Pernyataan Sikap DPP GMNI Terhadap Pelarangan Ibadah di Sumatera Barat

0
81

Pernyataan Sikap DPP GMNI Terhadap Pelarangan Ibadah di Sumatera Barat

Jakarta, Suarakristen.com

Kejadian pelarangan ibadah dan perayaan Natal di Jorong Sungai Tambang, Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat merupakan salah satu bentuk intoleransi yang masih terjadi di negeri ini. Terdapat kurang lebih 212 KK beragama Kristen dan Katolik tidak dapat menyelenggarakan perayaan Natal karena penolakan yang dilakukan oleh gabungan oknum perangkat nagari, ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai setempat.

Warga yang beragama Kristen dan Katolik di Jorong Sungai diminta untuk membuat surat perjanjian agar tidak melaksanakan ibadah apapun termasuk merayakan hari Natal secara bersama-sama. Mereka juga diajurkan untuk merayakan Natal di rumah masing-masing atau merayakannya di Kota Sawahlunto yang jaraknya ratusan kilometer.

Hal ini jelas bertentangan dengan kebebasan beragama dan hak untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan. Sulitnya pemberian ijin rumah ibadah juga ditengarai karena ketidaktegasan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada semua warga negara tanpa terkecuali dan tidak membeda-bedakan agama.

Pada kenyataannya masih banyak kejadian intoleransi, pelarangan ibadah dan pengrusakan rumah ibadah di banyak daerah di Indonesia. Kementerian Agama RI serta Presiden seolah menutup mata akan kejadian-kejadian tersebut.

Di Sumatera Barat sendiri baru-baru ini telah terjadi beberapa kasus intoleransi seperti kasus Jorong Sungai. Sebut saja kasus penolakan penggunaan tempat perayaan natal di Hotel PUSAKO Bukit Tinggi bagi jemaat Gereja Bethel Indonesia. Padahal terdapat sekitar 500 jiwa jemaat GBI yang tersebar di Bukit Tinggi. Kemudian terjadi pula pelarangan ibadah dan perayaan natal di Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dengan jemaat sebanyak 19 KK.

Baca juga  Pertemuan Rutin Pejabat GBI Wilayah Jakarta Utara

Atas kejadian pelarangan ibadah di Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat seperti uraian di atas, maka DPP GMNI menyatakan:

1. Mengecam keras segala bentuk diskriminasi umat beragama dan pemeluk aliran kepercayaan dalam bentuk pelarangan ibadah, khususnya pelarangan ibadah Natal di beberapa daerah di Sumatera Barat karena bertentangan dengan semangat dasar Negara Pancasila dimana sesuai Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung prinsip bahwa, Negara Indonesia ialah Negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dan beribadah dengan cara yang leluasa; Pada prinsipnya segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara berkebudayaan, yakni dengan tiada egoisme agama; Pada prinsipnya, Ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, berkeadaban dengan sikap saling hormat menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan.

2. Mengecam keras pembiaran dan pengabaian hak-hak warga negara untuk beragama, memeluk agama dan beribadat menurut agamanya serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain sesuai dengan pertimbangan nilai-nilai agama seperti yang diatur dalam konstitusi UUD NRI 1945 Pasal 28 huruf E, I dan J.

3. Mendesak Pengurus Negara dalam hal ini Presiden RI untuk bertindak demi terjaminnya kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya sesuai UUD NRI 1945 Pasal 29 ayat 2.

4. Mendesak evaluasi atas Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 Khususnya Pasal 14 yang dipakai sebagai alat bagi aksi-aksi intoleransi, kekerasan dan pelarangan ibadah oleh oknum-oknum yang tidak menghargai realitas keberagaman di Indonesia.

5. Mengajak seluruh elemen kebangsaan untuk tetap memegang teguh semangat Kebhinekaan dan Keberagaman serta terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga  SABYAN X TASYA ROSMALA TEMAN SEJATI

Ketua Umum DPP GMNI
*Imanuel Cahyadi*

Sekjen DPP DPP GMNI
*Sujahri Somar*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here