DBS Tayangkan SPARKS Musim Kedua, Sebuah Serial Mini tentang Pembangunan Berkelanjutan yang

0
174

 

Bertemakan ‘Everyday Heroes for a Better World’, SPARKS musim terbaru berfokus pada masalah sosial dan lingkungan serta bertujuan untuk mendorong perubahan

SINGAPURA, Suarakristen.com

 

Sejalan dengan komitmennya untuk meningkatkan agenda pembangunan berkelanjutan sebagai fokus dan tujuan bank, Bank DBS menayangkan musim kedua SPARKS, sebuah serial mini yang telah berhasil menyabet penghargaan.

Bertemakan “Everyday Heroes for a Better World” (Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Menjadikan Dunia Lebih Baik), yang diilhami oleh kisah nyata, tiga episode pertama musim ini mengisahkan sekelompok bankir DBS dinamis, yang bekerja sama dengan beberapa komunitas guna mengatasi beberapa masalah sosial dan lingkungan paling mendesak saat ini, termasuk polusi plastik, limbah makanan dan kesenjangan sosial.

Ketiga episode tersebut diilhami oleh kisah tiga wirausaha sosial yang didukung oleh DBS Foundation, yakni Evoware (Indonesia), Bettr Barista (Singapore) dan Eco-Greenergy (Hongkong). DBS Foundation didirikan lima tahun lalu dengan tujuan untuk membantu para wirausaha sosial dan kini telah menaungi lebih dari 300 wirausaha sosial di Asia.

Evoware didirikan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di seluruh dunia dengan menyediakan kemasan produk ramah lingkungan, biodegradable dan bahkan kemasan bisa dimakan, yang terbuat dari rumput laut. Bettr Barista menyelenggarakan pelatihan pembuatan kopi guna meningkatkan kemandirian sekaligus memberdayakan masyarakat marjinal. Sebagaimana limbah makanan menjadi masalah semakin besar di masyarakat negara maju, Eco-Greenergy mengubah ampas kopi menjadi produk inovatif, seperti, alat makan yang dapat diurai menjadi kompos, dengan demikian mendaur ulang limbah makanan secara kreatif.

Melalui Sparks musim kedua, DBS berharap dapat memulai dialog dan mendorong perubahan di seputar tantangan utama, seperti:

● Polusi plastik: Delapan dari 10 negara penghasil polusi plastik berada di Asia. Diperkirakan lima negara di wilayah Asia saja – Cina, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam – bertanggung jawab atas 60% limbah plastik yang dibuang ke laut. Di Singapura, penggunaan plastik sekali pakai menjadi masalah lingkungan mendesak. Menurut Dewan Lingkungan Singapura, masyarakat Singapura minimal menggunakan 1,76 juta barang berbahan dasar plastik setiap tahun, dan hanya kurang dari 20% yang berhasil di daur ulang.

Baca juga  Diskusi Nasional “Reklamasi: Kebutuhan atau Keinginan?” Memadukan Kepentingan Sosial Dan Ekologi Di Tengah Peluang Investasi

● Kesenjangan: Terlepas dari pembangunan ekonomi, permasalahan sosial dan ketidaksetaraan gender tetap marak. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menunjukkan bahwa kerugian yang terjadi terkait pendapatan kelompok tertentu dapat memberikan dampak buruk terhadap kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

● Limbah makanan: Makanan senilai 1 triliun dolar AS terbuang di seluruh dunia setiap tahun, dan 50% di antaranya berasal dari negara-negara di Asia. Setiap minggu, 2,5 kilogram makanan dibuang begitu saja di setiap rumah penduduk di Singapura.

Pada saat sama, melalui ketiga episode tersebut, DBS berupaya untuk memberikan penghargaan kepada individu, pebisnis, maupun anggota tim DBS yang memiliki ketertarikan dan ketekunan untuk membuat sebuah perbedaan.

Karen Ngui, Head of DBS Group Strategic Marketing & Communications and Board Member of DBS Foundation, mengatakan, “Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang mengakar kuat di jantung Singapura dan Asia, kami percaya bahwa Bank DBS memiliki peran penting dalam menciptakan serta mendukung pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas untuk masa depan yang melampaui perbankan. Kami sangat menyadari bahwa upaya besar tersebut mengharuskan kami untuk bergandengan tangan dengan para pelaku bisnis, komunitas dan masyarakat. Kami juga percaya bahwa ada pahlawan dalam diri kita masing-masing, dan bersama-sama kita semua dapat mendorong sebuah perubahan, baik besar maupun kecil, untuk dunia lebih baik.”

Selama bertahun-tahun, Bank DBS telah berfokus untuk memajukan agenda pembangunan berkelanjutan melalui praktik perbankan dan bisnis yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Bank DBS adalah bank pertama di Asia Tenggara yang diikutsertakan dalam Dow Jones Sustainability Index Asia-Pacific serta bank pertama asal Singapura yang ditunjuk sebagai konstituen dari FTSE4Good Global Index. Bank DBS juga diikutsertakan dalam Bloomberg Gender-Equality Index selama dua tahun terakhir.

Pada 2018, Bank DBS memberikan pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan sebesar lebih dari 2,4 miliar dolar Singapura. Baru-baru ini, Bank DBS menandatangani peminjaman dana terkait program pembangunan berkelanjutan pertama di Singapura untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dengan Chew’s Agriculture, sebuah produsen telur terkemuka di Singapura.

Baca juga  FH UPH BERI PENYULUHAN DAN KONSELING HUKUM DI STT GKS LEWA, SUMBA TIMUR

Bank DBS tengah berupaya untuk memanfaatkan 100% energi terbarukan bagi seluruh operasinya di Singapura pada 2030 dan telah menjalin kerja sama dengan Singapore Management University untuk membuka jurusan pembangunan berkelanjutan pertama di Singapura.

Terkait dampak sosial, DBS Foundation telah memberikan dana hibah sebesar 5 juta dolar Singapura kepada wirausaha sosial di Asia. Sejumlah wirausaha sosial tersebut telah meluncurkan beragam inovasi sosial di berbagai bidang, seperti, layanan kesehatan, inklusi sosial, perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah, keberlanjutan pangan serta ketersediaan penghasilan bagi kaum marjinal. Pada 2017, DBS menjadi mitra perbankan resmi dan agen penempatan tunggal untuk Women’s Livelihood Bond, obligasi keberlanjutan sosial pertama di dunia yang terdaftar di bursa saham.

Atas upaya pembangunan keberlanjutannya, Bank DBS dianugerahi Singapore Apex Corporate Sustainability Award dalam kategori Sustainable Business, Sustainable Business Awards Singapore dalam kategori Best Flagship Initiative, serta menjadi pemenang Good 2018 yang diselenggarakan oleh Company of Good.

Sejak ditayangkan pada 2016, ke-10 episode Sparks musim pertama telah ditonton lebih dari 250 juta kali dan menghasilkan lebih dari 24 juta keterlibatan digital di seluruh kawasan. Selain itu, Sparks musim pertama juga meraih sejumlah penghargaan pemasaran global, seperti “Gold Award in Digital Marketing” di ajang “Global Efma-Accenture 2017 Distribution & Marketing Innovation Awards” dan Silver Award pada penghargaan bergengsi “Shorty Awards 2018”. Baru-baru ini, Bank DBS memenangkan penghargaan kategori Video Marketing, Corporate Division di “Conference Board’s Excellence di Marketing and Communications Awards 2019”.

Sparks musim kedua diramaikan oleh sejumlah pemain, seperti, Adrian Pang, Tan Kheng Hua, Jae Liew, Aanchal Wadhwani, Arifin Putra, Chen Yi Xin, Chew Kin Wah, Darryl Yong, Jamie Xia, Terrance Tan and Thomas Pang.

Saksikan serial mini Sparks, yang diilhami oleh kisah nyata: DBS.com/sparks

***

Tentang DBS

DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 18 pasar. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS memiliki pertumbuhan dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Cina, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit “AA-” dan “Aa1” bank termasuk yang tertinggi di dunia.

Baca juga  3 Teknologi Kedokteran Gigi ini Pikat Peserta Konferensi IDEC 2019

Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS telah dinobatkan sebagai “Global Bank of the Year” oleh The Banker dan “Best Bank in the World” oleh Global Finance. Bank ini berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, diberi nama “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney. Selain itu, DBS telah diberikan penghargaan “Safest Bank in Asia” oleh Global Finance selama sepuluh tahun berturut-turut dari tahun 2009 hingga 2018.

DBS menyediakan berbagai layanan lengkap untuk nasabah, SME dan juga perbankan perusahaan. Sebagai bank yang lahir dan dibesarkan di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar paling dinamis di kawasan ini. DBS berkomitmen untuk membangun hubungan yang langgeng dengan nasabah, dan berdampak positif terhadap masyarakat melalui dukungan perusahaan sosial dengan cara bank-bank Asia. DBS juga telah mendirikan yayasan dengan total dana senilai SGD 50 juta untuk memperkuat upaya tanggung jawab sosial perusahaan di Singapura dan di seluruh Asia.

Dengan jaringan operasional yang ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir yang menarik. Bank ini mengakui gairah, komitmen, dan semangat dari 27.000 karyawan kami, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.

Tentang DBS Foundation

Championing Social Entrepreneurship

Sebagai sebuah yayasan perusahaan di Asia yang berdedikasi untuk memperjuangkan kewirausahaan sosial, DBS Foundation berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif sehingga masyarakat daerah marjinal dapat menikmati kehidupan yang produktif dan bermanfaat. DBS Foundation bekerja sama dengan Wirausaha Sosial dan Wirausahawan Sosial di Singapura, India, Indonesia, Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong dengan berbagai program mulai dari tantangan usaha, forum pembelajaran, inkubasi intensif, dukungan hibah, pembiayaan, dan pendampingan sukarelawan terampil. Yayasan ini merupakan upaya dari Bank DBS untuk membuat dampak yang lebih besar dalam menangani kebutuhan sosial Asia yang berkembang. Silakan kunjungi www.dbs.com/dbsfoundation atau hubungi kami di dbsfoundation@dbs.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here