Roh Kudus Memberi Kekuatan

0
1528

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

1 Petrus 3:13-22

(13) Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? (14) Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. (15) Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, (16) dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. (17) Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. (18) Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (19) dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, (20) yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. (21) Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, (22) yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

 

Kita sering berkata dalam doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami melakukan kehendak-Mu. Dasar doa ini adalah ajaran Yesus dalam Matius 6: “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Dalam doa ini kita diajar untuk mengutamakan kehendak Tuhan. Jadilah kehendak-Mu! Lalu kita mohon agar kita dimampukan melakukan kehendak-Nya.

Tuhan, mampukanlah kami melakukan kehendak-Mu. Doa ini kedengarannya indah. Tapi sadarkah kita bahwa doa ini sebenarnya sulit? Kita memang berkata: Mampukan kami melakukan kehendak-Mu, tapi bukankah ucapan itu kemudian sering tenggelam oleh ucapan-ucapan kita yang lain? Apa ucapan-ucapan kita yang lain? Apalagi kalau bukan keinginan-keinginan kita? Kadang kita begitu menggebu-gebu menyampaikan apa yang harus Tuhan lakukan untuk kita. Sembilan puluh sembilan koma sembilan persen adalah mengenai keinginan kita. Saking banyaknya permohonan kita sampai-sampai kehendak Tuhan tertindih oleh keinginan kita.

Persoalannya adalah, ketika kehendak kita belum atau tidak dikabulkan, atau bahkan ada yang lain yang dikehendaki Tuhan, masihkah kita akan berkata: Tuhan, jadilah kehendak-Mu. Mampukan kami untuk melakukan kehendak-Mu?

Mengutamakan kehendak Tuhan artinya: kita menaklukan dan menundukkan kehendak kita di bawah kehendak Tuhan. Itulah sebabnya dalam Doa Bapa Kami kehendak Tuhan mendahului permohonan akan kebutuhan kita. Kita meminta tapi biarlah Tuhan yang menentukan. Biarlah kehendak-Nya di atas segala-galanya.

Ketika Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani, Dia berseru: “Bapa, kalau boleh biarlah cawan penderitaan ini lalu. Tapi kehendak-Mulah yang jadi. Yesus bedoa begitu beberapa kali. Apa jawab Bapa-Nya? Kudengar doa-Mu, Anak-Ku. Tapi yang Kukehendaki ialah: Engkau harus meminum cawan penderitaan-Mu, memikul salib-Mu dan disalibkan di Golgota dengan setia. Tahu akan hal itu, walaupun berat rasanya, Yesus mengutamakan kehendak Bapa-Nya. Katanya: kalau memang begitu, biarlah kehendak-Mu yang jadi.

Yesus menghadapi penderitaan-Nya. Berat, berat sekali! Tapi Roh Allah memampukan-Nya. Ayat 18 pembacaan kita mengatakan: “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh.”

Ketika Abraham mensyukuri kehadiran Ishak, anaknya yang lama dinanti-nantikan, ia berdoa bahwa Allah itu baik. Pakailah apa yang aku miliki untuk kemuliaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu. Apa jawab Allah? Abraham doamu lahir dari iman yang kuat dan teguh. Tapi kehendak-Ku adalah: bawalah anakmu ke atas bukit dan sembelihlah sebagai korban untuk-Ku. Berat, berat sekali. Tapi Abraham tetap beriman kepada Allah: Jadilah kehendak-Mu. Siapa yang memampukan Abraham menghadapi kenyataan ini? Roh Tuhan!

Saudara-saudara, dalam situasi yang berat sekarang ini, sering terjadi orang begitu mudahnya meninggalkan kehendak Tuhan. Apa sebabnya? Sebabnya adalah karena merasa doanya tidak dikabulkan, Tuhan menghendaki yang lain. Karena penderitaannya tak kunjung berakhir. Di sini kita harus merenungkan kembali diri kita. Menjauh dari kehendak Tuhan bukanlah jalan keluar yang baik. Anda harus menghadapi situasi apa pun sambil teguh pada doa: Tuhan, kehendak-Mulah yang jadi. Yakinlah bahwa Roh Kudus akan menolong kita. Seperti yang dialami Yesus dalam kebangkitan-Nya dan seperti pengalaman Abraham di atas bukit, Tuhan melakukan hal yang tidak diduga-duga.

Benar kata firman: “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (ayat 14-15). Dan di ayat 17 dikatakan: “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”

Majulah terus, hadapilah situasi apapun yang terjadi dengan menutamakan kehendak Tuhan. Katakanlah: Tuhan, jadilah kehendak-Mu! Dan Roh Tuhan (Roh Kudus) akan memampukan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here