Majukan Industri Bio di Indonesia, Daewoong Group Tingkatkan Open Collaboration dengan Universitas dan Lembaga Terkemuka

0
107

 

Jakarta, Suarakristen.com

Dalam upaya turut mendukung perkembangan industri obat-obatan bio di Indonesia,Daewoong Group semakin meningkatkan open collaborationdengan berbagai pihak, tak terkecuali dengan universitas terkemuka di Indonesia. Setelah melalui Daewoong-Infion, belum lama ini Daewoong Group menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk memantapkan langkahnya memimpin pembangunan infrastruktur untuk pengembangan penelitian bio melalui Daewoong – UI Bio Technology Research Center.

Suh Chang Woo, Direktur Divisi Biomeca Daewoong Pharmaceuticalmengatakan, “Daewoong Group secara aktif telah mempromosikan kolaborasi terbuka dengan lembaga pemerintah, perusahaan, universitas, dan para ahli dalam mengembangkan industri obat-obatan Indonesia,”

Ia melanjutkan, “Kami berharap dapat terus memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan industri biofarmasi Indonesia.”

Pada 2016, Daewoong Pharmaceutical menandatangani MOU dengan Universitas Indonesia untuk melakukan kerja sama dalam bidang pengembangan bio-produk dan pendidikan. Disusul pada April 2018 yang lalu dengan membuka Daewoong – UIBio Technology Research Centre. Pusat penelitian ini merupakan lembaga yang terafiliasi dengan UI, yang mana para peneliti bio dari Daewoong Group dan Indonesia bekerja sama untuk mengembangkan formulasi produk biofarmasi dan memperluas indikasi yang dibutuhkan di Indonesia.

Formulasi baru produk biofarmasi EGF (Epidermal Growth Factor) yang saat ini sedang dalam proses mendapatkan izin penjualan di Indonesia, merupakan produk yang dikembangkan di pusat penelitian bio ini. Selain itu, produk biosimilar pertama di Indonesia yang dimiliki oleh Daewoong Infion, yakni ‘Epodion’ juga merupakan hasil dari penelitian bersama biosimilar dengan Universitas Airlangga sejak 2015.

Melalui strategi lokalisasi dan kemitraan terpisah, Daewoong Group memiliki tujuan untuk berkontribusi dalam pengembangan industri di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan penandatangan MoU antara Daewoong Foundation, sebuah yayasan sosial di bawah Daewoong Group, dengan Universitas Indonesia dalam rangka pendirian laboratorium Biologi pada Oktober lalu.

Baca juga  Komunisme Memang Gagal

Daewoong Foundation berencana menginvestasikan sekitar tiga miliar won dalam bidang bio-analitik untuk membangun infrastruktur penelitian terbaik yang berfokus pada analisa high-altitude proteinserta menjadi lembaga yang terakreditasi oleh pemerintah Indonesia. Lembaga yang akan didirikan pada 2020 di Gedung Pusat Penelitian Laboratorium Terpadu (ILRC) Universitas Indonesia, Depok, diharapkan mampu menjadi pusat laboratorium bioanalitik terakreditasi nasional pertama di Indonesia.

Tidak hanya berkontribusi pada revitalisasi bio-analisis melalui pendirian lembaga penelitian dan pusat-pusat bio-analisis, Daewoong Group juga berkomitmen membina para profesional di bidang bio di Indonesia. Bekerja sama dengan fakultas farmasi Universitas Indonesia, Daewoong group secara aktif mempromosikan pengembangan sumber daya manusia melalui program praktik langsung (hands-on) dalam pengembangan bio-medicine, pemberian beasiswa untuk mempromosikan pengembangan sumber daya manusia dan berencana membina para ahli bio-spesialis dengan mengadakan beragam program pendidikan serta mencari sumber daya manusia terbaik untuk pusat penelitian di ILRC UI yang baru nanti.

****

■Tentang Daewoong Pharmaceutical

Dengan visi menjadi ‘Perusahaan Global Healthcareyang memimpin dalam peningkatan kualitas hidup manusia’, Daewoong Pharmaceutical merupakan perusahaan yang terus mengembangkan dan memasok obat-obatan terbaik ke seluruh dunia. Berpusat di Korea Selatan, Daewoong mendirikan anak perusahaan, R&D dan pabrik di 8 negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, China dan negara lainnya. Sebagai contoh, di Indonesia, Daewoong telah meluncurkan Epodion yiatu obat biosimilar dan erythropoietinpertama. Di pasar Amerika, Daewoong merilis botulinum toksin dan memperluas ekspansi di pasar luar negeri. Demi meningkatkan kualitas hidup manusia, Daewoong Pharmaceutical terus mengedepankan pengembangan pengobatan untuk penyakit yang tidak dapat diobati, “yang belum ada di dunia” dan “yang terbaik dibidangnya”.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here