Jelang Pengumuman Nobel, KPNEJ Optimis Nama Presiden Joko Widodo Pemenang

0
74
Yonge Sihombing

Jelang Pengumuman Nobel, KPNEJ Optimis Nama Presiden Joko Widodo Pemenang

 

Medan, Suarakristen.com

 

Komite Pengusul Nobel Ekonomi Untuk Jokowi (KPNEJ)/The Commitee Propose of Nobel Economy for Jokowi (CPNEJ) optimis nama Presiden Joko Widodo akan masuk dalam daftar nominator pemenang kompetisi hadiah nobel ekonomi tahun 2020.

Kompetisi nobel merupakan sebuah kompetisi paling bergengsi tingkat dunia di bidang ilmu pengetahuan (science) dan karya nyata yang besar bagi kemanusiaan.

“KPNEJ optimis Nama Presiden Joko Widodo akan masuk dalam nominasi dan akan tampil sebagai pemenang kompetisi hadiah nobel ekonomi tahun 2020”, kata Yonge Sihombing Ketua KPNEJ dalam siaran persnya di kantor sekretariat KPNEJ Jl. Sei Asahan No. 80 A Medan, Jumat, 24 Juli 2020.

Yonge mengatakan Komite Nobel dan Panitia Nobel akan mengumumkan daftar nama-nama pemenang kompetisi nobel bidang ekonomi, termasuk juga bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra dan perdamaian dijadwalkan antara 5 dan 12 Oktober 2020. Sedangkan, upacara pemberian hadiah penghargaan nobel akan diserahkan di Kota Stochholm dan Oslo, Norwegia pada 10 Desember 2020.

Karena itu, kata Yonge, KPNEJ pada bulan Oktober 2019, telah mendeklarasikan dan mengusulkan nama Presiden Joko Widodo sebagai nominator penerima nobel ekonomi tahun 2020. Deklarasi pengusulan nama Presiden Joko Widodo kami lakukan bersamaan dengan pengumuman penerima nobel di Oslo Norwegia pada tanggal 20 Oktober 2019.

“Kami telah mengirimkan dokumen pengusulan nama Presiden Joko Widodo kepada Komite Nobel di Oslo Norwegia”, kata Yonge.

Bahkan lanjut Yonge, pihaknya mengirimkan dokumen pengusulan lebih awal dari tanggal yang ditetapkan oleh Komite Nobel dan Panitia Nobel. “Jadwal pengusulan dan pengiriman dokumen nama nominator peraih nobel untuk tahun 2020 ditetapkan oleh komite nobel dan panitia nobel selambat lambatnya bulan Januari 2020, namun kami KPNEJ telah mengirimkan nama Presiden Joko Widodo beserta dokumen pengusulan pada bulan Nopember 2019.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Covid-19, Sekretariat Kota Jakarta Utara Sarankan ASN dan Pegawai Tak Berpergian Saat Cuti Bersama

Adapun dokumen yang kami sampaikan adalah biodata Presiden Joko Widodo dan karya besar yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden RI.

“Bahkan kami juga menyampaikan dokumen tentang karya besar di bidang pembangunan ekonomi yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ketika beliau menjabat sebagai walikota Solo, dan Gubernur DKI Jakarta”, kata Yonge.

*Karya Besar Presiden Joko Widodo di Bidang Ekonomi*
Tema yang kami usung dan sampaikan kepada Komite Nobel dan Panitia Nobel adalah “Jokowi Membangun Ekonomi Masyarakat Pinggiran Indonesia”. Tema ini, sekaligus merupakan bukti karya nyata besar Jokowi di bidang ekonomi.

Presiden Joko Widodo telah berhasil mengatasi distorsi pembangunan yang selama ini sulit teratasi. Presiden Joko Widodo telah ‘mendobrak’, tembok-tembok penghambat pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo, telah melakukan loncatan perubahan pembangunan ekonomi, dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris dan Pinggiran Sentris.

Karena itu, kami mengusulkan Jokowi sebagai nominator penerima nobel di bidang ekonomi, dengan konsentrasi pembangunan ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia.

Membangun ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, ditandai dengan pembangunan ekonomi Indonesia dari wilayah pinggiran Indonesia, seperti wilayah perbatasan Indonesia, wilayah pulau-pulau terluar Indonesia, dan wilayah pedesaan Indonesia.

Selama ini mereka tidak tersentuh, tetapi Presiden Joko Widodo mampu membangun ekonomi masyarakat di Wilayah pinggiran Indonesia.

“Wilayah pinggiran Indonesia selama ini merupakan wilayah kantong kemiskinan dan pengangguran di Indonesia”, kata Yonge.

Jokowi mampu membuat sistem satu harga BBM di seluruh wilayah NKRI, termasuk di wilayah pinggiran Indonesia. Jokowi membangun ekonomi dengan membangun infrastruktur ekonomi, seperti halnya jalan (tol), jembatan, pelabuhan, terminal, bandara, listrik, waduk, irigasi, perumahan, membagi sertifikat tanah, dan lainnya.

Baca juga  PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN PEMUDA DALAM RUMAH TANGGA, KEMENPORA GANDENG PERGURUAN TINGGI

Bahkan Presiden Joko Widodo telah menetapkan pemindahan Ibu Kota Negara, dan saat ini telah dimulai pembangunan Ibu Kota Negara yang baru di Palangkaraya, Kaltim.

“Ini merupakan bukti karya nyata besar Presdien Joko Widodo membangun ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia. Termasuk juga pembangunan Kawasan Danau Toba, sebagai tujuan wisata dunia”, kata Yonge.

Dari laporan World Bank, Indonesia saat ini telah masuk dalam daftar negara middle upper income, atau negara berpendapatan menengah ke atas, sebuah prestasi bagi Indonesia.

Karena itu, Kami optimis, Komite Nobel di Oslo Norwegia, akan melirik nama Presiden Joko Widodo sebagai nominator peraih nobel ekonomi tahun 2020.

Indonesia selama ini belum pernah meraih nobel, termasuk nobel ekonomi, padahal ada 3 orang peraih nobel ekonomi tahun 2019, yang meraih nobel, dengan wilayah risetnya di Indonesia.

Kami tidak akan berhenti mengusulkan nama Presiden Joko Widodo untuk meraih nobel ekonomi. “Jika tahun ini belum berhasil, kami akan tetap mengusulkan nama beliau sebagai penerima nobel ekonomi pada tahun berikutnya”, kata Yonge.

“Tidak hanya untuk Jokowi, lanjut Yonge, kami akan terus bekerja dan berjuang untuk mengusulkan putra putri terbaik bangsa sebagai peraih nobel, sebab putra putri Indonesia tidak kalah karyanya dengan bangsa lain di dunia”, kata Yonge

Memang di masa pandemi wabah covid 19 ini, kita sedang mengalami banyak kesulitan, termasuk kesulitan di bidang ekonomi, namun kesulitan ini tidak membuat kita menyerah dan berdiam.

Kita harus tetap tegar, tabah, sabar, dan terus bekerja dan belajar, sembari tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here