Kemenangan Kehidupan Mulia: Renungan Makna Paskah di dalam Kristus

0
1052

Oleh: Oscar Wirawan

 

Peristiwa kebangkitan Kristus di hari ke-3 setelah Ia mangkat karena mengorbankan nyawaNya di atas kayu salib, telah menunjukkan *bukti dan teladan yang maha penting bagi semua umat manusia* yang mengharapkan kehidupan mulia.

 

Setiap orang yang ingin *memperjuangkan, membangun, dan memelihara kehidupan mulia,* tidak ada cara lain selain *cara yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus.* Cara Yesus adalah *cara untuk menuju kemenangan kehidupan yang mulia.*

 

Selama ini kita sudah sering mendengar, melihat, bahkan mungkin juga melakukan cara hidup *balas membalas*. Jahat dibalas jahat. Baik dibalas baik. Jika seseorang baik dengan kita, kita juga akan baik dengan dia. Jika seseorang jahat, kita juga jahat terhadapnya. Caci maki dibalas caci maki. Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

 

Pengorbanan dan kematian Yesus Kristus untuk memenangkan kehidupan mulia telah mengajarkan cara yang berbeda. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya:

 

*”Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,* melainkan siapa pun yang *menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu*.” Matius 5:39

 

Ajaran ini sering disalah artikan dan dianggap bodoh oleh sebagian orang. Arti sesungguhnya dari “ditampar pipi kanan, memberi pipi kiri”, maksudnya adalah *tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.*

 

Perang Dunia 1 & 2 telah memberikan pelajaran bahwa *jika terus dilanjutkan balas membalas, serang menyerang, maka kehidupan dunia ini akan hancur,* manusia akan punah. Perang antar warga yang terus balas membalas juga terbukti akan menghabisi warga itu sendiri.

 

Paulus salah seorang murid Yesus yang telah memahami dan telah mempraktekkan cara Yesus tersebut, menuliskan pesan kepada jemaat di Galatia:

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

 

“Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu *saling membinasakan*. Galatia 5:15

 

Kehidupan mulia tidak bisa diperjuangkan dengan *melawan, memberontak, demonstrasi, mengancam, teror dan provokasi.* Kemuliaan hidup tidak bisa diwujudkan dengan *mengobarkan kebencian dan permusuhan.*

 

Ajaran umum dan wajar mengajarkan ini:

 

“Kasihilah sesamamu manusia dan *bencilah musuhmu.”*

 

Ajaran mulia Yesus mengajarkan: *”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.*

Karena dengan demikianlah kamu *menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga*, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Matius 5:43-45

 

Kepada semua pengikutNya Yesus selalu mengajarkan: “Kasihilah musuhmu, *berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;*

*mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu*. Lukas 6:27-28

 

Yesus bukan hanya mengajar ajaran mulia, tapi *Yesus juga melakukannya*

 

Yesus telah memberikan teladan cara hidup mulia, *bukan dengan mempertahan diri, tapi dengan menyerahkan diri, kehilangan nyawa, mati sebagai “benih yang tertanam” untuk menumbuhkan kehidupan mulia.*

 

Yesus mengajarkan: “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi *jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.*

 

“Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa *tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.* Yohanes 12:23-25

 

Melalui ilham Roh Kudus, nabi Yesaya telah menubuatkan sebelumnya tentang jalan kemuliaan yang dilakukan Yesus:

 

“Tetapi dia (Yesus) *tertikam oleh karena pemberontakan kita*, dia *diremukkan oleh karena kejahatan kita*; *ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya*, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

 

“Dia dianiaya, tetapi dia *membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya* seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”

 

“Orang menempatkan *kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat*, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya”.

Yesaya 53:5-9

 

Demikianlah *Yesus, Pemimpin kepada hidup,* yang telah dibunuh oleh konspirasi kejahatan manusia, tapi *Allah telah membangkitkan Dia.*”

Kisah Para Rasul 3:15

 

*Kristus telah mati untuk semua orang*, supaya mereka yang hidup, *tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,* tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” 2 Korintus 5:15

 

Selamat merayakan kebangkitan Kristus, selamat mengamalkan kebangkitan kehidupan mulia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here