Hidup

0
428

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty.

 

 

Kalau hidup ini kita sendiri yang atur dan kita yang tentukan, maka tidak akan ada seorangpun yang akan alami derita, kesulitan dan pergumulan. Karena pasti semua manusia tidak ingin menderita, alami kesulitan hidup dan berada dalam pergumulan. Disinilah kita disadarkan bahwa, kehidupan itu sebuah pemberian atau anugerah dari Sang Pemilik Kehidupan yaitu Tuhan sendiri. Karena itu, selama manusia hidup maka dia tidak boleh sedikitpun memisahkan diri dari pemilik kehidupan, baik dalam keadaan susah maupun senang, keadaan aman maupun derita. Disinilah hidup itu penuh dinamika serta punya arti dan makna dan harus punya manfaat yang besar bagi diri sendiri, sesama dan bawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

 

Hidup yang bermakna :

Apabila dari hidup kita, oranglain mendapatkan manfaat melalui apa yang kita ucapkan, apa yang kita sikapi dan apa yang kita lakukan. Artinya, apakah ucapan-ucapan kita punya arti sehingga orang lain ingin selalu mendengarkan. Apakah sikap hidup kita mencerminkan pribadi-pribadi yang bisa dicontohi, bisa diikuti dengan sadar dan penuh sukacita tanpa paksaan. Apakah perilaku dan perbuatan hidup kita selalu mencerminkan harkat, wibawa dan martabat sebagai manusia kepunyaan Tuhan yang Tuhan kehendaki.

 

Hidup yang dibuktikan :

Hidup itu bukan hanya didasarkan atas teori-teori muluk, tetapi sebuah bukti yang aplikatif dan direalisir secara nyata. Kalau bicara yang sopan dan beradab, kalau bersikap tidak angkuh dan tinggi diri, kalau berbuat sesuatu yang berguna dan punya nilai. Ini yang membuat Tuhan pemberi hidup itu tersenyum. Jangan bicara asal bicara, jangan bersikap “semau gue”(mau-maunya sendiri), kalau bertindak jangan asal karena kau tidak hidup sendiri didunia ini. Disinilah Tuhan menunggu bukti dari kehidupan kita yang fana ini.

 

Hidup dan Realitas :

Kalau bisa bicara dengan sopan mengapa harus marah-marah, kalau bisa bersikap terhormat mengapa harus penuh dengan kepura-puraan, kalau bisa bertindak bijaksana mengapa harus jadi bodoh. Realitas yang ada kadang penuh kontroversi, dimana ada orang pintar dari segi ilmu tetapi picik dalam ucapan dan kata-kata. Kadang orang bersikap baik, sopan dan penuh senyum didepan sesama tetapi jahat penuh iri dan benci dan suka simpan dendam. Nah semua realitas ini tidak tersembunyi dihadapan Tuhan, semuanya jelas.

 

Mari kita belajar hidup sesuai apa yang Tuhan sukai bukan hidup sesuka kita, karena bukan kita yang bisa mengatur hidup kita sendiri, tetapi Tuhanlah yang mengendalikan dan menentukan hari-hari hidup kita.Karena itu selama kita masih Tuhan beri hidup, gunakan itu dengan takut akan Dia sebelum semua sirna!

 

Selamat beraktivitas dan menikmati hidup ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here