Mata Hati

0
1826

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty.

 

 

Mata dan Hati adalah dua organ penting di dalam tubuh manusia yang membuat hidup itu berarti. Tanpa mata manusia masih bisa hidup , tetapi tanpa hati manusia tidak akan bisa hidup. Itu dari segi fungsi yang sekaligus mau  menegaskan bahwa, hati lebih utama daripada mata. Tetapi judul diatas punya konotasi yang agak berbeda, yaitu tentang peran dan manfaat dari hati manusia didalam hidup ini yang bisa memberi arti. Mata hati menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya “perasaan yang dalam ” yang dimiliki oleh manusia yang membedakan dan kadang menjadi keunggulannya. Artinya, ada orang yang punya mata dan hati tetapi tidak punya mata hati. Ada yang tidak punya mata tetapi punya mata hati, sebaliknya ada yang punya hati tetapi tidak punya mata hati, dan ini punya arti penting bagi manusia. Tanda-tanda dari mereka yang tidak punya ” mata hati “, antara lain terihat dalam 3 hal :

 

1. Kurang punya kepedulian :

Karena tidak punya “mata hati ” maka seseorang tidak terlalu peduli dengan perasaan orang lain, bicara kasar dan menyinggung perasaan orang lain tetapi dia biasa-biasa saja, karena tidak punya “perasaan yang dalam” atau mati rasa. Mereka yang punya “mata hati” mampu menguasai diri dan tahu apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan, karena punya rasa kepedulian terhadap orang lain yang ada disekitarnya.

 

2. Bersikap masa bodoh/cuek :

Mereka yang tidak punya “mata hati” kadang bersikap dan berperilaku semaunya sendiri, bersikap masa bodoh/cuek terhadap orang lain. Hanya mengikuti perasaannya sendiri, apa yang enak dan menyenangkan dirinya itulah yang dilakukan. Cuek dengan orang-orang disekitarnya, itulah sikap yang selalu ditunjukan. Orang-orang yang bersikap masa bodoh/cuek biasanya egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka kadang tidak punya rasa simpati, apalagi empati.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

 

3. Tindakannya tidak terpuji :

Orang-orang yang tidak punya “mata hati, dalam banyak hal biasanya suka melakukan tindakan-tondakan yang tidak terpuji, karena segala sesuatu yang dilakukan tanpa punya “perasaan yang dalam” terhadap sesama. Suka membentak, suka menggurui, sok ngatur, berlagak pintar, ini sebagian kecil dari perilaku mereka yang tidak punya “mata hati”. Sangat lelah hidup dan bergaul dengan tipe-tipe seperti ini, tetapi mereka biasa-biasa saja.

 

Dalam realitas kehidupan ini, kita sering sekali bertemu dengan orang-oramg yang tidak punya “mata hati”, baik dirumah, dengan tetangga, dilingkungan gereja atau jemaat, ditengah lingkungan kerja dan masyarakat. Orang-orang yang tidak punya “mata hati”, kadang Tuhan tidak mereka anggap apalagi manusia. Apakah anda sering bertemu dengan tipe manusia yang tidak punya “mata hati”, anda dan Tuhan yang tahu!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here