JANGANLAH ADA DIANTARA KAMU YANG HARUS MENDERITA SEBAGAI PEMBUNUH ATAU PENCURI ATAU PENGACAU.

0
228

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

“JANGANLAH ADA DIANTARA KAMU YANG HARUS MENDERITA SEBAGAI PEMBUNUH ATAU PENCURI ATAU PENGACAU. TETAPI JIKA IA MENDERITA SEBAGAI ORANG KRISTEN MAKA JANGANLAH IA MALU, MELAINKAN HENDAKLAH IA MEMULIAKAN ALLAH DALAM NAMA KRISTUS ITU”
(1 Petrus 4: 15,16 TB LAI 1997)

Kata-kata mutiara disaat SMA dari seorang pemimpin agama yang tetap menjadi bagian dari memori hingga saat ini berbunyi “Lahir, hidup dan mati adalah penderitaan”. Pernyataan itu ingin menegaskan bahwa seluruh episode dari hidup manusia diwarnai oleh penderitaan. Oleh karena itu tidak usah kaget dan panik dalam berhadapan dengan penderitaan tetapi hadapilah sebagai bagian dari kehidupan.

Adalah seorang teolog Jepang yang berupaya mendalami penderitaan dari perspektif teologi dan budaya. Kitamori Kazoh (1916) menulis buku Theology of the pain of God dan dalam buku itu dengan merujuk pada Yeremia 31:20 dan Yesaya 63:15, ia menyatakan bahwa hakikat Allah itu adalah penderitaan. Aspek-aspek yang di dalamnya nyata penderitaan Allah yaitu : Penderitaaan karena kasihNya, pengampunan dosa, penyaliban Yesus, imanensi Allah dalam penderitaan manusia.

Hal spesifik dan menarik dari pemikiran Kitamori ini adalah bahwa hakikat Allah itu adalah Penderitaan. Allah yang menderita itulah adalah Allah yang mampu menaklukkan penderitaan sehingga manusia yang percaya kepada Allah Yang Menderita itu, ia juga mampu mengalahkan kuasa penderitaan. Kitamori juga menunjuk pada imanensi Allah dengan manusia yang menderita. Pemikiran ini juga amat spesifik kristiani. Allah yang dipercaya umat kristiani bukan hanya Allah yang *transenden*, Allah yang berada diatas sana dan *”memfatwakan”* kepada manusia kamu masuk neraka, kamu menunggu saja dipintu surga, dsb.

Allah yang diyakini umat kristiani adalah Allah yang juga *imanen*, Allah yang hadir dan bergelut dengan derita manusia, Allah yang Immanuel. Imanensi Allah dan keberpihakan Allah dengan derita umat manusia amat terang benderang kita saksikan melalui diri Yesus Kristus. Dan Dialah yang menjadi sentral dan fundamen dari iman Kristen, Yesus Kristus, Tuhan dan Kepala Gereja. Penderitaan terjadi oleh karena banyak sebab ; oleh karena sakit, dipenjara akibat korupsi/penyalahgunaan kekuasaan, dan berbagai sebab lainnya. Ada juga orang menderita karena pandangan ideologi, pandangan agama, masalah politik.

Baca juga  MENGIKUT YESUS DENGAN SEGENAP HATI

Imperatif yang diungkap Surat 1 Petrus cukup tajam khususnya dalam memberi diferensiasi terhadap penyebab penderitaan. Ada beda signifikan seoramh yang menderita karena perbuatan kriminal dengan orang yang menderita karena faktor agama. Orang yang menderita karena kekristenannya janganlah malu, kata 1 Petrus. Banyak orang Kristen mederita : sulit bangun gereja, diusir waktu sedang lakukan ibadah, tidak naik pangkat/ golongan, dihujat, diisolasi, dinista dalam berbagai bentuk. Menderita karena nama Kristus tak usah malu, tetapi harus memuliakan Allah dalam nama Kristus!

Mari berjalan terus bersama Kristus, jangan takut didera derita. Allah bersama kita!

Selamat Merayakan Hari Minggu. God bless

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here