Etno Musik Festival 2019

0
35

 

Jakarta, Suarakristen.com

Musik Tradisional merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan terus dilestarikan. Musik sangat erat dalam kehidupan sosial masyarakat di Indonesia, hampir disetiap suku dan kebudayaan masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberadaan musik di dalamnya. Musik sering kali dibuat dengan filosofi-filosofi yang mengiringi kehidupan masyarakat di sebuah daerah.

Musik tradisi sesunguhnya merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi para pemusik muda dalam berkreasi dan mengembangkan eskpresi musikalnya. Dahulu, musik selalu menjadi bagian penting dari upacara-upacara adat istiadat yang diantaranya untuk ritual spiritual. Selain itu pula, musik merupakan sebuah cara “permisi” untuk segala hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam kultur masyarakat. Berladang, beternak, berkeluarga, hingga membangung sebuah pemukiman biasanya dibuka dengan iringan musik yang berguna untuk meminta izin ataupun bentuk penghormatan kepada leluhur dan sang pencipta kehidupan.

Namun, perkembangan musik tradisional kini seolah terkikis oleh modernitas. Perkembangan jaman yang kini mengarah ke era digitalisasi memiliki dampak pada keberlangsungan musik tradisional itu sendiri. Dari segi instrumen sendiri, banyak alat musik yang saat ini terdigitalisasi, berubah dari instrumen tradisional ke instrumen-instrumen elektronik.

Dalam dunia seni, selain film, musik kini yang berjalan paling seimbang bersama dan dengan perkembangan teknologi. Batas-batas bunyi menembus teritori yang tidak terbayangkan sebelumnya. Bunyi mulai dilihat sebagai visual, sebagai objek dan sebagai ruang. Objek maupun medium apa pun bisa diperlakukan sebagai instrumen.

Berbagai aplikasi musik tersedia untuk digunakan mengolah jenis suara apa pun. Medan tersebut memunculkan berbagai tantangan baru. Dan pada gilirannya, musik sedang didefinisikan kembali melalui praktik-praktik lintas media dan lintas disiplin.

Baca juga  Kinerja Kemahasiswaan UPH Menempati Peringkat 34 Versi Belmawa Ristekdikti 2019

Melihat semakin tersingkirnya musik tradisonal, Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk kali pertama menggelar “Etno Musik Festival 2019” yang diselenggarakan pada tanggal 8-12 September 2019, di seputaran Graha Bhakti Budaya (Plaza, Lobby, dan Auditorium), Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Program ini dibuat untuk merawat dan meningkatkan kualitas musik nusantara. Tidak berhenti disitu, Etno Musik Festival juga merupakan sebuah ruang bertukar gagasan antar seniman musik nusantara.

Etno Musik Festival 2019 menghadirkan kelompok-kelompok musik dari berbagai wilayah di nusantara yang masih jarang tersentuh masyarakat luas. Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta mengundang 21 kelompok musik yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Bali, Jawab Barat, NTT, Jawa Timur, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya kelompok musik dalam negeri, Etno Musik Festival 2019 juga menghadirkan tiga kelompok musik tradisi asal Malaysia, Filipina, dan China.
Selain menyajikan pertunjukan musik tradisi, Etno Musik Festival 2019 juga akan diisi dengan pameran “Alat-Alat Musik Tradisi” dari koleksi Anusirwan dan Endo Suanda serta diskusi seputar musik tradisi dengan mengundang para pakar sebagai pemateri dalam diskusi.
Program ini merupakan sikap apresiatif terhadap nilai budaya terdahulu sebagai bahan kontemplasi perkémbangan peradaban bangsa yang telah terbangun sejak dulu dan tumbuh berkembang sampai sekarang dengan berbagai pengaruh budaya lain yang juga masuk ke dalam budaya kita. Sebagai bahan studi Geo Etno Musikolgi sehingga bangsa ini menjadi sebuah bangsa yg mengerti kenapa terjadi banyak perubahan ( berkembang ) sifat dan sikap bangsa Indonesia yang kita sama sama cintai.

Etno Musik Festival 2019 akan menjadi ruang dialog baru antar kelompok musik tradisi baik dalam maupun luar negeri, terjadi pertemuan baru bahwa musik tradisi juga terus berkembang bersama dengan perubahan jaman, serta membuat generasi muda yang hidup di era digital kembali memetakan warisan musik leluhur yang sejatinya adalah sebuah identitas kultur sebuah bangsa.

Baca juga  Diskusi Nasional “Reklamasi: Kebutuhan atau Keinginan?” Memadukan Kepentingan Sosial Dan Ekologi Di Tengah Peluang Investasi

***

Kredit Foto: Eva Tobing/DKJ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here