Apapun Yang Kita Kerjakan dan Miliki Adalah Milik Tuhan dan Untuk Tuhan

0
1765

Oleh: Christian T

 

Bacaan Alkitab : 1 Taw 29:1-30

 

 

 

Syalom, sahabat-sahabat yang terkasih dalam Kristus Yesus.

 

Ketika kita masih kanak-kanak ditanyakan kalau sudah besar mau jadi apa dan banyak ragam jawaban dari yang biasa sampai yang luar biasa seperti polisi, tentara, insinyur, dokrer dan sampai presiden. Jarang jawabannya ingin jadi konglomerat, namun sekarang kalau kita ditanya dengan nada kelakar menjawab ” sebenarnya mau jadi konglomerat “.

 

Kita telah menyaksikan atau juga kita sedang mengerjakannya memulai karir baik dalam bidang rohani, maupun bidang non rohani, bidang profesi atau bisnis mulai dari kecil lalu menjadi besar dan terus dibesarkan dan diperluas menjadi sebuah kerajaan bisnis. Tidak puas disitu akhirnya pengusaha merambah ke dalam dunia politik. Tidak salah dan alangkah mulianya kalau bertujuan untuk menjadi berkat, menolong orang banyak. Namun tidak sedikit tujuannya adalah untuk terus membangun kerajaan atau mempertahankan kerjaan bisnisnya.

 

Mereka tidak mau kehilangan kerajaan bisnisnya atau bagi pejabat yang sedang dan  yang tidak berkuasa lagi dengan matian-matian dan menghalalkan segala cara mempertahankan dan merebutnya.

 

Mereka memperlakukan apa yang dimilikinya saat ini adalah sungguh miliknya yang harus dipertahankan bahkan diperbesar sampai turun temurun.

 

Sahabat setia BGA yang terkasih,

Dari pembacaan ini diawali dengan kalimat ” pekerjaan besar ini (pembamgunan Bait Allah) bukan untuk manusia, melainkan untuk TUHAN Allah. (1). Oleh sebab itu di akhir masa hidupnya sebelum ajal menjemputnya, sekali lagi Daud berpesan kepada Salomo, anaknya dan kepada seluruh rakyat Israel untuk sungguh-sungguh mengerjakan pembangunan ini sampai selesai.  Dan Daud memuji dan meninggikan TUHAN atas kebesaran, keagungan, kehormatan, dan kejayaan-Nya, serta mengucap syukur atas apa yang TUHAN sudah kerjakan kepadanya. Daud menyadari bahwa apa yang dialaminya dan dimiliknya selama hidup sampai menjelang ajal adalah karena kemurahan TUHAN dan milik-Nya semata.

 

Hanya satu hal yang tidak tercapai keinginannya yaitu membangun rumah bagi TUHAN. Daud tidak menjadi kecewa akan hal itu. Dia tetap bersyukur dan memberkati orang lain yaitu anaknya yang mengerjakannya. Malahan Daud memberikan lagi persembahan dari miliknya ( 3,4 ).

Daud dan orang-orang Israel mempersembahkan persembahan sukarela dengan tulus dan penuh sulacita.

 

Tercatat Daud memerintah sebagai raja selama empat pulub tahun, tujuh tahun dia memerintah di Hebron, dan tiga pluh tiga tahun di Yerusalem ( 27 )

 

Sesungguhnya, riwayat raja Daud dari awal sampai akhir tertulis dalam riwayat Samuel, pelihat itu, dan dalam riwayat nabi Natan, dan dalam riwayat Gad, pelihat itu beserta segala hidupnya sebagai raja dan kepahlawanannya dan keadaan zaman yang dialaminya dan dialami Israel dan segala kerajaan di negeri-negeri lain. (29-30).

 

Sobat,

Kiranya apa yang sudah, sedang, dan akan kita kerjakan, bangun, dan miliki sadarlah adalah merupakan  milik TUHAN dan untuk TUHAN.

 

Iziinkan mengutip ucapan Ahok yang mengatakan:  ”

 

TUHAN yang yang memberi, TUHAN yang mengambil “.

 

artinya apa yang kita miliki dan kerjakan saat ini  adalah milik TUHAN. Jabatan, pelayanan, harta kekayaan, agama, juga rumah ibadah ( Bait Allah ) adalah milik TUHAN, sehingga jangan memperlakukannya seolah-olah milik kita yang kita pergunakan untuk tujuan-tujuan lain selain untuk TUHAN. Oleh sebab itu semuanya dikembalikan dan untuk kemuliaan NYA, bukan untuk manusia.

 

” Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”  ”

( Roma 11:36 )

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Salam dan doa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here