SCG dan Akademi Sains Tiongkok Kembangkan Kerja Sama Teknologi dan Inovasi dalam Lima Bidang Industri

0
77

 

Bangkok, Suarakristen.com

Lembaga penelitian terkemuka di dunia, Akademi Sains Tiongkok (Chinese Academy of Science, CAS) bekerja sama dengan SCG melalui CAS Innovation Cooperation Center (Bangkok), untuk mengembangkan dan berbagi pengetahuan di bidang teknologi dan inovasi dalam lima bidang industri, yakni Smart City, teknologi buatan (Artificial Intelligence, AI) terutama dalam machine learning dan robotika, bahan kimia bernilai tinggi, bisnis energi baru, serta lingkungan dan keberlanjutan.

SCG-CAS ICCB Innovation Hub didirikan pertama kalinya di Thailand guna mempromosikan transfer teknologi dan lisensi, lembaga penelitian dan pengembangan bersama, pengembangan sumber daya manusia dan investasi bersama.

Dengan tujuan untuk merangsang inovasi, meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi di sektor jasa dan industri antara Thailand dan Cina, kerja sama ini diusung guna memenuhi kebutuhan pasar dan tren masa depan. Proyek awal ini bernilai lebih dari Rp 200 miliar.

Presiden CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash mengungkapkan, “Dalam rangka terus meningkatkan kapabilitas kami serta memaksimalkan manfaat dari sharing pengetahuan, SCG memiliki visi untuk menjalin kemitraan dengan lembaga dan organisasi terkemuka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemitraan ini nantinya akan memungkinkan SCG untuk mengembangkan produk dan layanan dengan cepat dan efisien, memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh kawasan ASEAN.”

Chinese Academy of Sciences (CAS) adalah Lembaga akademik terkemuka yang memainkan peran signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta telah memberikan kontribusi yang luar biasa atas pengembangan teknologi dan inovasi di Tiongkok. Oleh karena itu, SCG merasa antusias atas kerja sama yang telah dilakukan sejak tahun 2018 ini.

Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mempercepat teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pasar melalui beragam aktivitas seperti kunjungan pendidikan di lembaga penelitian dan perusahaan teknologi, inovasi dan eksplorasi teknologi yang sesuai dengan beragam permintaan, serta pembuktian konsep dan menguji inovasi seperti Sensor/IoT, pembangunan dan pabrik pintar, serta pengelolaan polusi udara.

Baca juga  YAYASAN HALFTIME INDONESIA MELUNCURKAN BUKU BEST-SELLER "HALFTIME' EDISI BAHASA INDONESIA: PARUH WAKTU "DARI SUKSES KE SIGNIFIKANSI'

Direktur CAS Innovation Cooperation Center (Bangkok), Dr. Jiang Biao, menambahkan, “CAS ICCB adalah salah satu dari sembilan cabang CAS offshore yang memainkan peran penting dalam mengeksplor kemitraan dengan organisasi terkemuka di luar negeri untuk menunjukkan hasil karya ilmiah CAS. CAS terdiri dari lebih dari 100 lembaga penelitian dengan total sekitar 70.000 peneliti dan anggota tim, 800 jaringan peneliti senior, dan 3 afiliasi perguruan tinggi.”

“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kami, di mana kami telah mengembangkan platform yang dapat menghubungkan kami dengan SCG, organisasi yang memimpin ekosistem inovasi dan teknologi di Thailand dan ASEAN,” ujar Jiang Biao.

Terdapat lima industri utama yang difokuskan dalam kerja sama ini: 1) Smart City, seperti bangunan pintar, pengelolaan energi, 2) AI/ Machine learning dan robotik, 3) Bahan kimia bernilai tinggi, 4) Bisnis energi baru, seperti energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, dan 5) Lingkungan dan keberlanjutan. Industri-industri ini diharapkan memiliki potensi pertumbuhan tinggi yang dapat memenuhi beragam permintaan pelanggan di seluruh dunia dan berkontribusi pada pengembangan bisnis SCG di semua unit bisnis inti.

“SCG berharap, kerja sama ini dapat mendukung kedua pihak untuk menghasilkan teknologi dan inovasi yang lebih baik lagi dalam menghasilkan rangkaian produk dan jasa yang inovatif, serta tanggap atas kebutuhan konsumen. Kerja sama ini akan meningkatkan daya saing kedua belah pihak, serta membangun pertumbuhan yang berkelanjutan untuk unit bisnis utama SCG, serta memungkinkan SCG untuk menjelajahi kesempatan bisnis baru yang akan semakin menguatkan hubungan antara Thailand dan Tiongkok,” ujar Mr. Roongrote.

###

Lihat berita terbaru SCG di http://scgnewschannel.com / Facebook: scgnewschannel / Twitter: @scgnewschannel atau Line @: @scgnewschannel.

Baca juga  Pengusaha Nasional Tomy Winata: Saya Membeli Cessie ini Untuk Menghindari Permasalahan yang Dapat Menganggu Kepercayaan Investor Lokal Atau Asing

Tentang SCG

SCG, merupakan salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: Cement-Building Materials, Chemicals, dan Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 29 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki sekitar 7.200 karyawan.

SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium. Produk yang ditawarkan adalah produk struktural di bawah merek ‘SCG’ termasuk Semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’. SCG juga menawarkan produk PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing. SCG juga menawarkan produk Gypsum, semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia ternama. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis di seluruh Indonesia.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here