Komunitas Single For Christ Gelar Retret “Karakter Kristiani”

0
32

Komunitas Single For Christ Gelar Retret “Karakter Kristiani”

Jakarta,. Suarakristen.com

Pada hari Jumat sampai dengan Minggu tanggal 1-3 Juni 2022 diadakanlah sebuah retret tentang ‘Karakter Kristiani’ bersama komunitas Single For Christ secara online dan offline.Pada sesi 1 diadakan secara online hari Jumat tanggal 1 Juni 2022 dibawakan oleh Aubert Purwadi dengan tema ‘Karakter Kristiani’.

Karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran,perilaku,budi pekerti,dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.Karakter berguna dalam aspek kehidupan karena menjadikan orang berintegritas,berpengaruh dan menjadi saksi Kristus yang efektif.Kata karakter dalam Alkitab berasal dari kata Yunani yang berarti alat ukir atau alat pemahat.Karakter menurut Alkitab ialah menjalani kehidupan kita dihadapan Allah,takut hanya kepada Allah,dan berusaha hanya menyenangkan Tuhan,tidak peduli bagaimana perasaan kita,atau apa yang mungkin akan dikatakan atau dilakukan orang lain.Ada beberapa macam karakter yaitu penuh perhatian,hidup miskin dan sederhana,hidup kaya tanpa ketamakan,berani,penuh pertimbangan,tegas,berbelas kasih,tidak butuh ketenaran,tahan godaan,selalu puas dan bersyukur,pemaaf,rendah hati,penyabar,sanggup dianiaya dan tulus hati.Ada jenis-jenis emosi adalah cinta,benci,takut,marah,malu,dengki,cemburu,gembira,terkejut dan sedih.Biasanya emosi ini menunjukkan sebuah evaluasi diri atau adanya perasaan yang merugikan.Cara mengendalikan emosi ialah berhitung,tarik nafas yang dalam dan lembut,berolahraga,lakukan relaksasi otot,cari kata atau frasa yang menenangkan,mendengarkan music,coba sesuatu yang berbeda,jangan bicara,tenangkan diri,berhenti sejenak dari aktivitas,tuliskan kekhawatiran diri kita sendiri dan konseling.Tetapi mengherankan sekali betapa Alkitab selalu menekankan secara terbalik,yaitu otak seharusnya bekerja lebih dahulu sehingga dapat mengontrol kerja emosi manusia.Manusia harus dalam kesadaran,mengatur seluruh kehidupannya.Manusia adalah thinking being atau makhluk yang berpikir.Ternyata ada beberapa sumber yang menggerakkan pikiran manusia,dan sumber yang paling dapat dipakai secara bertanggungjawab hanyalah si aku yang sejati (ego manusia yang sesungguhnya)yaitu roh,yang bagi orang percaya adalah bagian inti hidup yang sudah dilahir barukan oleh Roh Kudus.Hati nuraninya akan menjadi tahta Roh Kudus sehingga dapat menghadirkan suara Roh Kudus (Ibrani 9:14).

Sesi 2 dengan tema ‘Rendah Hati’ dibawakan oleh Richie.Kerendahan hati adalah salah satu ajaran dan teladan dari Tuhan Yesus Kristus agar kita dapat meneladankan dia untuk menjadi orang yang rendah hati.’Dia membawa ke bawah orang Perkasa,takhtanya,dan mengangkat yang rendah’.Kerendahan hati mungkin cukup sulit diketahui.Untuk mencapai kerendahan hati sebagai karakter kristiani sejati adalah terus belajar,ingin mendengarkan orang lain,mempercayai rencana Allah dan akan datang,kehadiran campur tangan Tuhan dalam kesuksesan diri sendiri dan bersabar.

Sesi 3 pada hari Sabtu tanggal 2 Juni 2022 diadakan secara online dan dibawakan oleh Timothy John Aller dengan tema ‘Keberanian’.Misal:takut akan masa depan yang tidak tahu seperti apa,takut tidak memiliki pasangan hidup,takut di PHK,dan lain sebagainya.Sering kali kita salah mengartikan keberanian.Tidak mau mengalah,menurut,menyerah,mengotot.Tentunya keberanian kita juga harus berdasarkan kebenaran firman dan tuntunan Roh Kudus.Orang yang berani bertindak dan berjalan sesuai firman dan tuntunan Roh Kudus.Untuk itu kita perlu mengambil sikap yang benar,agar kita tidak diperdaya oleh iblis terus menerus.Sebab keberanian bukan tentang yang benar atau yang salah,tetapi menempatkan kembali kebenaran pada tempatnya.Keberanian harus di imbangi dengan kerendahan hati dan kebijaksanaan.Tanpa hubungan dengan-Nya kita tidak akan pernah berani melakukan kebenaran maupun kehendak-Nya.Ingat ada Tuhan yang beserta kita.

Baca juga  Banjir yang melanda Kabupaten Malaka dan Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Telah Surut

Sesi 4 dibawakan oleh Shannen Bonfilio dengan tema ‘Marah’.Kadang kita menghadapi tantangan dan badai hidup yang dapat menggoyahkan iman kita.Saat melewati hari-hari yang sulit itu,membaca firman dapat menguatkan kita untuk terus berjuang di dalam Dia.Semua orang di dalam dunia ini pernah mengalami dan berkenalan dengan apa yang di sebut sebagai kemarahan entah memarahi atau di marahi baik dalam hubungannya dengan Tuhan,sesama maupun diri sendiri.

Ada begitu banyak orang kristiani yang berpandangan bahwa kemarahan itu adalah sebuah dosa (walaupun bukan sebuah dosa besar)dan juga lebih memandang positif orang yang kelihatannya tidak pernah marah (jarang marah)atau pandai menyembunyikan amarahnya dari pada orang yang kelihatan atau di ketahui amarahnya.Mungkinkah ayat-ayat seperti Mazmur 37:8 dan Kolose 3:8 membicarakan dan melihat kemarahan sebagai suatu dosa yang harus di buang dan di hindari?Begitu besarnya amarah-Nya sehingga lebih tepat di katakan sebagai ‘murka’.2 Samuel 6:7:’Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza,maka Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu.Ia mati di sana dekat tabut Allah itu’.Markus 3:5:’Ia berduka cita karena kedegilan mereka,dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya…….’.Rupanya kemarahan tidak di identikkan dengan dosa tetapi di lihat sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan (penyebab)dosa,atau dosa di lihat sebagai akibat dari kemarahan.Berdosa atau tidaknya suatu kemarahan tidak terletak pada kemarahan itu sendiri tetapi pada hal-hal yang di kaitkan dan di kenakan pada kemarahan itu.Jika kemarahan itu bersifat situasional/kondisional maka kemarahan itu akan menjadikan seseorang menjadi ‘orang yang marah’,tetapi jika kemarahan itu bersifat substansial dalam diri seseorang maka ia akan menjadikan orang tersebut menjadi seorang ‘pemarah’.’Orang yang marah’ lebih di lihat sebagai sesuatu yang natural dan wajar sedangkan ‘pemarah’ lebih menunjuk kepada sesuatu yang bersifat permanen di mana orang tersebut mempunyai hobi marah dan karena demikian ia akan cepat marah (walaupun tanpa alasan yang tepat)sesuai dengan hobinya.Sifat semacam inilah pada Amsal 19:19 yang berbunyi:’Orang yang sangat cepat marah akan kena denda,karena jika engkau hendak menolongnya engkau menambah amarahnya’.Yakobus 1:19:’……..setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar,tetapi lambat untuk berkata-kata,dan juga lambat untuk marah’.Jadi kemarahan itu dapat menjadi dosa jika kemarahan itu bersifat substansial dalam diri seseorang (yang menjadikannya seorang pemarah)dan bukan karena sifat kondisional/situasional.Lebih jelasnya adalah ‘kepada siapakah amarah itu di tujukan?’Amarah itu akan menjadi atau mendatangkan dosa jika amarah itu di arahkan pada sasaran atau obyek yang keliru,demikian pula sebaliknya amarah itu bukanlah merupakan sebuah dosa jika amarah itu di arahkan pada sasaran atau obyek yang benar.Contohnya adalah kemarahan Yesus dalam Markus 3:5.Kemarahan Yesus dalam Markus 10:14 juga di akibatkan oleh murid-murid yang tidak memperbolehkan anak-anak kecil datang kepada-Nya.Demikian pula dengan kasus Yesus menyucikan Bait Allah.Dengan demikian kita dapat berkesimpulan bahwa kemarahan Allah dan Yesus adalah kemarahan yang bersasaran tepat di mana kemarahan mereka di arahkan kepada dosa (orang berdosa).Jadi sasaran yang tepat dari suatu kemarahan tidak hanya mengakibatkan kemarahan itu tidak mendatangkan atau menjadi dosa,tetapi juga menjadikannya menjadi kemarahan yang suci/kudus.Kemarahan-Nya yang lain yang tidak kalah hebat adalah kemarahan yang tercatat dalam Matius 23:13-26 yang salah satunya menyebut ahli-ahli Taurat dan orang Farisi sebagai keturunan ular beludak (ayat 23).Sekali pun demikian kemarahan itu bukan dosa karena kemarahan itu di tujukan pada dosa (orang berdosa).Jika amarah anda tidak di tujukan pada dosa,ketidakberesan,kemunafikan dan hal-hal negatif lainnya maka anda berdosa/menjadikan amarahmu menjadi sebuah dosa.Jika anda melihat ketidakbenaran,dosa,kemunafikan dan kejahatan dan itu tidak sempat mengusik amarahmu,maka anda berdosa (bandingkan Yehezkiel 3:16-21),sedangkan jika anda melihat kasih,kebaikan,ketulusan dan keluhuran lalu anda menjadi marah,maka anda berdosa karena amarahmu adalah amarah yang salah sasaran/obyek dan tidak layak.Jadikanlah amarahmu menjadi amarah yang kudus dengan mengarahkan amarahmu pada sasaran yang tepat yaitu pada dosa,kejahatan,kemunafikan,ketidakadilan dan hal-hal negatif lainnya.Motif selalu berbicara tentang ‘mengapa’ sedangkan tujuan selalu berbicara tentang ‘untuk apa’.Motif itu selalu berada di belakang persoalan,sedangkan tujuan selalu berada di depan persoalan.Motif berbicara tentang ‘mengapa saya minum obat?’(jawabannya adalah karena saya sakit)sedangkan tujuan berbicara tentang ‘untuk apa saya minum obat?’(jawabannya adalah supaya saya sembuh).Ketika kita mulai berbicara tentang motif dan tujuan kemarahan,maka sebenarnya kita sementara berbicara tentang ‘mengapa kita marah’ dan ‘untuk apa kita marah’.Mengapa ada amarah yang suci?Berbuat dosa sama artinya dengan mengangkat sebuah senjata,mengarahkannya secara tepat dan menembakkannya dengan telak ke arah pusat kesucian Allah.Kesucian-Nya telah mendorong-Nya untuk memarahi atau murka terhadap setiap penyerangan maupun penyerang kesucian-Nya itu.Kasih itu membuat kita tidak ingin agar yang di marahi itu tidak tetap hidup di dalam dosa.Ia marah bahkan benci terhadap dosa tetapi mengasihi orang berdosa.Jadi kasih juga harus menjadi motif yang benar dari amarah kita.
Sesi 5 pada hari Minggu tanggal 3 Juni 2022 di adakan secara offline bertempat di Pantai Indah Kapuk dan dibawakan oleh Aubert Purwadi dengan tema ‘Karakter Penyerahan Diri’.Khawatir tidak akan mengubah kenyataan;ia juga tidak menambahkan apa-apa pada kehidupan kita.Maka kehidupan seorang kristiani di luar dari Yesus menjadi seperti ranting yang tidak menghasilkan buah apabila ia terpisah dari pohonnya.Hidup yang berserah membebaskan kita dari banyak khawatir dan kesengsaraan yang sebenarnya tidak perlu,dan memberikan damai sejahtera yang indah dalam hati kita.Tuhan kita adalah Allah yang maha kuasa,yang dapat menyanggupi segala sesuatu.Tidak seperti kita,Allah tidak dapat menyangkal firman-Nya.Allah Bapa kita di surga mengasihi,menyayangi,dan memperhatikan kelemahan-kelemahan kita.Begitu juga sungguh-sungguh mengerti kemahakuasaan,kesetiaan dan kemurahan Allah,kita dapat menyerahkan segala hal kepada-Nya dan tetap bertahan dalam iman yang tidak pernah goyah.Penggenapan janji Allah bergantung pada penyerahan kita.Kita harus mengambil langkah pertama dan menaruh kepercayaan sepenuhnya di dalam Dia;Allah akan mengaruniakan janji-Nya kepada kita menurut ukuran iman kita.Hasil yang anda akan terima adalah penggenapan janji-janji-Nya dalam kehidupan Anda sehari-hari.
Sesi 6 di bawakan oleh Edwin Rieza dengan tema ‘Hati Yang Selaras Dengan Kristus.Jauh didalam lubuk hati,setiap manusia pasti ingin sukses dan mencapai titik paling maksimum dalam hidupnya.Tapi ada pula sebagian orang yang di tengah keberhasilannya masih ada merasa sesuatu yang kurang.Maksimal dalam memberi dampak positif dan menjadi berkat bagi sesama.Bila passion kita selaras dan menyatu dengan rencana Allah,maka tidak akan ada yang sanggup menahan laju kita.Itu membuat manusia mampu melakukan banyak hal sesuai dengan kapasitas dan kemauannya untuk berusaha.Sebuah hasrat kuat yang keluar dari hati untuk melakukan dan mengejar sesuatu,serta mendorong kita untuk hidup di dalamnya.Tanpa passion,kita hanya akan seperti mesin yang melakukan sesuatu secara berulang namun tanpa ‘kehidupan’ di dalamnya.Passion membuat kita bekerja dengan happy dan tanpa paksaan.Tidak terkecuali kita.Pertanyaannya adalah apakah passion kita telah selaras dengan rencana Bapa?Tetapi bila tidak sama,maka kita akan mengalami pergolakan batin.Lalu bagaimana agar passion kita selaras dengan rencana-Nya?Tetapi sayangnya manusia jatuh dalam dosa sehingga harus terpisah dari Allah dan kehilangan kemuliaan Allah.Namun meski kita telah membuka hati bagi Dia,Tuhan tidak akan pernah ‘merasuki’ kita,tetapi Tuhan mau bersekutu dan memenuhi kita dengan Roh Kudus-Nya.Tujuannya adalah agar kita bisa hidup dalam penggenapan rencana-Nya yang semula,yaitu ketika kita di jadikan oleh-Nya.Namun di sisi lain,kita juga memiliki impian dan passion sendiri yang tanpa kita sadari kadang bertentangan dengan rencana Bapa.Misalnya,kita sangat ingin menjadi entrepreneur sukses tetapi sesungguhnya Tuhan ingin kita mengambil profesi atau jalan yang lain.Memang tidak mudah bila harus melepaskan passion dan impian kita,apalagi bila kita telah mempertaruhkan banyak hal demi bisa meraihnya.Namun percayalah bahwa ada berkat dan kemuliaan di dalam penyerahan dan ketaatan.Ada tanggung jawab yang harus di selesaikan.Tetapi jangan gentar dan khawatir.Pada-Nya ada hikmat dan pertolongan.Bila iman kita semakin bertumbuh,maka semakin mudah pula bagi kita untuk menyerah dan taat pada kehendak-Nya.Setiap detail kehidupan yang telah kita jalani,bahkan sekali pun itu sebuah kesalahan,tetap bisa menjadi ‘bahan baku’ bagi Allah untuk mengubah masa depan kita bila kita mau berserah dan taat kepada-Nya.Ibarat sebuah kereta api,ia hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal dan tiba di tujuan yang benar jika berada di REL YANG TEPAT dan ARAH YANG BENAR.Kita di selaraskan dengan Tuhan dalam segala hal.Semakin kita intim dan mengenal Dia,maka kita akan memiliki hati dan pikiran-Nya.FROM THE INSIDE OUT.Maka seperti kereta api yang berada di rel dan arah yang tepat,kita akan melaju bersama Tuhan mencapai tujuan demi tujuan yang telah di tetapkan oleh Tuhan bagi kita sejak kita di jadikan.Tantangan pasti ada,tetapi jangan pernah menyerah.Tidak ada yang dapat mengalahkan kita.Selalu hidup dalam keintiman bersama Tuhan,dan pastikan bahwa passion dan impian kita selalu selaras dan menyatu dengan rencana Allah.Teruslah hidup di dalamnya dan lakukan semuanya di dalam kasih kepada Bapa.Bila itu memang kehendak Allah,maka cepat atau lambat pasti akan menghasilkan buah!

Baca juga  Hajatan Peresmian gedung baru dan Pengajian Majelis Syekh Ali Bin Abdullah Baras diadakan oleh Habib Haikal Hasan

(Susan Sandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here