IDEOLOGI PANCASILA: HARGA MATI BAGI NKRI

0
94

IDEOLOGI PANCASILA: HARGA MATI BAGI NKRI

 

Oleh: Lushak Andrews M. Butarbutar

 

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang dihasilkan dari nilai nilai luhur adhiluhung alam semesta.

Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia mempunyai ciri khas atau nilai/value tersendiri.

Ciri khas Pancasila berbeda dari ideologi-ideologi lain yang ada di dunia. Ciri khas tersebut terkandung dalam nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila, dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kelima sila Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah. Karena satu kesatuan utuh dan saling berkaitan. Sila-sila dalam Pancasila rangkaian satu kesatuan bulat/utuh sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, tidak dapat dibagi-bagi atau diperas sisanya dibuang.

Berikut nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam kelima sila, yaitu:

*Ketuhanan Yang Maha Esa*

Nilai ini mengandung pengakuan atas keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.

Manusia Indonesia beriman yaitu meyakini adanya Tuhan yang diwujudkan dalam ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ketaatan iman terlihat dari menjalankan segala perintahNya (memanusiakan manusia-kehidupannya) dan menjauhi segala larangan Tuhan (misalnya, tidak maksiat, tidak korupsi, tidak fitnah orang lain, tidak mencuri dsb.)

*Kemanusiaan yang adil dan beradab*

Nilai ini mengandung rumusan sifat keseluruhan budi pekerti manusia Indonesia yaitu mengakui kedudukan manusia sederajat dan sama (Tuhan menciptakan manusia sempurna tidak ada rancangan keburukan). Serta mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara yang dijamin oleh negara dan UUD 1945.

*Persatuan Indonesia*

Nilai ini adalah perwujudan paham kebangsaan Indonesia yang mengatasi paham perseorangan, golongan, suku bangsa.Serta mendahulukan persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tidak terpecah belah oleh sebab apa pun.

Baca juga  RUU MLA Disahkan, Ketua Umum PDRIS: Kami Menyambut Positif

*Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratadan perwakilan*

Nilai ini adalah sendi utama demokrasi di Indonesia berdasar atas asas musyawarah dan asas kekeluargaan dengan rela gotong royong.

*Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia*

Nilai ini adalah salah satu tujuan negara yaitu mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Dalam rangka upaya mencapai Indonesia maju Indonesia Jaya.

Mempertahankan Pancasila dan nilai-nilainya.

Keberadaan Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika bangsa Indonesia. Terlihat sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pemberontakkan-pemberontakkan radikal kanan/kiri dan radikal lainnya hingga masa sekarang.
Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara adalah kesepakatan yang sudah final. Karena mampu mempersatukan perbedaan-perbedaan pandangan maupun kepentingan partai politik.

Artinya, Pancasila telah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sebagai warga negara harus menunjukkan sikap menghargai nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan (tidak berlaku munafik, menipu diri sendiri dan kontraproduktif lainnya). Perihal yang tidak bertentangan dengan melaksanakan ajaran kasih – mengasihi sesama manusia seperti engkau mengasihi diri mu sendiri.
Salah satu sikap menghargai nilai-nilai Pancasila adalah mempertahankan Pancasila. Berikut ini cara-cara mempertahankan Pancasila dari banyak cara-cara lainnya:

Warga negara Indonesia harus melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sapa, senyum, salam dan bersilahturahim serta anjangsana di lingkungan yang terdekat.

Tidak mengubah, menghapus dan mengganti dasar negara Pancasila dengan dasar negara yang lain. Walaupun dengan alasan iman, keyakinan dan agama apapun yang dianutnya.

Mempertahankan Pancasila berarti mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengganti Pancasila berarti mengancam keberadaan keutuhan negara Indonesia. Tidak ada dalih alasan apapun, Indonesia harus jaya dan Indonesia Maju dengan Pancasila.

Baca juga  Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate Meresmikan SINERGIO TV

Bila dasar negara diganti berakibat bangunan (analogi dengan rumah besar) negara Indonesia runtuh. Mempertahankan Pancasila adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan rakyat/masyarakat Indonesia. Menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila tidak menciptakan teori-teori baru dan koleksi kumpulan buku-buku semata. Praktisnya adalah melaksanakan secara nyata, sederhana dan hati yang ikhlas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here