Berbagi Kasih Natal

0
436

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

*1 Korintus 13:13*

 

 

Berikut ini adalah kisah nyata dari seorang penjahat bernama Melkior. Ia dibesarkan dalam keluarga miskin dan selalu mendapat perlakuan kasar dari ayahnya, yang pernah mengatakan bahwa Melkior adalah anak sial dan lebih baik mati saja.

Pada hari Natal, ia pergi ke gereja tapi ia diusir karena mengenakan pakaian yang jelek. Sejak saat itu ia memutuskan untuk tidak sudi ke gereja lagi.

 

Sejak berumur 8 tahun Melkior hidup di jalanan dan selama 20 tahun, ia telah melakukan berbagai kejahatan mulai dari pencurian motor, perampokan dan menjadi pengedar nsrkotika.

Ketika ia mencuri motor, ia tertangkap dan setelah dihajar massa, ia akan dibakar. Pada saat kritis tersebut, ia teringat akan Tuhan dan mohon Tuhan menyelamatkan jiwanya.

Dalam acara retret, ia bertobat dan dibaptis. Namun sehari kemudian ia ditangkap dan dipenjara. Di penjara ia disiksa, diancam dan diperlakukan secara kasar. Menjelang Natal, timbul kerinduan untuk memikmati perayaan Nstal, sehingga ia berlutut di kamar tahanan dan mohon  agar Tuhan memberi kesempatan untuk  bisa merayakan Natal di luar penjara. Pada saat ia berlutut, ia merasakan ada tangan yang kuat dan memeluknya. Ia dibebaskan 2 minggu sebelum Natal 1999.

 

Ia membagikan kasih Natal kepada para gelandangan, mengajak mereka untuk makan dan menginap di rumahnya. 8 tahun kemudian ia mendirikan rumah singgah bagi para gelandangan dan anak-anak jalanan untuk dibina.  Ada dua orang di antara orang-orang  binaannya yang sukses.

Suparto sekarang sudah memiliki kendaraan angkot sendiri dan Hemring bisa membuka warung dan menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi.

Baca juga  SUKACITA ABADI

 

Untuk berbagi kasih Natal, kita tidak  perlu menjalani proses kehidupan seperti Melkior. Kita dapat merayakan Natal bersama anak-anak yatim-piatu, para pemulung, para narapidana dan orang-orang sakit di rumah-sakit.

Kita harus mengasihi sesama yang tidak dapat merayakan Natal walau dalam kesederhanaan karena :

*”Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”*

*Roma 5:8*

Jangan terlambat untuk berbagi kasih. Dulu sewaktu saya masih muda, hidup  saya saya dedikasikan pada perkara duniawi. Sekarang saya sudah renta dan susah berjalan, semoga tidak ada di antara sahabat yang mengikuti jejak saya.

Amin.

 

“Selamat merayakan Natal dengan penuh kedamaian dan sukacita,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here