Indonesia Mampu Buktikan Thesis Samuel Huntington Clash of Civilization Salah

0
433

Indonesia Mampu Buktikan
Thesis Samuel Huntington Clash of Civilization Salah

Jakarta, Suarakristen.com

Ahli Budaya Prof. Dr. Robert W. Hefner menyatakan keragaman budaya dan toleransi yang dimiliki Indonesia mampu membuktikan pernyataan Samuel Huntington salah. Huntington menggambarkan tidak ada sinergi lintas peradaban.

“Jadi tidak ada jembatan antara kebudayaan. Padahal Indonesia sebagai negara sangat luar biasa, memiliki banyak kelebihan, sehingga tesis Huntington itu salah,” kata Hefner, Antropolog dari Boston University di Jakarta Geopolitical Forum V (21/10) yang diselenggarakan Lemhannas.

Indonesia menurut Hefner merupakan negara yang luar biasa di tengah kerumitan dunia, namun sering diabaikan bahkan oleh orang Indonesia sendiri.

Setidaknya ada tiga analisis Hefner bahwa Clash of Civilization sepenuhnya salah dan bisa dibantah oleh masyarakat Indonesia. Pertama, Indonesia dapat membuktikan kolaborasi dapat terjadi antara institusi keagamaan dan pemerintahan. Sebaliknya, Amerika Serikat sangat percaya bahwa kunci keberhasilan demokrasi adalah pemisahan kedua institusi tersebut.

Menurut Hefner, Indonesia menjadi contoh kolaborasi yang tepat dalam sistem pluralisme. Bagi Hefner, agama tidak hanya berkontribusi tapi juga meningkatkan dan menguatkan demokrasi, kerakyatan, kebhinekaan. “Inilah kolaborasi yang digambarkan pada Kementerian agama, kementerian pendidikan, dan kementerian pertahanan dan TNI,” kata Hefner. Dengan demikian, tidak harus ada pemisahan antara negara dan agama untuk demokrasi.

Alasan kedua, muslim, pendidik, dan pemimpin politik mampu menjadikan contoh kolaborasi yang baik bagi masyarakat dan dunia. “Indonesia jadi contoh kolaborasi yang tepat dalam sistem pluralisme,” lanjut Hefner. Agama berkontribusi meningkatkan dan menguatkan demokrasi dan kerakyatan. “Agama dan negara bekerja dengan baik melalui Pancasila dan ke-bhinekaan,” tutur Hefner di hadapan peserta daring.

Alasan ketiga, angkatan bersenjata Indonesia berperan positif dalam kembalinya negara ke sistem demokrasi. Hefner membandingkan militer Indonesia dan Mesir pada 1998 dan Arab Spring 2010. Ternyata komando angkatan bersenjata Indonesia dapat bertindak dengan bijaksana. Militer Indonesia mendukung reformasi pemilu dan legislative. “Inilah kontribusi penting bagi keberhasilan transisi demokrasi Indonesia,” lanjut Hefner.

Baca juga  Usung Konsep The Real Skin Reset, SKINTIFIC Hadirkan Inovasi Retinol Duo untuk Regenerasi Kulit Optima

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo meyakini forum JGF ini akan membentuk objektivitas suatu sistem geopolitik bahwa peradaban dunia mampu membawa manfaat yang lebih baik.
The 5th Jakarta Geopolitical Forum 2021 yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis dan Jumat, 21 dan 22 Oktober 2021, pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB juga menghadirkan sepuluh narasumber terkemuka yang berasal dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Prancis dan Indonesia.

**”

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here