Citra dan Esensi Pelantikan Presiden

0
54

*EDITORIAL MEDIA INDONESIA*

*Citra dan Esensi Pelantikan Presiden*

*TINGGAL tiga hari lagi untuk kita sampai pada pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024*. Di masa ini tentunya kesiapan negara sudah harus 100%.

*Kesiapan ini pula yang ditunjukkan dari kedatangan para pimpinan MPR ke Istana Merdeka, kemarin*. Kesepuluh pimpinan MPR menyampaikan undangan pelantikan kepada presiden terpilih Joko Widodo.

*Presiden kemudian meminta pelantikan diselenggarakan sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan acara*. Masih soal acara, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengungkapkan pelantikan akan berkonsep pesta rakyat.

*Kesederhanaan dan pesta rakyat memang menampilkan wajah humanis sebuah upacara resmi negara. Ini boleh diapresiasi*. Sudah bukan zamannya lembaga-lembaga tinggi negara menampilkan seremonial yang bagai di istana gading.

*Meski begitu, kekhidmatan semestinya juga berangkat dari kerakyatan yang lebih esensial*. Hal itu tidak lain ada pada demokrasi dan beragam bentuk ekspresinya.

*Saat menjelang pelantikan kali ini, suara ekspresi demokrasi muncul dari rencana demo oleh kalangan mahasiswa*. Bagaimanapun suara-suara negatif dan ketakutan yang berkembang, demo tetap patut dihargai.

*Tentu kita juga harus belajar dari demo yang beberapa waktu pecah dan berubah menjadi kerusuhan*. Tentu pula Badan Intelijen Negara dan kepolisian harus menelusuri segala informasi yang mengancam keamanan acara. *Meski begitu, tetap tidak ada alasan untuk melarang ekspresi demokrasi yang memang dilindungi konstitusi kita ini.*

*Kedewasaan dalam menghadapi demo itu sudah ditunjukkan Presiden Jokowi*. Ia memastikan bahwa demo tidak dilarang.

*Maka, sikap yang sama pula kita harapkan ditunjukkan pimpinan MPR dan kepolisian*. Akan tetapi, anjuran untuk tidak melakukan demo dengan alasan citra negara di mata internasional, sudahkah tepat, tidaklah mengada-ada.

Baca juga  Jakarta Ramah Banjir

*Benar bahwa sebagaimana kita lihat di negara-negara maju, demo sudah menjadi bagian kehidupan bernegara*. Malah adanya demo yang dapat berjalan tertib ialah bukti nyata kesehatan berdemokrasi.

*Kekhawatiran akan demo mengiringi pelantikan pada satu sisi bisa dinilai sebagai ketidakdewasaan*. Namun, pada sisi lain, bila melihat demo berujung kericuhan belakangan ini, kekhawatiran itu cukup beralasan. *Apalagi, pelantikan kali ini juga dihadiri sejumlah petinggi negara sahabat.*

*Karena itulah, kita juga mengimbau berbagai kelompok masyarakat yang hendak berdemo untuk juga menjunjung ketertiban umum*. Menjadi tanggung jawab pendemo pula untuk menjaga agar kelompoknya tidak tersusupi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan kotor.

*Tidak dapat disalahkan jika narasi buruk dialamatkan kepada pendemo* akibat aksi yang kerap berubah menjadi kericuhan. *Para pendemo juga harus menunjukkan kelas intelektualitas dengan kemampuan pengorganisasian kelompok dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here