PENGAKUAN AKAN KASIH DAN KEBAIKAN TUHAN (Yesaya 63:7-9).

0
6975

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

 

 

Pengakuan akan Kasih dan Kebaikan Tuhan itu bukan asal ucap, tetapi itu tentu berdasarkan pengalaman nyata yang terus menerus didalam hidup ini. Itu juga tidak berarti bahwa yang mengaku itu tidak pernah punya pengalaman pahit penuh pergumulan dan derita. Dari pengalaman suka duka itulah, maka lahirlah “pengakuan akan Kasih dan Kebaikan Tuhan oleh umat Allah dalam perjuangan hidupnya. Jadi dalam kerendahan hati ini mau diungkapkan.

Ada 3 substansi penting dari isi pengakuan ini yang bisa kita ambil dari bacaan ini, antara lain :

 

1. KEBAIKAN TUHAN ITU KARENA KASIH SETIA-NYA :

Semua perbuatan baik Tuhan itu semata-mata karena Kasih Setia-Nya, bukan karena manusia itu baik. Jadi kebaikan dan berkat-berkat yang dialami manusia itu, karena Kasih dari Tuhan yang mengalir tanpa henti, tanpa menunggu apakah manusia mau berbuat baik atau tidak. Kebaikan Tuhan tidak tergantung dari kebaikan manusia, karena Dia Allah yang Maha Baik dan bebas menyalurkan Kebaikan-Nya bagi kita. Jadi tidak ada andil manusia sedikitpun dalam menentukan Kebaikan dan Kasih Setia Tuhan, itu perbuatan Tuhan yang masyhur.

 

2. KEBAIKAN TUHAN HARUS DIUNGKAPKAN :

Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan Kasih Setia Tuhan, perbuatan Tuhan yang masyhur, itu mau menunjukkan bahwa Kebaikan dan Kasih Setia Tuhan itu terlalu luarbiasa untuk hanya disimpan dan didiamkan. Harus diungkapkan dalam bentuk puji-pujian dan ungkapan syukur, sebagai bukti dari respon manusia yang tahu menghargai semua Kebaikan Allah dalam hidupnya. Manusia sadar bahwa semua pengalaman indah didalam hidupnya, adalah karena KebajikanTuhan, Kasih sayang dan Kasih Setia-Nya yang besar, itu tidak bisa ditutup-tutupi.

Baca juga  Mari Bersaat Teduh Setiap Malam Bersama Revivo

 

3. TUHANLAH JURU SELAMAT YANG PEDULI :

Dia tidak hanya mengasihi dan memberkati karena Kasih Setia-Nya, Dia juga mengangkat manusia dari kesesakan hidup kita, Dia menyelamatkan kita dari rupa-rupa persoalan hidup kita, bahkan Dia menebus kita dari dosa-dosa kita. Dia mengangkat kita tatkala jatuh dan gagal, bahkan Dia menggendong kita “seperti seorang ibu menggendong bayinya”. Dan Kebaikan-Nya terus menerus melewati segala zaman. Ini pekerjaan Mulia dari Allah kita yang peduli dan jadi dasar segala ungkapan Syukur dan Puji-Pujian hari ini.

 

Pengalaman indah ini juga yang saat ini dialami oleh keluarga, dirasakan nyata-nyata dan dinikmati dalam sukacita yang luarbiasa. Keberhasilan orangtua memelihara, membimbing, mengasuh dan membesarkan anak-anak, itu semua karena Kebaikan dan Kasih Setia Tuhan, dan Kebaikan inilah yang saat ini diungkapkan dalam bentuk Ibadah Syukur ini. Ada kesadaran bahwa, semua yang terjadi ini semata-mata karena Kasih Setia Tuhan, karena Kebaikan-Nya, karena kepedulian-Nya dan Penyelamatan-Nya.

 

Selamat merayakan Hari Lahirnya PANCASILA. Gb!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here