BSSN Gandeng Swiss German University, HoneyNet Indonesia Tangkal Bahaya Malware dan Serangan Siber

0
356

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Gangguan malware, yang bisa berupa virus atau trojan, berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total gangguan sistem komputer di dunia.

Menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif Tahun 2019, ancaman malware (malicious software seperti virus dan trojan) menjadi hal yang patut diwaspadai karena berpotensi mengganggu kelancaran pesta demokrasi rakyat Indonesia. Software berbahaya ini bisa menyerang penyelenggara Pemilu.

Untuk mendalami ancaman malware di Indonesia, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi menginisiasi kerja sama dengan HoneyNet Project dan Swiss German University akan menyelenggarakan seminar dan workshop bertema Peningkatan Kemampuan Deteksi dan Koordinasi Insiden Keamanan Siber Secara Nasional hari Sabtu (24/11), bertempat di gedung Prominence Tower milik Swiss German University di Alam Sutera, Tangerang.

Collaborative Approach

Acara ini digelar sebagai inisiasi Kepala BSSN untuk collaborative approach (upaya bersama) dalam membangun pusat riset dan database komprehensif tentang malware (malicious software) bersama para pegiat dan pakar IT yang didukung oleh jejaring di universitas dan perguruan tinggi.

Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo mengatakan badan regulator di dunia siber ini meneruskan proyek HoneyNet Indonesia yang tadinya dinaungi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, yang merupakan suatu proyek kerjasama komunitas pegiat IT dan dunia, dan akademisi, untuk meningkatkan kepedulian, menyediakan informasi terkait ancaman siber (cyber threats). Saat ini proyek HoneyNet ditangani oleh BSSN.

“Kita membangun jejaring di universitas perguruan tinggi untuk project HoneyPot, yaitu membangun pusat riset khusus buat malware. Ini sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Kita berharap ini bisa jadi sebuah proyek nasional,” ujar Sulistyo.

Menurut pejabat di lingkungan BSSN tersebut, proyek ini akan membuat sebuat database yang komprehensif untuk mengidentifikasi malware yang masuk ke Indonesia. Para ahli akan mengenali Indicator of Compromise (IOC), atau gangguan sistem komputer, dan signature (ciri khas) dari malware.

Baca juga  Optimalkan Perkembangan Wirausaha Sosial dan UKM, Bank DBS Indonesia Kembali Hadirkan SE Bootcamp 2019

“Malware bisa untuk memata-matai, user, mereka bisa masuk ke sistem, menggangu sistem, masuk ke gadget. Mereka bisa berbentuk virus, trojan, dan lainnya,” kata Sulistyo.

“Setelah kita tahu struktur malwarenya seperti apa, apa yang dia serang dan ganggu, kita bisa tahu sistim-sistim apa saja yg rentan terhadap malware tersebut. Lalu kita edukasikan ke publik, kita informasikan misalnya hati-hati ada serangan malware A yang berakibat ini dampaknya ABCD dan cara penanganannya,” ujarnya.

Djoko Setiadi dijadwalkan akan membuka seminar dan workshop tersebut. Para pembicara yang dihadirkan diantaranya Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo, President Honeynet Indonesia Chapter Charles Lim (pakar dunia IT), Dr. Ir. M. Amin Soetomo, dosen IT dan PhD dari George Washington University, dan beberapa pegiat dan pakar IT lainnya.

Tema yang dibahas antara lain Tren Ancaman Siber menjelang Pemilu Presiden dan Legislatif 2019, Tata Kelola Risiko Dalam Peningkatan Kemampuan Keamanan Siber, Internet of Thing, dan Internet of Thing di era disrupsi digital.

Tentang HoneyNet Project

Honeynet Project adalah komunitas nirlaba berskala internasional yang memiliki visi meningkatkan keamanan internet di seluruh dunia. Memiliki chapter di Indonesia juga, Honeynet didirikan dengan semangat kebersamaan dan didukung oleh para ahli dan pakar IT security, dan akademisi di bidang terkait.

Tentang BSSN

BSSN adalah lembaga pemerintah Republik Indonesia yang didirikan pada tahun 2017 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 tahun 2017 yang ditandatangani pada 19 Mei 2017 yang disempurnakan dengan Perpres Nomor 133 tahun 2017. BSSN mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

Baca juga  KESAKSIAN TEDJO OEPOMO SEORANG YANG BERASAL DARI KELUARGA DUKUN KERATON

Biro Humas
Badan Siber dan Sandi Negara
Jl. RM. Harsono No.70, RT.2/RW.4, Ragunan, Ps. Minggu,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here