HAMBA TUHAN YANG SETIA

0
178

 

HAMBA TUHAN YANG SETIA

Oleh: Pdt. Lundu H.M. Simanjuntak

 

(2 Korint. 4 : 1 – 6)

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus!

Semua kita tahu bahwa rasul Paulus adalah seorang rasul yang sangat berani dan tidak pernah takut menghadapi tantangan sebesar apapun. Atau dengan kata lain adalah rasul Paulus sangat terkenal dengan kesetiaannya terhadap panggilan Tuhan Yesus kepadanya melalui penglihatan yang dialaminya itu. Pertanyaannya adalah apa yang membuat Paulus sehingga ia tetap setia atas panggilannya, walaupun ia banyak menghadapi tantangan? Karena ia sadar dan sangat yakin bahwa apa yang ia kerjakan adalah pekerjaan yang mulia (3:17-18). Berarti dari sini kita dapat memahami bahwa pekerjaan memberitakan Injil adalah sebuah kehormatan yang diberikan Tuhan Yesus. Dengan demikian adalah sebuah kesalahan besar jika ada orang yang mencoba menghalang-halangi pekerjaan pemberitaan Injil. Atau adalah sebuah kenistaan besar jika ada pemberita Injil yang melakukan tugas pelayanannya tidak sungguh-sungguh. Oleh karena itu baiklah seorang hamba Tuhan harus mempersiapkan dirinya dengan baik agar para pendengar pemberitaannya tentang Injil Yesus itu memahami dengan penuh sukacita. Demikian juga hendaklah semua jemaat yang mendengarkan pemberitaan Injil itu bersikap hormat dan dengan tekun mendengarkannya tanpa harus melihat siapa yang menyampaikan Firman itu.

Faktanya masih banyak atau masih ada saja orang yang tidak menerima berita Injil hingga sekarang walau pemberitaannya dilakukan secara baik. Paulus menanggapi itu dengan mengatakan bahwa masih saja ada orang yang membiarkan dirinya dikuasai oleh kuasa dunia atau kuasa iblis. Karena memang faktanya hingga sekarang dunia itu masih menolak pemberitaan tentang Yesus. Yang dimaksud dengan dunia itu adalah kuasa dunia, kuasa iblis, atau kuasa sijahat (3-4). Orang yang menolak pemberitaan Injil adalah orang yang menganggap bahwa mereka dapat memperoleh sukacita di luar Tuhan Yesus. Padahal keselamatan itu tidak akan dapat diperoleh oleh siapapun kecuali hanya di dalam Yesus. Tentu semangat inilah yang menjadi dasar Paulus untuk menjadi seorang hamba Tuhan yang selalu setia atas panggilannya.

Baca juga  PP GMKI : Pasca Bencana, Pemerintah Harus Mempercepat Pembangunan Infrastruktur di NTT

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus!

Paulus sangat menyadari bahwa yang harus ditonjolkan dalam setiap pemberitaannya atau dalam setiap pelayanannya adalah Tuhan Yesus. Itulah yang membuatnya sehingga di dalam setiap pelayanannya yang dibesarkan adalah kemuliaan Tuhan Yesus (5). Jadi kalau ada hamba Tuhan di dalam pelayanannya justru menonjolkan namanya maka dapat dipastikan dia adalah hamba hantu bukan hamba Tuhan, atau kalu mau diperhalus dia adalah hamba Tuhan yang palsu atau hamba Tuhan KW2. Ingat apa yang dilakukan oleh Yohanes pembaptis? Ia berkhotbah di padang gurun bukan untuk membuat agar orang banyak menjadi pengikutnya, melainkan membuat orang banyak menjadi pengikut Yesus. Demikian pula dengan Paulus bahwa dalam setiap pelayanannya, ia tidak pernah membuat orang untuk mengaguminya tetapi untuk membuat banyak orang mengagumi Yesus (5). Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus (5-6). Paulus yang semula hidupnya dikuasai oleh kegelapan, namun berubah menjadi terang saat ia mau menerima panggilan Yesus dan setia mengikut Yesus dalam setiap langkah hidupnya.

Hamba Tuhan yang setia atas panggilannya pasti diperhadapkan dengan situasi apakah ia akan menyampaikan pemberitaan firman Tuhan sebagaimana yang Tuhan kehendaki bagi umatNya atau menyampaikan firman Tuhan agar orang yang mendengarnya merasa senang. Kalau Paulus tentu memilih yang pertama, ia lebih suka membuat hati Tuhan yang senang ketimbang hati orang yang mendengarnya. Pada masa kini ada banyak gereja yang mengajarkan pengajaran tidak lagi sesuai dengan harapan kebenaran firman Tuhan. Para Pendetanya tidak lagi membuat umatNya fokus untuk melihat Tuhan Yesus melainkan fokus terhadap dirinya sendiri. Orang-orang yang datang bukan karena tertarik dengan firman Tuhan tetapi mereka senang dan merasa cocok dengan si pendetanya, karena memperoleh apa yang sesuai dengan kemauanya, misalnya pendetanya suka membuat lucu sehingga jemaat sering tertawa saat mendengar khotbahnya. Ingat dan ketahuilah dengan apa yang tertulis: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng (2 Timotius 4:2-4).

Baca juga  AFPI Ngebut Perkuat Industri Fintech Pendanaan, 10 Anggota Peroleh Izin OJK

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus!

Semua kita adalah hamba Tuhan, karena kita adalah anak-anak Tuhan, pertanyaannya adalah apakah kita mau menjadi hamba Tuhan yang setia? Jawabnya tentu harus ya mau. Jika demikian marilah untuk selalu membesarkan nama Yesus dalam segala aktifitas kita dan bukan membesarkan nama kita. Marilah kita melayani Yesus dalam semua aktifitas kita setiap hari, sehingga semua yang kita lakukan tetap dalam kerangka muliakan nama Yesus. Jika kita menyadari bahwa kita adalah hamba Tuhan, maka marilah kita melakukan semua pekerjaan kita dengan bersandar hanya kepada Kuasa Tuhan saja (kuasa Roh Kudus). Hanya dengan demikian saja kita akan dapat menjadi hamba Tuhan yang setia walaupun ada banyak tantangan yang kita hadapi termasuk saat ini kita sedang berhadapan dengan pandemi covid-19 yang disebut-sebut “sangat mematikan” ini. Oleh karena itu ingatlah dan ketahuilah saudaraku, bahwa kita diselamatkan karena percaya kepada Tuhan Yesus, oleh sebab itu apapun masalah yang sedang kita alami, kita harus tetap datang kepada Tuhan dan ntetap setia untuk mau mendengar FirmanNya, Amen.

DOA:

Ya Allah, tolonglah aku agar selalu setia kepadaMu walau banyak tantangan hidup yang kuhadapi. Apapun yang terjadi aku ingin menjadi hambaMu yang setia, Amen.

SELAMAT HARI MINGGU
DAN
SELAMAT BERIBADAH
SERTA
SALAM SEHAT

(Pdt. Lundu H.M. Simanjuntak-Pendeta HKBP Ressort Cipayung Cilangkap-Jaktim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here