12,4 Juta Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Dikirimkan ke Indonesia

0
430

12,4 Juta Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Dikirimkan ke Indonesia

Jakarta, Suarakristen.com

Tambahan 12,4 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca hari ini dikirimkan ke Indonesia. Vaksin yang dikirimkan tersebut diproduksi di Cina oleh Shenzhen Kangtai Biological Products Co., Ltd. (BioKangtai).

Lebih dari 80 juta dosis vaksin AstraZeneca kini telah dikirimkan ke Indonesia melalui berbagai sumber pasokan vaksin, termasuk pasokan langsung ke pemerintah, fasilitas COVAX, dan donasi. Pengiriman hari ini merupakan yang terakhir dari total 50 juta dosis yang disetujui AstraZeneca untuk dipasok langsung kepada pemerintah Indonesia. Di Indonesia sendiri, vaksin tersebut dikenal dengan nama Vaksin COVID-19 AstraZeneca (ChAdOx1-S [Rekombinan]) dan KconecaVac (nama dagang yang dipakai pada vaksin produksi BioKangtai).

Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan: “Hari ini kami menandai tonggak sejarah pasokan vaksin COVID-19 kami ke Indonesia dan kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas kemitraan ini. Meskipun ada banyak hal yang bisa kita banggakan, perjuangan melawan COVID-19 terus berlanjut dan kami siap mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mengatasi dampak yang disebabkan oleh virus ini di tahun 2022 mendatang.”

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, mengatakan: “Kami membuat kemajuan besar dalam mencapai tujuan vaksinasi nasional, didukung oleh pengiriman total lebih dari 80 juta dosis vaksin AstraZeneca. Kami berterima kasih atas kemitraan dengan semua penyedia vaksin yang mendukung Indonesia, dan mitra manufaktur mereka.”

Vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diproduksi oleh BioKangtai telah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin yang diproduksi oleh BioKangtai sama dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang diproduksi menggunakan teknologi yang sama seperti di negara lain. Semua dosis vaksin memenuhi standar kualitas ketat yang sama di mana pun vaksin diproduksi, dengan setiap batch melewati lebih dari 60 tes kualitas sebagai bagian dari proses jaminan kualitas.

Baca juga  IMMUNO DERMA CLINIC RESMI DIBUKA SEBAGAI KLINIK UTAMA PERTAMA DI INDONESIA KHUSUS UNTUK PENYAKIT KULIT ALERGI, AUTOIMUN, DAN INFLAMASI 

Menurut data laboratorium baru,vaksin COVID-19 AstraZeneca (ChAdOx1-S [Rekombinan]) secara signifikan meningkatkan antibodi terhadap varian Omicron SARS-CoV-2 (B.1.1.529) setelah booster dosis ketiga.

Titer netralisasi untuk Omicron meningkat setelah booster dosis ketiga dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca dibandingkan titer setelah dosis kedua.1 Tingkat yang terlihat setelah booster dosis ketiga lebih tinggi daripada antibodi penetral yang ditemukan pada individu yang sebelumnya telah terinfeksi dan pulih secara alami dari COVID-19 (varian Alfa, Beta, Delta, dan galur asli).1 Sera yang diperoleh dari individu setelah satu bulan menerima vaksinasi booster dosis ketiga menetralkan varian Omicron ke tingkat yang secara umum serupa dengan yang diamati satu bulan setelah dosis kedua terhadap varian Delta.1 Dua dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca telah dikaitkan dengan perlindungan terhadap varian Delta di dalam studi dunia nyata.2,3

Hingga saat ini, lebih dari 2,3 miliar dosis vaksin telah dipasok ke lebih dari 170 negara, dan sekitar dua pertiga dari dosis ini telah dikirimkan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Vaksin COVID-19 AstraZeneca diperkirakan telah membantu mencegah 50 juta infeksi COVID-19, lima juta rawat inap, dan membantu menyelamatkan lebih dari satu juta nyawa akibat COVID-19. Dari kumpulan bukti dalam uji klinis dan data dunia nyata, vaksin telah terbukti memiliki profil keamanan yang dapat diterima.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca / KconecaVac

Vaksin COVID-19 AstraZeneca / KconecaVac (ChAdOx1-S [Recombinant]), sebelumnya AZD1222, ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-out, yakni Vaccitech. Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, diproduksilah protein permukaan spike yang akan mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

Baca juga  Wujudkan Era Baru Industri Akuakultur, eFishery Bantu Pembudidaya Melalui Inovasi Al "Mas AhYa'

 

AstraZeneca

AstraZeneca (LSE/STO/Nasdaq: AZN) adalah perusahaan biofarmasi global yang berbasis sains dan berfokus pada penemuan, pengembangan, dan komersialisasi obat dengan resep, terutama untuk pengobatan penyakit Onkologi dan Biofarmasi, termasuk diantaranya Kardiovaskular, Ginjal dan Metabolisme, serta Pernapasan dan Imunologi. Berbasis di Cambridge, Inggris, AstraZeneca beroperasi di lebih dari 100 negara dan obat-obatan inovatifnya telah digunakan oleh jutaan pasien di seluruh dunia. Silakan kunjungi situs resmi astrazeneca.com dan ikuti juga AstraZeneca di Twitter @AstraZeneca.

***

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here