Oleh: Pdt.Weinata Sairin. Dalam menjaga harmoni dan memelihara iklim yang kondusif, maka dalam hubungan antar pribadi, komunitas, institusi, organisasi bahkan antar bangsa, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak dikedepankan kosakata negosiasi, musyawarah, mufakat, dialog dan berbagai derivasi dari kata-kata tersebut. Dalam berbagai konflik, perseteruan, bahkan perang yang didalamnya masih diupayakan terjadinya perdamaian, maka lobby, negosiasi, […]
Kategori: Renungan
“SESUNGGUHNYA, ORANG YANG MEMBUSUNGKAN DADA, TIDAK LURUS HATINYA, TETAPI ORANG YANG BENAR ITU AKAN HIDUP OLEH PERCAYANYA” (Habakuk 2:4)
Oleh: Pdt. Weinata Sairin. Salah satu ciri dominan manusia adalah sikap sombong. Sombong, angkuh, congkak, arogan acapkali muncul dalam kedirian manusia bahkan sikap itu didemonstrasikan secara sempurna oleh manusia untuk menunjukkan kepribadiannya. Oleh karena itu sikap sombong mewujud nyata dalam bentuk sikap, bahasa tubuh, perkataan dan bisa juga dalam bentuk tertulis. Sikap sombong seringkali menimbulkan […]
“HOMO SAPIENS. HOMO VIATOR. MANUSIA BIJAKSANA. MANUSIA PE-ZIARAH. “
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Manusia adalah figur sentral dalam rangkaian proses penciptaan yang dilakukan oleh Allah. Itulah sebabnya manusia memiliki dimensi yang khas, unik dan spesifik yang tidak ditemui pada makhluk lainnya. Manusia disebut imago dei, the image of God; manusia juga disebut khalifah Allah. Penyebutan itu bukanlah semacam “sebutan kehormatan”, bukan juga aksesori atau […]
kasih Adalah Ibu, Akar dan Bentuk dari Semua Keutamaan
Oleh: Pdt.Weinata Sairin “CARITAS EST MATER, RADIX , ET FORMA OMNIUM VIRTUTUM. Hidup manusia adalah hidup yang mengembangkan relasi, hidup yang berdimensi relasional. Hidup manusia bukanlah hidup yang terarah bagi diri sendiri, hidup yang introvert dan selesai pada diri sendiri. Dan dalam konteks menghidupi hidup yang relasional itu maka kasih, cinta, sayang adalah hal-hal utama […]
“The whole of government consist in the art of being honest” (Thomas Jefferson)
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Menurut buku “Logat Ketjil Bahasa Indonesia”, WJS Poerwadarminta, JB Wolters, Groningen, Jakarta, Tjetakan Ketiga, 1951, kata “djudjur”memiliki 2 arti yaitu I.wang jang dibajarkan kepada bakal pengantin perempuan II. lurus hati, tulus hati; kedjudjuran, sifat djudjur (tidak tjurang). Dalam konteks kehidupan praktis makna ‘jujur’ yang kedua yang lebih populer yaitu ‘lurus hati, […]
“SERVIRE, CARUM HABERE, VENIAM. SALING MELAYANI, SALING MENYAYANGI, SALING MENGAMPUNI”.
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah hidup didalam waktu, dalam frame of time. Ia hidup dalam kungkungan kefanaan. Ia hidup dalam ruang kesementaraan. Ia tengah menapaki jalan dari civitas terrena (the city of world) menuju ke civitas dei (the city of God). Ia, manusia, masih berada ditengah jalan, bak seorang musafir, ia […]
“Everyone has been made for some particular work and the desire for that work has been put in every heart”. (Jalaludin Rumi)
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Tuhan menganugerahkan talenta, bakat kepada setiap orang agar orang itu secara kreatif dapat mengembangkan bakat yang ia miliki dan mengkontribusikannya bagi kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya kita bertemu dalam hidup ini dengan banyak sekali orang yang memiliki bakat yang berbeda-beda dan yang menekuni bakatnya itu sebagai bagian integral dari kehidupannya. Mereka yang […]
“PAX MELIOR EST QUAM IUSTISSIMUM BELLUM. PERDAMAIAN ITU(TETAP) LEBIH BAIK DARIPADA PERANG YANG PALING ADIL”
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Kekerasan telah menjadi bagian sah dan integral dari perjalanan hidup manusia sejak berabad-abad lamanya. Bahkan kekerasan itu dalam bentuknya yang paling genuine hadir berbarengan dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Dalam Alkitab, kitab suci umat kistiani, diceritakan terjadinya tragedi pembunuhan Kain terhadap Habil adik kandungnya sendiri hanya karena soal sepele, ada […]
“Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas” (Amsal 3:13,14)
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Dalam kehidupan praktis yang kita jalani sehari-hari kata “bahagia” lebih banyak dimaknai sebagai suatu kondisi tatkala seseorang mengalami keberuntungan, sukses dalam hidup, naik pangkat, merayakan ulangtahun, menjadi pengantin atau memperoleh anugerah anak pertama. Artinya “bahagia” lebih terarah pada hal-hal yang secara kasat mata bisa dlihat dengan jelas, yang real yang bisa […]
“DURA LEX SED LEX. HUKUM ITU KERAS TETAPI BEGITULAH HENDAKNYA HUKUM”.
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Hidup dalam sebuah dunia yang berbudaya dan berkeadaban pastilah bukan sebuah kehidupan yang liar tanpa kaidah, norma, aturan dan etik. Hidup yang buas yang berbasis “homo homini lupus” yaitu manusia yang satu menjadi mangsa manusia lainnya sudah tenggelam digerus dunia modern. Dalam dunia yang maju dan modern orang bisa dianggap arkhais […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




