Posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Di-TakeOver oleh Gadis 16 Tahun Selama Sehari di Program #GirlsTakeOver

0
488

 

 

Posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Di-TakeOver oleh Gadis 16 Tahun Selama Sehari di Program #GirlsTakeOver

 

  • Kemitraan antara AstraZeneca dan Plan International dalam inisiatif global #GirlsTakeover memberikan peluang bagi gadis remaja mengambil alih posisi pimpinan di kantor AstraZeneda di 17 negara di seluruh dunia lewat amplifikasi gerakan #GirlsBelongHere
  • Pengalaman Zakiah, gadis remaja 16 tahun menggantikan posisi presiden direktur AstraZeneca Indonesia selama sehari membuahkan seruan kepada remaja perempuan Indonesia untuk mampu menjadi pemimpin masa depan yang peduli terhadap kesehatan bangsa

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl yang jatuh pada tanggal 11 Oktober lalu, AstraZeneca, turut mengamplifikasi inisiatif global #GirlsTakeover yang dipelopori oleh organisasi nirlaba Plan International. Inisiatif tersebut diadopsi secara mendalam oleh AstraZeneca di seluruh jaringan globalnya dalam sebuah kampanye bertajuk #GirlsBelongHere, yang  berupaya mempromosikan inklusi serta membangun kesadaran karyawan, keluarga dan komunitas AstraZeneca akan pentingnya menjunjung kesetaraan gender dan memahami hambatan yang dihadapi oleh generasi muda, khususnya remaja perempuan, sehingga mereka dapat mengambil peran aktif dalam mengadvokasi perempuan muda agar dapat terus menggali potensi yang mereka miliki.

Sejalan dengan misi tersebut, Indonesia adalah salah satu dari 17 negara operasi AstraZeneca dimana #GirlsTakeOver dilaksanakan. Di 17 kantor AstraZeneca yang tersebar di seluruh dunia ini, lebih dari 42 gadis terpilih mengambil alih posisi penting di kantor AstraZeneca selama sehari, termasuk posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia. Untuk kesempatan sekali seumur hidup ini, seorang anak perempuan berusia 16 tahun dari Jakarta Utara bernama Zakiah terpilih sebagai finalis #GirlsTakeOver dari Young Health Programme dan pada 8 Oktober 2021, Zakiah telah mengambil alih peran Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama satu hari.

Berbagi cerita tentang pengalamannya memimpin perusahaan farmasi global, Zakiah berkata: “Selama sehari mengambil alih posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, saya melihat bahwa AstraZeneca Indonesia sudah mengimplementasikan kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif. Tentunya hal ini patut diterapkan di perusahaan lainnya. Sebagai kaum muda, saya ingin mengajak kaum muda lainnya ikut percaya diri terhadap kemampuan yang kita miliki dan berani berbicara tanpa melihat gender sebagai pembatas, demi membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Besar harapan saya masyarakat turut berkontribusi serta bersinergi bersama untuk terus mendukung dan menyuarakan kesetaraan gender agar semua mendapat keadilan dan kebebasan yang sama,” kata Zakiah.

Baca juga  Nasional Corruption Watch (NCW): Korupsi dan Suap Merajalela Pasca Pemilu 2024, Mafia Hukum Adu Domba APH

Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan: “Inklusivitas dan keberagaman adalah budaya yang kita junjung di AstraZeneca Indonesia, dimana kesetaraan gender memainkan peran penting. Kami berharap keterlibatan karyawan kami dalam kampanye #GirlsBelongHere tahun ini dapat memperkuat prinsip inklusivitas tersebut, dan bagi remaja perempuan terpilih yang mengikuti #GirlsTakeOver di AstraZeneca mendapatkan pengalaman yang membekalinya untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.  Sebagai Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, saya bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini dan saya berharap melalui program i#GirlsTakeOver ini, Zakiah mendapatkan pelajaran dan inspirasi tentang kepemimpinan, inklusivitas, dan pemberdayaan, serta dapat mencapai potensi semaksimal mungkin di masa depan.”

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan International Indonesia, menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama AstraZeneca Indonesia bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi remaja perempuan untuk menyuarakan pendapat dan gagasan mereka serta mengasah kemampuan kepemimpinan.

“Inisiatif #GirlsTakeover bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak perempuan untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri mereka untuk menjadi pemimpin masa depan negara ini. Selama dua tahun berturut-turut, melalui kampanye #GirlsBelongHere, AstraZeneca Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kepemimpinan perempuan sejak usia muda. Tahun ini, melalui pengalaman Zakiah  menjadi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama sehari, kami mendorong para perempuan muda untuk mengeluarkan potensi serta ide terbaik mereka untuk mendorong peran aktif generasi muda, termasuk dalam mencegah risiko Penyakit Tidak Menular.” kata Dini

Kemitraan antara AstraZeneca dan Plan International diinisiasi memalalu inisiatif Young Health Programme (YHP), program yang bertujuan membantu kaum muda berusia 10-24 tahun untuk memegang kendali atas kesehatan mereka, terutama dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM) dalam jangka panjang serta meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup anak muda yang sehat dengan menyediakan wadah yang tepat untuk melatih kepemimpinan. Seleksi peserta rangkaian kampanye #GirlsTakeOver oleh AstraZeneca dan Plan Indonesia berlangsung di empat puluh sekolah di Jakarta, yang merupakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan YHP. Nominasi dan seleksi tersebut melibatkan guru, mitra pelaksana YHP, Yayasan Lentera Anak dan Center of Indonesia’s Strategic Development Initiatives, serta tim AstraZeneca Indonesia. Setelah terpilih, Zakiah mengikuti serangkaian sesi pengembangan kapasitas, termasuk kelas kepemimpinan dan pendampingan, sebelum akhirnya mengambil alih posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia.

Baca juga  Sandiaga Uno: Gelaran JJF 2024 Sukses Membawa Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

***

Tentang #GirlsTakeover 

#GirlsTakeover: Sehari Jadi Pemimpin merupakan kampanye global yang diselenggarakan secara serentak oleh Plan International dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 11 Oktober. Sejak tahun 2016, Plan International telah memfasilitasi lebih dari 650 anak untuk mengambil alih sekitar 5.228 posisi strategis. Plan Indonesia juga telah memfasilitasi puluhan gadis yang sudah mengambil alih lima jabatan menteri dan dua puluh posisi tinggi lainnya di Indonesia

Tahun ini, #GirlsTakeover diselenggarakan oleh Young Health Programme, bersamaan dengan kampanye #GirlsBelongHere. Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan partisipasi kaum muda yang bermakna, terutama untuk penyakit tidak menular.

Informasi lebih lanjut mengenai kampanye #GirlsBelongHere AstraZeneca dapat ditemukan di sini:

https://www.younghealthprogrammeyhp.com/young-leaders/girls-belong-here.html

 

Tentang Young Health Programme AstraZeneca: 

Young Health Programme (YHP) AstraZeneca merupakan program pencegahan penyakit global yang berfokus utama pada kaum muda berusia 10 hingga 24 tahun yang tinggal di lingkungan yang rentan serta kekurangan sumber daya di seluruh dunia. YHP bertujuan untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan gangguan kesehatan mental.

Dengan kemitraan dengan Plan International dan UNICEF dan diinformasikan oleh penelitian dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, program ini telah menjangkau lebih dari 30 negara dan 12 juta anak muda dengan informasi tentang perilaku yang berisiko menyebabkan PTM. YHP bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang protektif dan memberdayakan kaum muda untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kesehatan mereka. Program holistik dan terintegrasi menggabungkan program komunitas, penelitian, dan advokasi serta mendukung pengembangan sosok pemimpin-pemimpin muda. YHP adalah bagian dari komitmen keberlanjutan AstraZeneca untuk menggunakan kemampuan kami dalam membawa dampak yang paling berarti dalam hal yang sangat dibutuhkan masyarakat, yaitu kesehatan.

Baca juga  LANTAMAL III JAKARTA MENGIKUTI SOSIALISASI DAN CONSULTING BIDANG PENGUATAN DAN PENGAWASAN REFORMASI BIROKRASI TNI ANGKATAN LAUT TA 2024

Informasi tentang Young Health Programme: https://www.younghealthprogrammeyhp.com.

 

Tentang Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia): 

Plan International telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1969 dan resmi berdiri sebagai Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada tahun 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Plan Indonesia melaksanakan kegiatannya melalui empat program: Perlindungan dan Pengembangan Anak, Kesehatan dan Badan Pemuda, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Pemuda, dan Kesiapsiagaan Bencana dan Tanggap Kemanusiaan. Kami bekerja di 7 provinsi, antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target pemberdayaan 1 juta anak perempuan. Selain itu, Plan Indonesia juga mengasuh 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur. Informasi lebih lanjut kunjungi: https://plan-Reese.or.id

***

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here