He Who Believes is Strong; He Who Doubts is Weak. Strong Convictions Precede Great Actions (JF Clarke)

0
530

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

 

 

Perasaan yakin terhadap sesuatu, baik mengenai gagasan maupun peristiwa amat besar maknanya bagi kehidupan. Ini bukan yakin dalam hubungan dengan ajaran agama yang kita anut. Keyakinan terhadap ajaran agama yang kita anut tidak lagi menjadi bahan untuk diskusi. Hal itu sudah menjadi sesuatu yang “given”, sesuatu yang final dan definitif. Selain ajaran agama, tentu ada hal lain yang juga membutuhkan ‘keyakinan’. Gagasan dan ide yang lahir dari pemikiran kita, misalnya harus kita yakini kebenarannya, dengan berbagai dampak resiko yang mesti dihadapi. Sebuah peristiwa sejarah, bahwa di Badu itu yang pertama kali menaikkan bendera merah putih di Kantor Bupati misalnya ya mesti diyakini sehingga bisa menjadi catatan sejarah.

 

Perasaan yakin, perasaan percaya amat penting untuk beberapa hal tertentu. Misalnya pada waktu kita menyusun sebuah esai yang bicara tentang visi misi organisasi sebagai salah satu syarat dalam pencalonan mrnjadi pimpinan organisasi. Kita harus yakin apakah uraian kita sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia. Apakah kita yakin bahwa pemikiran yang kita sampaikan sejalan dengan kultur organisasi, sesuai dengan AD ART Organisasi

 

Apakah premise dan hipotesis yang yang kita ungkapkan dalam esai, kita yakini bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik ? Pada saat dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) apakah kita yakin bahwa jawaban yang berikan memuaskan para penanya sehingga mereka dapat menyetujui pengangkatan kita? Cukup banyak bidang-bidang dalam kehidupan ini yang mengharuskan kita yakin dalam mengatakan dan atau melaksanakannya. Jika para pejabat dalam proses peradilan tidak yakin terhadap keputusan yang dijatuhkan bagi terdakwa, maka terdakwa akan mengalami kerugian.

 

Dibidang apapun kita harus yakin terhadap apa yang kita tulis, kita katakan, kita lakukan. Oleh karena itu segala sesuatu yang kita lakukan itu harus hati-hati, cermat, tepat, tahu dimana tempatnya, dan apa konteksnya. Pemahaman tentang realitas itu akan membantu kita untuk bertindak dalam kecermatan dan kehati-hatian, sehingga semuanya berjalan baik dan hasilnya juga baik.

 

Keyakinan, sikap yakin memang sangat penting, orang bisa kehilangan kepercayaan kepada kita jika kita selalu memperlihatkan keragu-raguan dalam sikap, tindak termasuk dalam mengambil keputusan. Sebagai guru, tokoh agama, pedagang, hakim, jaksa, polisi, tentara kita harus yakin terhadap ucapan, tindakan, dan keputusan yang kita ambil.

 

Clarke cukup baik tatkala ia mengingatkan bahwa keyakinan itu adalah sebuah kekuatan, dan keraguan adalah sebuah kelemahan. Keyakinan membutuhkan bukan hanya rasa percaya diri tetapi terlebih intelektualitas yang disertai pemahaman holistik terhadap banyak hal. Mari wujudkan pribadi yang *yakin* dan jauhkan sikap yang *ragu*.

 

Selamat berjuang. God bless.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here