Film You and I Meraih Penghargaan di CPH:DOX Copenhagen International Documentary Festival

0
52

Film You and I Meraih Penghargaan di CPH:DOX Copenhagen International Documentary Festival

 

Jakarta,  Suarakristen.com

 

 

Film ‘You and I’ bersaing di ajang Next:Wave Award, salah satu kategori di CPH:DOX yang mempunyai fokus untuk memutar karya perdana dari berbagai pembuat film di seluruh dunia. Film
ini bersaing dengan 12 film lain dari berbagai negara seperti Venezuela, Serbia, Prancis, Denmark,
Belanda, Iran hingga Inggris. Film ‘You and I’ meraih penghargaan di ajang Copenhagen International
Documentary Festival atau biasa dikenal CPH:DOX, dalam kategori Next:Wave Award.

CPH:DOX adalah festival film dokumenter internasional yang didirikan pada 2003 dan diadakan tahunan
di Kopenhagen, Denmark. CPH:DOX sejak itu tumbuh menjadi salah satu festival film dokumenter
terbesar di Eropa. Penghargaan yang diumumkan pada (1/4) lalu di Denmark, menambah rekor kemenangan You and I di ajang nasional maupun Internasional. Film yang sudah bisa ditonton di aplikasi
Bioskop Online sejak tanggal 9 April ini, menjadi satu – satunya film dari Asia Tenggara yang lolos dan berhasil menjadi pemenang.

Film ini merupakan debut Fanny Chotimah sebagai sutradara. Fanny merasa bersyukur dan berpendapat
bahwa kemenangannya ini adalah hadiah kerja keras bersama dengan tim yang memproduksi filmnya
dengan sepenuh hati.

“CPH:DOX merupakan festival film dokumenter internasional yang cukup prestisius di Denmark dan
Eropa. Film You and I berkompetisi di Next:Wave Award bersama 12 nominasi film dokumenter lainnya
dari seluruh dunia. Tentunya merupakan sebuah kehormatan untuk terpilih sekaligus memenangkan
penghargaan ini. Karenanya film ini penting untuk juga bisa diapresiasi di dalam negeri”, ungkap Fanny.

Para juri menilai bahwa Fanny sebagai sutradara berhasil menjahit cerita dengan sangat baik dan
mempunyai daya tarik bagi kedua protagonis dalam film, Kaminah dan Kusdalini, dengan menelusuri
detail kehidupan sehari-hari sambil merefleksikan tahun-tahun yang mereka habiskan di penjara, karena
keterlibatan mereka dalam paduan suara pemuda. Memadukan catatan sejarah dan pengamatan, Fanny
membawa penonton ke momen katarsis yang kuat. Kusdalini meninggal, Kaminah mulai menangis, dan
sebagai penonton juri merasakan beban tragedi di balik air matanya. Dia berduka atas kematian pasangan
hidupnya, rekan-rekannya yang di penjara, dan impian emansipatoris sebuah generasi.

Baca juga  DR.(H.C) Hj. Rachmawati Soekarnoputri SH.,MH Resmi Diangkat Sebagai Ketua Dewan Pembina Persipura Jayapura

‘You and I’ bercerita tentang Kaminah dan Kusdalini, dua sahabat yang dipertemukan di penjara. Kisah
film ini akan menunjukkan bagaimana Kaminah dan Kusdalini mengenang kehidupan pahit mereka
sebagai mantan tahanan politik pada 1965 lalu dan berusaha tak melupakan sejarah kelam yang pernah
mereka lewati.

Sebelumnya film dokumenter You and I arahan sutradara Fanny Chotimah ini telah berhasil menyabet
berbagai penghargaan dari luar dan dalam negeri. Film yang menyorot persahabatan antara Kaminah dan
Kusdalini itu berhasil menjadi film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia 2020. Film ini juga
me memenangkan penghargaan internasional di Asian Perspective Award dari 12th DMZ International
Documentary Film Festival dan terpilih mendjadi Official Selection di Asian Vision dari Singapore
International Film Festival 2020.

“Melalui film ini, kami berupaya mencatat memori-memori para penyintas, serta bertujuan meningkatan
kepedulian untuk para Simbah penyintas ‘65. Kami mengajak anak muda Indonesia menonton dan
mendiskusikan film You and I sebagai salah satu usaha dialog antar generasi tentang sejarah kelam bangsa
yang terlupakan.”, terang Tazia Teresa D. selaku produser dari You and I dari KawanKawan Media.

Film You and I dapat diakses melalui aplikasi Bioskop Online, yang dapat diunduh melalui Google Play
Store ataupun App Store, dengan harga yang sangat terjangkau sebesar Rp10.000,-.

Daftar Film di Kategori Next:Wave Award di CPH:DOX 2021
1. A story of One’s own – Prancis
2. All in – Belgia, Belanda, Prancis
3. Cannon Arm and The Arcade Quest – Denmark
4. Captains of Zaatari – Mesir
5. Dark Blossom – Denmark
6. Eastwood – Iran
7. Fiasco – Lebanon, Belanda
8. Holgut – Belgia
9. Reconciliation – Slovenia, Serbia, Montenegro, Kosovo
10. So Foul A Sky – Kolombia, Spanyol, UK, Venezuela
11. The Soldier – Denmark
12. You and I – Indonesia

Baca juga  Smile Train Indonesia, PUSDOKKES POLRI dan PERAPI Adakan Baksos Operasi Bibir Sumbing, dan Sumbing Langit-langit Serentak di Seluruh RS Bhayangkara

 

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here