Pendiri Komunitas “Pemimpin” & Tokoh  Muda Papua, Olvah Alhamid:  Saatnya Generasi Muda Indonesia Bersatu Memperjuangkan Perubahan

0
348

Ket. Foto Utama: Olvah Alhamid (Founder Komunitas “Pemimpin” )

 

Pendiri Komunitas “Pemimpin” & Tokoh  Muda Papua, Olvah Alhamid:  Saatnya Generasi Muda Indonesia Bersatu Memperjuangkan Perubahan

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Komunitas “Pemimpin” mengadakan Diskusi dan Bukber dengan tema”Pentingnya Suara Generasi Muda Indonesia: Saatnya Generasi Muda Indonesia Bersatu Memperjuangkan Perubahan’, di 69 Street Cafe, Pasar Minggu, Jakarta (08/04/23). Sekitar 70 orang anak-anak muda yang mayoritas dari Papua tampak antusias mengikuti diskusi dan bukber ini.

 

Tampil sebagai pembicara utama adalah Finalis Putri Indonesia 2015 dan Putri Intelegensia Indonesia Syarifah Olvah Bwefar Alhamid yang juga kader NasDem. Pembicara lain adalah Fahmi Alaydrus (Praktisi Migas), Arman Asso (Aktifis Papua), Inna Habibah (Dosen PTIQ & Fasilitator ABN) dan Sepri Latifan (Co-Founder Pemimpin dan Ketua FKHN).

Dalam kata sambutannya, Olvah Alhamid selaku Founder Komunitas “Pemimpin” menyatakan,“Generasi Muda harus peduli pada situasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Generasi muda harus terus memainkan peran penting dalam perjuangan kebangsaan untuk menjamin kemajuan negara dan bangsa di masa yang akan datang khususnya dalam hal memilih calon pemimpin Indonesia dan calon-calon wakil rakyat masa depan. Generasi muda tidak boleh apatis, apolitis dan buta politik.

Tegas Olvah lebih lanjut,”Generasi muda, atau Generasi zaman now, atau Generasi milenial adalah pilar dan tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Generasi muda adalah komponen penting untuk perubahan sebuah bangsa. Tiga peran penting Generasi muda yang harus dilakukan adalah peran sebagai Agen Pembangunan, Agen Perubahan, dan Agen Pembaharuan. Generasi muda Indonesia saat ini harus selalu terlibat dalam proses politik untuk menentukan arah masa depan bangsa dan turut mengawal proses Demokrasi di tanah air. Karena itu, saya selalu mendorong generasi muda untuk berani berpolitik. Saya proaktif menyuarakan pentingnya keikutsertaan pemuda dalam pemilihan umum (Pemilu). Karena setiap suara yang diberikan oleh kaum muda, sangat berarti untuk melakukan perubahan.

Olvah Alhamid yang berasal dari Fakfak, Papua, melalui forum diskusi ini mengajak para pemuda untuk berani ambil bagian dalam dunia politik. “Siapapun bisa berpolitik. Banyak yang beranggapan, untuk terjun ke politik harus punya uang yang banyak. Saya tidak setuju. Tidak harus kaya untuk berpolitik. Saya di Nasdem, tidak harus membayar mahar atau ongkos politik apapun. Semua bisa bergabung kalau mau.”pungkas Olvah Alhamid.

Baca juga  Jimmy Bernando Panjaitan (Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT): BPODT Dukung Film "Harta,Tahta, Wanita Boru ni Raja" untuk Perkembangan Wisata  Danau Toba dan Adat Batak

Momen Pemilu inilah generasi muda harus mengambil peran. Generasi muda tidak boleh berdiam diri dan bersikap tak acuh, tidak boleh menjadi generasi muda apatis.

Curhat Olvah lagi,”Saya sendiri bukan orang kaya seperti ibu Susi Pudjiastuti yang memiliki pesawat terbang. Saya berteman dengan beliau, tapi saya orang biasa saja. Saya hanya punya keinginan untuk membawa perubahan yang baik untuk masyarakat Papua,”

Olvah Alhamid yang lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia ini menyatakan cita-cita dan harapannya adalah untuk melakukan perubahan untuk Papua. Karena itu Ia pun memberanikan diri terjun ke politik lewat Partai Nasdem.Karena melalui jalur politiklah melalui penyalegan dirinya sebagai Bacaleg DPR, Olvah yakin bisa melakukan perubahan.

Olvah menyatakan, bidang kesehatan dan pendidikan, dua hal tersebut yang bakal jadi fokusnya jika dirinya mendapat kepercayaan dari masayarakat Papua.

“Angka kematian ibu melahirkan di Papua masih sangat tinggi. Saya tidak mau lagi ada mama mama Papua yang harus kehilangan nyawa karena kurangnya fasilitas kesehatan,”Tegas Olvah

Di bidang pendidikan, Olvah berjanji akan memperjuangkan nasib guru honorer yang kurang mendapatkan penghargaan atas jasa besar mereka.

“Di Papua masih banyak guru honorer yang kurang dihargai. Padahal, peran guru bagi pendidikan sangat penting untuk kemajuan masyarakat,” Ungkap salah satu Puteri Terbaik Papua yang juga mempunyai cita-cita menjadi seorang menteri ini.

Melalui kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Pemimpin ini, Olvah berharap para generasi muda penerus bangsa ini mau mempertajam pengetahuan dan wawasan politiknya sehingga terhindar dari budaya-budaya politik yang buruk dan tidak sehat.

Olvah menegaskan kembali,”Pentingnya suara generasi muda Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan suara anak-anak muda Indonesia yang tidak digunakan untuk memilih. Jadi ini bukan kegiatan Partai Politik, ini komunitas yang saya bangun bersama saudara-saudara saya di Komunitas Pemimpin ini Pemuda Indonesia memilih pintar. Jadi kita harus menjadi pintar untuk menggunakan hak pilih suara kita untuk memilih Capres, Cawapres dan wakil rakyat yang tepat menurut kita. Jangan sampai kita semua memilih untuk tidak memilih karena kita sudah apatis dengan politik akhirnya wakil-wakil rakyat, orang yang terpilih adalah orang-orang yang salah. Nanti kita mau komplain kemana kalau kita tidak menggunakan hak pilih kita.

Baca juga  Welly Rey Ketua DWS USA Harapkan Kehadiran Gubernur dan Bupati-Walikota di Sulut Expo & TTI Forum New York

“Kita tidak tahu apakah orang yang terpilih nantinya merupakan orang yang baik atau tidak. Tapi dengan memberikan suara kita, itu merupakan sebuah usaha untuk membuat perubahan ke arah yang baik,” kata Olvah.

Olvah Alhamid berharap,” Dalam Politik, kita jangan menyerang personalnya, yang sportif sajalah. Apapun perbedaan pilihan kita jangan jadikan itu alasan untuk saling bermusuhan. Berbeda suara, berbeda pilihan itu wajar kenapa dijadikan musuh, itu tidak perlu. Jadi misalnya saya mendukung Pak Anies Baswedan, mungkin anda mendukung Pak Prabowo itu silahkan. Kenapa kita harus bermusuhan hanya karena kita memilih mereka yang pilihan kita. Jadi tolong yang saya sangat harapkan untuk kedepan tahun 2024 tolong aman dan damai, tolong sportif apapun pilihan partainya atau tidak partai, siapapun pilihan Capres, Cawapres dan wakil rakyatnya silahkan yang penting tolong sportifitasnya dijunjung tinggi.

Tentang program-program atau agenda-agenda yang akan diprioritaskan Olvah seandainya terpilih menjadi wakil rakyat, Olvah menjelaskan lebih lanjut,”
“Saya banyak program, -program sudah ada, saya hanya meminta doa restu dari adik, kakak dan saudara semua yang ada disini. Dukung saya untuk membuat perubahan terutama untuk daerah saya Papua, mungkin saya akan maju dari Papua Barat, Papua Barat Daya atau Papua Barat Tengah itu masih ada keputusan partai didalam situ. Saya mohon doa restunya, yang pasti sudah ada program-program yang akan saya kasih tahu di waktu yang tepat.”jelas Olvah lagi.
Karena itu, Pungkas Olvah lagi,”
Saya tidak akan duduk diam. Itu salah satu motivasi kenapa saya masuk ke politik karena sudah menjadi saksi bisu terlalu lama. Kalau semua orang baik diam, orang jahat tidak akan terkikis. Jadi orang baik itu harus masuk politik. Politik itu tidak busuk, yang busuk itu oknum-oknumnya. Setiap kebijakan setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup kita setiap hari itupun politik. Suka tidak suka itu politik, jadi kita yang bedanya itu praktisi dan tidak praktisi. Saya pasti akan memperjuangkan apapun yang menjadi masalah di Papua sana maupun dari Sabang sampai Merauke yang menurut saya perlu perlakuan khusus. Kenapa saya mau masuk politik, saya harap saya bisa untuk mengawasi jalannya kebijakan-kebijakan yang seharusnya berjalan dengan baik yang selama ini mungkin kurang pengawasan saya mengawasi juga dengan saudara-saudara saya di 2024 nanti Insya Allah.

Baca juga  Soraya Togas Sekjen Duta Wisata Sulut: Kami Rutin Adakan Promosi Pariwisata Sulut Tingkat International

Kita manusia mau berjuang, belajar dan bertaruh apapun itu hanya 0,1% saja yang bisa kita putuskan. 99,9% itu adalah Tuhan, saya hanya yakin itu. Kalau Tuhan takdirkan saya duduk di DPR RI pasti saya akan jadi, kalau Tuhan tidak takdirkan pasti Tuhan akan kasih yang lebih baik. Mau money politic mau tiba-tiba serangan fajar itu saya tidak peduli karena saya yakin sama Allah saya, saya yakin sama Tuhan saya. Kalau saya disuruh Allah untuk jadi maka saya bisa jadi. Orang mau bagaimanapun mau potong saya kanan kiri, mau cut saya kanan kiri tapi kalau Allah sudah jadikan pasti jadi. Jadi saya tidak akan peduli dengan hal-hal itu, saya hanya untuk berusaha, berikhtiar dan berdoa. Untuk hasilnya itu adalah hadiah dari Tuhan. Saya jadi adalah bonus, kalaupun saya tidak jadi saya yakin Allah berikan yang terbaik dan yang lebih baik lagi.”

Tentang dukungannya pada Anies Baswedan sebagai Presiden, Olvah menyatakan,”Pak Anies ini sangat sederhana, Bapak itu sosok pemimpin yang sangat sederhana. Saya waktu pertama kali bertemu beliau, beliau ambil makanan memberikan kepada saya dan semua orang yang duduk di ruangan itu. Dan ternyata beliau lakukan ini setiap saat. Beliau duduk dengan saya dan mengobrol itu seakan-akan beliau bukan Capres. Orang mengira saya kenal beliau saat masuk Nasdem, jauh sebelumnya saya sudah kenal beliau sekitar 2020-2021. 3 tahun yang lalu saya sudah kenal beliau sehingga saya bicara beliau itu personal. Karena saya kenal beliau secara personal bukan hanya baru sekarang saja. Beliau itu luar biasa baiknya dan bijaksananya luar biasa. Beliau berbicaranya lembut sekali orangnya dan beliau itu kalau mendengarkan orang berbicara dia akan mendengarkan dan ditampung benar-benar. Beliau akan ingat semua nama yang bertemu, saya tidak tahu bagaimana memori otaknya tapi sungguh luar biasa sekali sosok beliau.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here