5 Curhatan Siswa Kabupaten Soppeng selama PJJ

0
71

5 Curhatan Siswa Kabupaten Soppeng selama PJJ

Jakarta, Suarakristen.com

 

Pandemi Covid-19 yang tidak terduga menyebabkan para siswa, guru, dan orang tua mengalami kendala karena ketidaksiapan dalam melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seperti yang dirasakan oleh Afifah Muthiah Unga Waru, siswa kelas 10 di SMAN 1 Soppeng, Sulawesi Selatan. Ia menjadi satu dari jutaan siswa di Indonesia yang dituntut untuk tetap bersekolah di tengah berbagai keterbatasan selama pandemi. Berikut 5 curhatan Unga kepada Ruangguru selama mengikuti sekolah daring:

 

  1. Sulit berinteraksi aktif dengan guru

Sebagai anak yang terbilang aktif saat melakukan pembelajaran langsung di kelas, perubahan interaksi dalam pembelajaran daring merupakan salah satu hal yang membuat sejumlah siswa kesulitan. Seperti yang dialami oleh Unga, ia merupakan anak yang tergolong aktif saat pembelajaran di kelas. Ia kerap kali merespon berbagai pertanyaan yang dilontarkan guru dan juga melakukan presentasi di kelas. Selama melaksanakan pembelajaran daring, Unga merasa kesulitan untuk berinteraksi langsung secara aktif dengan guru karena seluruh pembelajaran dilakukan menggunakan gawai.

 

  1. Tidak dapat bertemu teman baru

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, para siswa dituntut untuk dapat bersekolah secara individu dari rumah. Segala interaksi baik dengan guru dan juga teman dilakukan secara tidak langsung atau secara daring. Sebagai siswa kelas 10 SMA, Unga yang baru saja masuk ke jenjang pendidikan baru tentunya memiliki perubahan lingkungan dan perubahan teman sebayanya. Hal ini menjadi salah satu yang sangat disayangkan karena Unga harus berkenalan dan juga berinteraksi dengan teman barunya hanya melalui gawai. Ia belum pernah bertemu dengan teman barunya dan juga tidak dapat belajar serta berdiskusi secara tatap muka.

Baca juga  Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Door To Door Beri Layanan Kesehatan dan Edukasi Warga Patuhi Prokes

 

  1. Kesulitan akses jaringan internet

Adanya kendala pada jaringan internet bukan hanya masalah yang dirasakan oleh anak di satu daerah. Di Indonesia, terdapat beberapa daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet karena tidak meratanya kualitas jaringan terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Para siswa bahkan tak jarang harus keluar rumah untuk menuju suatu tempat agar mendapat sinyal yang lebih baik dan bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya. Seperti yang dilakukan oleh Unga. Buruknya jaringan internet di dalam rumah, membuatnya harus keluar rumah untuk mengumpulkan tugas melalui internet. Biasanya, Unga hanya perlu ke depan halaman rumah atau harus berjalan kaki sejauh 50 meter ke sekitar masjid. Terkadang ia harus ke kebun dengan durasi tempuh 10 menit dari rumahnya dengan menggunakan kendaraan motor.

 

  1. Jenuh menghadapi gawai terlalu lama

PJJ yang diikuti oleh seluruh siswa di Indonesia biasanya menggunakan gawai yaitu telepon genggam atau handphone. Dengan ukuran yang terbilang kecil, tidak jarang anak menjadi mudah jenuh dan mengalami ketidaknyamanan apabila terlalu lama menggunakan gawai. Hal ini juga dialami oleh Unga yang merasa jenuh dan sakit mata apabila terlalu lama berhadapan dengan handphone selama sekolah daring.

 

  1. Waktu belajar minim, tugas menumpuk

Dengan dilakukannya sistem pembelajaran secara daring, para guru juga mengalami kesulitan dalam proses penyampaian materi pelajaran. Sehingga tidak jarang jika guru hanya mengirimkan materi berupa file pdf yang harus diakses dan dipelajari sendiri oleh siswa dan bahkan langsung diberi tugas bertumpuk tanpa adanya penjelasan materi terlebih dahulu. Menurut Unga, hal ini menjadi hambatan juga karena materi menjadi lebih sulit untuk dipahami dan banyaknya tugas membuat Ia kewalahan dalam belajar.

Baca juga  Anugerah KPAI 2021: Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota, Komisi Perlindungan Anak Daerah, Organisasi Profesi, Lembaga Layanan Masyarakat, Institusi Penegak Hukum, Forum Anak Daerah, Tenaga Profesi, Tokoh Anak Inspiratif Dapat Penghargaan KPAI

 

Berbagai kendala tersebut membuat anak dan juga orang tua harus dapat memikirkan strategi dan mencari alternatif pembelajaran lain yang dapat digunakan untuk membantu para siswa untuk belajar. Dengan berbagai fiturnya, Ruangguru dapat menjadi alternatif atas kekhawatiran orang tua terhadap pendidikan anak saat PJJ. Ruangguru menyajikan video belajar beranimasi dengan ribuan latihan soal dan rangkuman di ruangbelajar.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here