Kita Diselamatkan Oleh Iman

0
2805

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Roma 3:21-31

(21) Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, (22) yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. (25) Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (26) Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. (27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. (29) Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! (30) Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. (31) Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

 

Beriman adalah menyerahkan diri kita sepenuh-penuhnya kepada Tuhan. Berserah sepenuhnya bukan berarti pasrah dan tidak berbuat apa-apa (pasif). Kita harus berbuat, itu adalah respon kita terhadap keselamatan yang diberikan Tuhan. Perbuatan di sini jangan dipahami sebagai ‘balas budi’ kepada Tuhan. Ingat: kita tidak akan pernah dapat membayar harga keselamatan yang diberikan Allah. Harganya sangat tinggi, dan kita menerimanya semata-mata karena anugerah (Yohanes 1:16). Diberikan kepada kita dengan cuma-cuma sebagai “hadiah” dari Allah.

 

Namun, kita tidak boleh tinggal diam. Memang benar, kita diselamatkan oleh iman (Roma 3:27). Namun iman ini adalah iman yang aktif dan mau berkarya. Iman harus dibuktikan melalui perbuatan, jika tidak, maka pada hakikatnya iman itu mati (Yakobus 2:17). Renungkanlah: iman kita sesungguhnya tidak ada kalau kita tidak bertindak, walau kita dikenal sebagai orang Kristen yang saleh dan taat sekalipun!

 

Masih ingat kisah penyembuhan yang dilakukan Yesus terhadap orang yang mati sebelah tangannya. Yesus meminta orang itu mengulurkan tangannya yang “mati”. Bagaimana mungkin mengangkat tangan yang sudah lama tidak bergerak? Tapi karena orang itu percaya, ia berusaha. Apa yang terjadi? Ia dapat menggerakan tangannya.

 

Kekristenan kita tidak akan memberi pengaruh apa-apa, baik untuk diri kita maupun untuk orang lain, kalau kita tidak berbuat. Anda ingin menjadi lebih baik, lebih maju, berhasil dan sukses? Berbuat dan berusahalah! Laksanakan apa pun yang dapat kita kerjakan dalam terang keinginan (kehendak) Yesus. Banyak orang berbuat, seperti apa yang ia imani, tapi toh pada akhirnya mengalami kesia-siaan. Kenapa? Mereka tidak setia. Pada mulanya mereka sungguh taat, tapi dalam perjalanan mereka tergoda dan kembali menuruti hawa nafsunya sendiri.

 

Jelas, iman membutuhkan tindakan. Tapi jangan lupa, ia juga membutuhkan kesetiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here