Pada mulanya Uzia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan mencari NYA selama hidup Zakharia yang menjadi pembimbingnya. Sehingga Allah membuatnya berhasil. Allah menolongnya terhadap orang Filistin, orang Arab, dan orang Meunim. Orang Amon membayar upeti kepadanya. Namanya termasyhur sampai ke Mesir karena kekuatannya yang besar. Ia mendirikan menara di Yerusalem dan di padang gurun, menggali sumur untuk peternakannya, mempunyai banyak petani dan penjaga-penjaga kebun anggur. Ia mendirikan juga menara-menara di padang gurun dan menggali banyak sumur, karena banyak ternaknya. Ia mempunyai tentara yang sanggup berperang, kepala-kepala puak pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa itu seluruhnya berjumlah dua ribu enam ratus orang yang masing-masing membawahi satu balatentara yang berjumlah tiga ratus tujuh puluh ribu lima ratus orang yang gagah perkasa. Ia memperlengkapi seluruh tentara itu dengan perisai, tombak, ketopong, baju zirah, busur dan batu umban, juga membuat alat-alat perang, ciptaan seorang ahli, yang dapat menembakkan anak panah dan batu besar, untuk ditempatkan di atas menara-menara dan penjuru-penjuru di Yerusalem. Nama raja itu termasyhur sampai ke Mesir dan  negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat. (4-15)

 

Sahabat terkasih,

 

Apa yang terjadi selabjutnya setelah Uzia semakin kuat dan dihormati. ?

Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan sekalipun sudah dicegah oleh imam Azarya bersama delapan puluh imam TUHAN, karena hanya keturunan Harun yang boleh melakukan itu.

Apa respon dari Uzia ?

Bukannya  ia mendengar dan mematuhinya, malahan dia marah terhadap para imam itu.

Apa yang terjadi selanjutnya ?

Uzia ditimpa penyakit kusta oleh TUHAN  dan akhirnya dikucilkan. Selebihnya dari riwayat Uzia, dari awal sampai akhir, ditulis oleh nabi Yesaya bin Amos. Ia dikuburkan d ladang dekat pekuburan raja-raja karena ia berpenyakit kusta, kata orang. Maka Yotam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

 

Sobat,

Kisah ini harus menjadi peringatan buat kita, jikalau sudah dan sedang berada posisi puncak dalam pelayanan, karir, usaha, dan lain sebagainya jangan menjadi lupa diri atau sombong, lupa kepada keluarga,  teman seperjuangan, lupa kepada lingkungan yang membesarkannya dan lingkungan sekitar, dan terutama lupa kepada TUHAN.

 

Yang terutama bagi para hamba TUHAN dan pelayan TUHAN jangan mengambil porsinya TUHAN di gereja atau jangan menjadikan gereja atau ladang pelayanan seperti perusahaan miliknya yang bisa diperlakukan semaunya atau sekehendak hatinya. Ingat murka-NYA seperti yang dialami oleh Uzia.

 

” Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat “. ( Ams 8:13 )

 

” Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu “. ( Yes 2:11,17 )

 

” Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya “. (Gal 6:7)

 

Tuhan Yesus memberkati

 

Salam dan doa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here