International Scientific Meeting on Public Health and Sports: Menyoal Tantangan dan Peluang Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Era Pandemi

0
52

International Scientific Meeting on Public Health and Sports: Menyoal Tantangan dan Peluang Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Era Pandemi

 

Malang, Suarakristen.com

 

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan konferensi internasional secara virtual berjudul The 2nd International Scientific Meeting on Public Health and Sports (ISMoPHS) 2020. ISMoPHS. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan kali ini mengangkat tema Facing Challenges and Opportunities to Improve Health and Well-being to Advance Sustainable Development Goals (SDGs).

Pandemi COVID-19 telah menyajikan kehidupan baru bagi masyarakat di seluruh dunia. Hal ini bisa menjadi peluang dan tantangan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan bagi semua sesuai dengan tujuan ketiga dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Oleh karena itu, ISMoPHS menghadirkan pembicara yang berasal dari empat negara yang berbeda yaitu Inggris, Australia, Malaysia, dan Indonesia, untuk mendiskusikan tentang tantangan global kesehatan masyarakat di berbagai setting.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan ahli di bidang kesehatan dan olahraga yang berasal dari berbagai negara.

“Kegiatan yang dilakukan sangat positif, meski persiapan kegiatan saat ini juga berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara luring sekarang dilakukan secara daring. Partisipasi juga meningkat untuk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya karena peserta tidak terkendala jarak” ungkap drg. Rara Warih Gayatri, M.PH selaku ketua jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kegiatan inti dari konferensi ini terbagi menjadi dua sesi yaitu plenary session dan parallel session.

Plenary session pertama dibawakan oleh pemateri dari Griffith University, Australia yaitu Dr. Febi Dwirahmadi. Mengangkat topik “Climate Change and Zoonoses as Global Health Threats”, beliau menyampaikan bahwa perubahan iklim membawa dampak yang besar dalam peningkatan ancaman masalah kesehatan global, ditambah lagi seiring berkembangnya teknologi dan berkembangnya penyakit-penyakit zoonosis baru yang bermunculan. Dalam hubungannya dengan Covid-19, beberapa studi telah menyebutkan bahwa penduduk yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara yang kurang baik, memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 yang lebih tinggi.

Baca juga  Gerakan Pemuda Bina Desa (GPBD) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung Lakukan Kolaborasi Sinergis untuk Mensejahterakan Masyarakat Kampung Tutugan, Cianjur

Selain prioritas pemutusan rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi dilema di berbagai negara, ada masalah lain yang tidak kalah penting yaitu jumlah dan kondisi kesehatan tenaga medis yang mengalami penurunan, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Marzuki Isahak dari Malaysia dalam materinya pada sesi kedua plenary session dengan topik “Occupational Diseases in Health Institution”, pemerintah harus terus berusaha untuk menjamin kesejahteraan para tenaga medis yang telah berjuang di garda depan dalam penanganan pasien-pasien Covid-19.

Berbicara tentang penyakit tidak menular, sangat erat hubungannya dengan perubahan gaya hidup. Gaya hidup meliputi pola makan, pola tidur, aktivitas fisik, dan manajemen stres yang tidak sesuai merupakan pemicu utama penyakit-penyakit degenaratif. Topik “Healthy Lifestyle Strategy in the Pandemic Covid-19” yang dibawakan oleh Dr. Sapto Adi, M.Kes pada sesi pertama parallel session membahas tentang bagaimana cara menyesuaikan penerapan gaya hidup sehat di tengah pandemi.

Pandemi ini merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan fokus dan upaya yang lebih dalam intervensi penyelesaiannya. Oleh karena itu kerjasama secara global perlu untuk ditingkatkan untuk mencapai solusi yang komprehensif dan berdampak ke seluruh lapisan masyarakat. Dalam topik “Global Health Research and Collaborations”, Dr. Dian Kusuma dari Imperial College London menekankan peluang kerjasama riset secara global agar TPB segera tercapai meski dunia dihantam pandemi COVID-19.

ISMoPHS 2020 merupakan event internasional kedua yang berhasil diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Malang. “Kami harap kegiatan seperti ini bisa tetap berjalan dengan baik. Pandemi bukan halangan untuk kita dapat berbagi dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, juga menjadi jembatan dalam forum diskusi internasional serta penyampaian ide-ide kreatif”, tutur dr. Sendhi Tristanti Puspitasari, M.Kes selaku ketua penyelenggara The 2nd ISMoPHS 2020.

Baca juga  Baksos Operasi Bibir Sumbing dan Sumbing Langit-Langit Pusdokkes Polri, PERAPI dan Yayasan Smile Train Indonesia Masuk MURI

***

(Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here