Laporan Ericsson ConsumerLab: Rumah Tangga Bergeser Menuju Fixed Wireless Access Berbasis 5G

0
121

Laporan Ericsson ConsumerLab: Rumah Tangga Bergeser Menuju Fixed Wireless Access Berbasis 5G

 

*7 dari 10 rumah tangga dengan Fixed Wireless Access (FWA) 5G memilih teknologi ini sebagai pengganti penuh untuk konektivitas yang digunakan sebelumnya.

*Kepuasan jaringan untuk FWA 5G setara dengan fiber. Rumah tangga yang menggunakan FWA menunjukkan bahwa teknologi ini mengungguli solusi kabel dalam hal fleksibilitas, penyesuaian, dan kemudahan pemasangan.

*Laporan ConsumerLab tentang FWA 5G memberikan strategi positioning kepada Penyedia Layanan Komunikasi (CSP) berdasarkan nilai, performa, dan penyesuaian untuk menangkap pertumbuhan FWA 5G.

*3 dari 5 rumah tangga menyatakan ketertarikannya terhadap Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia.
Setengah dari rumah tangga di Indonesia bersedia untuk meningkatkan pembayaran konektivitas bulanan mereka untuk mengakses layanan FWA 5G.

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Ericsson (NASDAQ: ERIC) telah menerbitkan Laporan ConsumerLab terbaru yang mengungkapkan hasil survei persepsi konsumen terhadap Fixed Wireless Access (FWA) 5G.

Dalam sebuah studi global pertama yang mencakup 19 negara, 370 juta rumah tangga, dan mewakili 1,2 miliar penduduk, Ericsson ConsumerLab mengungkapkan temuan penting. Studi ini memberikan gambaran yang lengkap dan beragam tentang bagaimana pilihan dan pandangan konsumen terhadap FWA sebagai pilihan internet rumah tangga yang sedang berkembang.

Laporan ini menginformasikan alat yang dibutuhkan penyedia layanan untuk menangkap pertumbuhan FWA 5G dan merekomendasikan strategi positioning berbasis nilai, kinerja, dan penyesuaian untuk menangkap segmen rumah tangga yang berbeda dan mendorong adopsi FWA secara efektif.

Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa ada pergeseran pelanggan ke FWA dibandingkan dengan jenis konektivitas lainnya. Laporan ini menunjukan bahwa tujuh dari 10 rumah tangga yang menggunakan FWA 5G memilih teknologi ini sebagai pengganti tetap untuk konektivitas yang digunakan sebelumnya. Kemudahan ditekankan sebagai salah satu keunggulan utama FWA, menunjukkan bahwa FWA mengungguli solusi kabel dalam hal fleksibilitas, penyesuaian, dan kemudahan instalasi.

Baca juga  Inovasi Pendanaan Hijau Supernova Ecosystem Targetkan Konservasi 700 ribu Hektar dan Lapangan Kerja bagi 13.000 Masyarakat Adat

Minat terhadap FWA di Indonesia terbilang tinggi, terdapat hampir 3 dari setiap 5 rumah tangga yang menyatakan ketertarikannya terhadap teknologi ini. Lebih lanjut, setengah dari rumah tangga, bersedia meningkatkan biaya bulanan untuk mengakses layanan FWA 5G.

Studi ini juga menunjukkan bahwa rumah tangga menyatakan kepuasannya menggunakan FWA 5G dengan pengalaman layanan (termasuk waktu pengiriman, ketentuan kontrak, kualitas peralatan, dan level biaya) dibandingkan dengan pelanggan fiber optik. Namun, dalam hal kinerja jaringan (seperti kecepatan, jangkauan dalam ruangan, keamanan, dan kapasitas), tingkat kepuasan pengguna FWA 5G setara dengan pengguna fiber optik.

Data menunjukkan bahwa FWA lebih unggul dari solusi berkabel dalam hal fleksibilitas, penyesuaian dan kemudahan instalasi. Temuan ini menggarisbawahi potensi permintaan FWA untuk memenuhi kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan. Hal ini sangat diperlukan terutama di daerah pedesaan dan wilayah kepulauan di mana solusi kabel tradisional mungkin tidak dapat dilakukan.

FWA menawarkan sebuah kemudahan dengan kemampuan nirkabel dan investasi awal yang minimum. Keunggulan ini cocok untuk mengatasi masalah aksesibilitas dan memperluas cakupan ke daerah yang kurang terlayani untuk adopsi yang luas di pasar Indonesia.

Selain pemahaman tentang kondisi 4G dan 5G FWA dari perspektif rumah tangga, laporan ini mengungkapkan poin data tentang preferensi dalam memilih FWA dan hambatan yang menghalangi rumah tangga untuk memilih jenis konektivitas ini. Namun di Indonesia, satu dari setiap dua rumah tangga bersedia untuk menaikkan biaya bulanan mereka lebih dari 10% demi mendapatkan layanan FWA 5G. Hal ini menunjukkan kesiapan investasi yang signifikan dari konsumen Indonesia untuk mendapatkan opsi konektivitas yang lebih canggih.

Laporan ini mengidentifikasi enam segmen rumah tangga yang berbeda, masing-masing dengan tingkat minat dan kebutuhan yang berbeda-beda terhadap FWA. Segmen-segmen ini, termasuk pemburu harga, pencari paket bundling, peminat kapasitas tinggi, peminat konektivitas tinggi, pencari kemudahan, dan pengguna aktif seluler. Dengan demikian, laporan ini menawarkan wawasan berharga bagi penyedia layanan yang menargetkan preferensi konsumen yang berbeda.

Baca juga  Inovasi Pendanaan Hijau Supernova Ecosystem Targetkan Konservasi 700 ribu Hektar dan Lapangan Kerja bagi 13.000 Masyarakat Adat

John Yazlle, Head of Fixed Wireless Access, Ericsson Networks, mengatakan: “Saat ini FWA merupakan kasus penggunaan 5G terbesar setelah mobile broadband dalam hal penyerapan, dengan koneksi di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi 330 juta pada akhir tahun 2029. Pertumbuhan ini menghasilkan pendapatan tahunan penyedia layanan sebesar 75 miliar dolar AS. Hasil studi ini memvalidasi preferensi rumah tangga untuk broadband berkecepatan tinggi dan kemudahan yang mendukung adopsi FWA 5G. Adanya teknologi dan jaringan 5G merupakan momen yang tepat untuk menangkap peluang besar dan menjangkau lebih dari satu miliar rumah tangga dan perusahaan yang belum terlayani secara global.”

Di Indonesia, tahun lalu Ericsson berkolaborasi dengan Telkomsel dan Qualcomm untuk menggelar uji coba FWA 5G menggunakan spektrum frekuensi baru 3,5 GHz dan 26 GHz yang telah mendapatkan izin untuk keperluan uji coba dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel, Ericsson, dan Qualcomm bertujuan menghadirkan kapasitas 5G yang lebih optimal dengan fitur latensi rendah serta memperluas jangkauan jaringan 5G, yang mencakup wilayah pedesaan yang terpencil hingga area perkotaan padat penduduk.

Krishna Patil, Head of Ericsson Indonesia, mengatakan, “Temuan Ericsson ConsumerLab menegaskan pentingnya Fixed Wireless Access (FWA) sebagai solusi yang lebih efisien, karena tidak memerlukan kabel fisik dan pembangunan infrastruktur yang besar. Kami percaya teknologi ini dapat mendukung upaya pemerintah untuk menyediakan koneksi internet ke wilayah terpencil dan pedesaan. Sebagai pemimpin ICT global, Ericsson berkomitmen menyediakan teknologi terkini, termasuk jaringan FWA untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur digital Indonesia.”

Unduh laporan: Ericsson ConsumerLab report: Capturing the 5G FWA opportunity – A household view

Baca juga  Inovasi Pendanaan Hijau Supernova Ecosystem Targetkan Konservasi 700 ribu Hektar dan Lapangan Kerja bagi 13.000 Masyarakat Adat

CATATAN UNTUK EDITOR:

Ericsson Fixed Wireless Access

IKUTI KAMI:

Berlangganan siaran pers Ericsson di sini

Berlangganan artikel blog Ericsson di sini

https://www.facebook.com/ericsson

https://www.linkedin.com/company/ericsson

INFORMASI SELANJUTNYA DI:
Ignes Messyta

Head of Communications Ericsson Indonesia

+628119149258

Email: ignes.messyta@ericsson.com

Tentang Ericsson:

Ericsson memungkinkan penyedia layanan komunikasi dan perusahaan untuk mendapatkan nilai penuh dari konektivitas. Portofolio perusahaan mencakup area bisnis berikut ini: Jaringan, Perangkat Lunak dan Layanan Cloud, Solusi Nirkabel Perusahaan, Platform Komunikasi Global, serta Teknologi dan Bisnis Baru. Hal ini dirancang untuk membantu pelanggan kami menjadi digital, meningkatkan efisiensi dan menemukan aliran pendapatan baru. Investasi inovasi Ericsson telah memberikan manfaat mobilitas dan broadband seluler kepada miliaran orang di seluruh dunia. Saham Ericsson tercatat di Nasdaq Stockholm dan Nasdaq New York. www.ericsson.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here