Komisi Kepemudaan KWI Gelar Seminar “Christus Vivit”

0
143

Komisi Kepemudaan KWI Gelar Seminar “Christus Vivit”

Jakarta, Suarakristen.com

Pada hari Sabtu yang meskipun cuacanya turun hujan tanggal 1 Februari 2020 bertempat di Gedung Tempo,Palmerah,Jakarta diadakan seminar Christus  Viivit. Acara ini diadakan karena gereja mau menyatakan cintanya kepada orang muda melalui Surat Paus ini bahwa gereja sungguh mencintai orang muda dan mau meyakinkan orang muda bahwa gereja berjalan bersama orang muda untuk membantu semua orang muda sampai pada pribadi yang sungguh berguna bagi dirinya sebagai keluarga,bangsa dan gereja.

Seminar ini adalah upaya komisi kepemudaan untuk mensosialisasikan Christus Vivit.Christus Vivit ialah seruan apostolik dari Paus Fransiskus pasca sinode dari para Bapak Uskup di Vatikan pada bulan Januari 2019.Jadi sebulan mereka berkumpul untuk membicarakan orang muda.Jadi setelah sinode itu terbitlah seruan apostolik dari Paus langsung buat orang muda terkait apa saja yang dibahas para Bapak Uskup dalam sinode tersebut.

Narasumber yang hadir pada acara seminar Christus Vivit ini yaitu Mgr.Pius Riana Prapdi sebagai Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Dominique Nicky Fahrizal sebagai Peneliti Muda CSIS,Gloria Fransisca Katarina Lawi sebagai Wartawan Muda Bisnis Indonesia dan moderator di seminar talkshow Christus Vivit adalah Priska Baru Segu sebagai Stand Up Comedian.

Tujuan diadakan seminar Christus Vivit ini ialah supaya orang muda sungguh menjadi pelaku utama di dalam perubahan,baik perubahan dirinya,gereja,dunia dan perubahan bangsa.Christus Vivit ini kita mengambil tema salah satu seruan utama Paus itu bagaimana orang muda terlibat.Kita membuat tagline Orang Muda Pemeran Utama (OMPU).Jadi kita mau mengajak teman-teman muda itu selain juga mereka terlibat di depan jadi figur-figur yang memang jadi penggerak,inovator,pionir di segala lini kehidupan di tempat mereka berada baik dalam kultur,karya dan profesi apapun.Christus Vivit sebagai panduan teman-teman.Seruan apostolik ini memang ditujukan untuk orang muda.Supaya sebenarnya membuat orang muda itu tergerak membaca lalu juga tergerak untuk terlibat dalam kehidupan sosialnya jadi bukan hanya ada di dalam rumahnya,ada dalam zona nyamannya mereka.Jadi mereka juga bisa untuk tergerak dan terlibat dalam karya-karya sosial yang di butuhkan saat ini.

Baca juga  Mari Menunda Mudik Demi Keselamatan Sanak Saudara

Cara mengembangkan Christus Vivit ini dizaman millenial sekarang ini adalah dengan membaca perlahan-lahan buku ini karena buku ini atau surat cinta dari gereja dari Paus ini sungguh menyentuh jiwa orang muda, menggerakkan mereka dan mendorong mereka untuk mengambil keputusan untuk hidupnya,mengikuti panggilan hatinya dan menuju perubahan dunia.Contoh dari Christus Vivit ialah tidak peduli kamu dari kultur manapun,dari tingkat ekonomi manapun tetapi kamu bisa mengambil aktif dari peran aktif di gereja,sekolah,tempat bekerja atau dikarya pelayanan lain yang kamu terlibat sebagai volunteer.Jadi memang disegala lini diharapkan Paus memang bisa menggerakkan seruan apostolik ini supaya kita tergerak dan terlibat.

Kita mengundang 100 OMK dari Se-JABODETABEK tapi ada juga yang dari luar JABODETABEK ikut,kita juga live di Instagram beberapa postingan kita post supaya teman-teman yang tidak bisa datang bisa melihat,juga nanti selama acara kita post akan beberapa story supaya bisa kelihatan oleh teman-teman muda yang tidak bisa datang.Semua orang muda tersapa,termotivasi dan mau menjadi agen perubahan.Pesan buat semua orang muda di zaman millenial ini adalah jadi memang christus vivit ini kadang-kadang kita bingung seruan apostolik dari Paus apa itu dan mungkin selama ini teman-teman muda tidak pernah membaca.Kita mau teman-teman muda kita membaca karena seruan apostolik ini seru sekali sebenarnya tidak membosankan tapi sebenarnya Paus itu menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan ia memberi nama christus vivit artinya Kristus HidupJadi ia mau kita hidup sebagaimana kristus hidup yang energi,powerfull dan terlibat bagi sesamanya.Orang muda bisa mengubah dunia ketika kamu punya waktu untuk merubah dirimu sendiri.
(Susan Sandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here