banner 728x250
Renungan  

Pax melior est quam iustissimum bellum: Perdamaian itu tetap lebih baik dari pada perang yang paling adil

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Istilah “perang” bagi banyak orang adalah sesuatu yang menyedihkan, mengenaskan, menyengsarakan. Perang menyimpan memori sendu dan kenangan pahit bagi banyak orang. Perang menimbulkan kenangan traumatik bagi setiap orang yang ikut dalam perang dan bagi masyarakat umum. Kisah tentang perang dipelajari sejak seseorang memasuki jenjang pendidikan dasar hingga ia berada pada […]

Renungan  

Menerima Kehormatan

Oleh: Ev. Reni Yuliastuti   1 Tawarikh 21:18 – 22:1     Allah serius terhadap dosa, terbukti dengan konsekuensi yang diterima Daud dan orang Israel (1 Taw 21:7-14). Tetapi Allah juga adalah Allah yang pengampun, ketika Daud membuka hati dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, Allah memberi kesempatan kepada Daud untuk mendirikan mezbah bagi-Nya (ay […]

banner 400x130
Renungan  

Mengasihi Yesus Lebih Dari Segalanya

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi     Lukas 14:25-27 (25) Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: (26) “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. (27) Barangsiapa tidak memikul salibnya […]

Renungan  

Obstacles don’t have to stop you. If you run into a wall don’t turn around and give up. Figure out how to climb it. (Michael Jordan)

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Hidup manusia tidaklah selalu berjalan mulus, seperti kendaraan yang melaju cepat di jalan tol, jalan bebas hambatan. Hidup manusia banyak di warnai oleh berbagai tantangan yang menghadang yang berpengaruh cukup besar dalam kehidupan. Tantangan dan hambatan itu ada juga yang menyebabkan seseorang dicekam pengalaman traumatik sehingga ia sulit memandang dan […]

Renungan  

Ketika Pada Posisi Puncak Kesuksesan

Oleh: Christian T     Syalom, sahabat-sahabat yang terkasih dalam Kristus Yesus.   Meraih kesuksesan lebih mudah daripada mempertahankan. Dan ketika sampai pada puncak kesuksesan godaan akan datang lebih dahsyat dan lebih gencar. Godaan itu bisa datang dari Iblis, dunia, dan diri sendiri.   Musuh terbesar adalah diri sendiri yaitu kesombongan,  keegoisan, dan hawa nafsu […]

Renungan  

Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty.     Siapa yang mencintai Indonesia maka dia akan mencintai perbedaan, karena itulah ciri berbangsa kita “BHINNEKA TUNGGAL IKA”, Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu. Inilah gagasan brilian dari para founding-fathers kita yang diwakili oleh Soekarno-Hatta. Dan gagasan ini punya akar yang kuat didalam budaya bangsa kita dari Sabang sampai Merauke. Artinya berbeda […]

Renungan  

Tuhan Mendamaikan Diri-Nya Dengan Manusia

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi       Yesaya 1:10-20 (10) Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! (11) “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba […]

Renungan  

Res, non verba: Kenyataannya, bukan kata-katanya.

Oleh: Pdt. Weinata Sairin     Dalam proses peradilan, benda sebagai sebuah alat bukti menjadi sangat penting. Tanpa alat bukti yang valid dan absah, maka sebuah pengaduan yang dilakukan oleh seseorang tidak bisa ditindaklanjuti. Alat bukti bisa menjerat seseorang, adanya alat bukti menunjukkan bahwa laporan atau pengaduan yang dilakukan seseorang adalah sesuatu yang benar, bukan […]

Renungan  

Allah Tak Pernah Lalai Memperhatikan Kita

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi   Mazmur 8:2-10 (2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. (3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: (5) […]

Renungan  

Men are disturbed not by that happen, but by their opinion of the things that happen (Epictetus) Oleh: Pdt. W

Oleh: Pdt. Weinata Sairin     Kita hidup dalam sebuah dunia yang dinamis dan terus bergerak tiada henti. Dunia yang dikuasai oleh roh digital dengan dampak positif dan buruk yang menyekitarinya. Dunia kita bukan lagi sebuah dunia yang diam, yang alon-alon asal kelakon, dunia yang monoton. Dunia yang teduh, sunyi senyap, penuh damai, hening, hampir-hampir […]

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.