GAMKI DKI Jakarta Ajak Seluruh Rakyat Jakarta Raya Merayakan Keberagaman

0
168

Jakarta, Suarakristen.com

Jangan Bunuh Perbedaan-Perbedaan
GAMKI DKI Jakarta Ajak Seluruh Rakyat Jakarta Raya Merayakan Keberagaman

Kok mendadak perbedaan SARA kian tajam dan terus merebak sejak Pemilu 2019 lalu. Masyarakat Indonesia, seperti dihantui perasaan saling membenci satu dengan yang lain. Padahal, secara sadar, sejak awal berdirinya, bangsa dan Negara Indonesia dilahirkan dari perbedaan-perbedaan.

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta mengingatkan, di awal pergolakan menuju Indonesia merdeka, kaum muda merupakan salah satu kekuatan utama. Yang berada di garda terdepan mempersatukan berbagai suku, agama, ras, antar golongan, dan wilayah yang berbeda-beda menjadi Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta, Jhon Roy P Siregar, mengajak seluruh elemen pemuda di Jakarta, untuk terus menggalakkan persaudaraan dan persahabatan sebagai sesama anak-anak Bangsa Indonesia.

Jakarta, sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, tidak bisa tidak, masih menjadi barometer yang memiliki pengaruh besar terhadap berbagai segmen kehidupan Indonesia, hingga ke daerah-daerah lainnya.

“Jangan bunuhi perbedaan-perbedaan kita. Jangan bunuh persaudaraan Indonesia. Sejak awal, bangsa dan Negara ini secara kodrati pun sudah terdiri dari beragam suku, agama, golongan dan bahkan ras. Membunuhi perbedaan-perbedaan ini, sama saja dengan melawan kodrat yang diberikan Illahi. Mari kita jaga dan perkokoh persaudaraan sesama anak-anak negeri, Indonesia,” tutur Jhon Roy P Siregar, di Jakarta, Minggu 25 Agustus 2019.

Dia menegaskan, tidak ada yang salah dengan perbedaan. Dan tidak ada yang perlu dipaksa untuk harus memiliki agama yang sama. Tidak juga harus mengedepankan kesamaan ras, suku, bahasa, dan tata cara berkehidupan maupun bersosial. Semua perbedaan itu adalah hakiki dan indah.

Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Bersatu dalam keberagaman, itulah makna hakiki Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga  Menagih Janji Kenaikan Cukai Hasil Tembakau 2021, Yang Muda Tak Sabar

Lebih lanjut, Siregar menegaskan, jangan karena ketidakmampuan sebagian kelompok masyarakat menterjemahkan dan mewujudnyatakan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lantas harus dibunuh dan dihabisi.

Indonesia, tegasnya, seharusnya tidak perlu mengedepankan istilah mayoritas dan minoritas. Sebab, jika mengedepankan mayoritas dan minoritas, maka perbedaan akan dianggap hanya bagai ancaman bagi kehidupan.

Jhon Roy P Siregar menjelaskan, masyarakat Indonesia juga perlu belajar lagi dari nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan, yang dimiliki oleh manusia-manusia lainnya di belahan dunia lain.
Bahkan, sejarah kelam Bangsa Jerman, ketika dipimpin oleh Adolf Hitler, menunjukkan betapa jahatnya watak dan perilaku orang yang mengedepankan superioritas ras, agama ataupun golongan tertentu.

“Pada akhirnya, yang seperti itu hancur lebur. Dan menimbulkan luka yang sangat dalam. Menimbulkan korban nyawa dan korban masa depan manusia,” ujarnya.

Bisa juga belajar dari pengalaman persoalan apartheid di Afrika Selatan. Bagaimana ras tertentu merasa superior dari ras bangsa Afrika. Nelson Mandela dan kawan-kawannya begitu tersiksa. Tidak sedikit yang terbunuh dan dibunuh.

“Itu pun berlalu. Sebab yang lebih hakiki itu bukanlah perbedaan ras, bukan perbedaan agama, bukan perbedaan golongan. Tetapi kemanusiaan. Hanya manusia yang mampu mewujudkan kemanusiaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Siregar, jika ada manusia yang sudah melebih-lebihkan batas kemanusiaannya, dan merasa dirinya lebih superior, atau malah ada yang merasa inferior, maka itu pertanda kehancurannya sedang di depan mata.

Lebih lanjut, pria profesional yang pernah digembleng sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini, mengajak seluruh elemen pemuda, dari berbagai latar belakang, dari berbagai suku, agama, ras dan golongan, maupun berbagai asal daerah, untuk bersatu padu, bergandengan tangan menjaga dan menciptakan kehidupan Jakarta, dan Indonesia, yang harmonis, bersahabat, bergembira dan ceria.

Baca juga  LSM IAC Minta Negosiasi E-Katalog Obat ARV 2021-2022 Berjalan Transparan dan Akuntabel

Jhon Roy P Siregar mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan Urban Millennial Christmas Festival (UMCF) sebagai salah satu ajang merayakan keberagaman, menghentikan pembunuhan-pembunuhan perbedaan. Sekaligus menciptakan kesolidan persaudaraan, persahabatan dan kegembiraan di Jakarta.

“Urban Millennial Christmas Festival (UMCF) adalah agenda yang kolosal. Melibatkan semua unsur yang ada. Hentikan pembunuhan perbedaan, mari bergandengan tangan sesama anak bangsa Indonesia, untuk Jakarta yang gembira, ceria, dan bahagia,” ujarnya lagi.

Bahkan, jika ada pemaksaan untuk merusak soliditas keberagaman di Indonesia, atas dasar apapun itu, Siregar mengajak semua elemen untuk maju bersama melakukan pencerahan. “Kalau perlu, harus dilawan dengan cara-cara yang elegan,” ujarnya.***

Rayakan Keberagaman, GAMKI Jakarta Ajak Semua Suku Bangsa di Ibukota Sukseskan Urban Millennial Christmas Festival

Untuk mensolidkan dan memantapkan langkah bersama kaum muda dan mahasiswa se-Jakarta Raya dan sekitarnya, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta, mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan persaudaraan.

DPD GAMKI DKI Jakarta memotori kegiatan festival dari berbagai ragam budaya dan latar belakang. Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD GAMKI DKI Jakarta, Rapen AM Sinaga mengatakan, salah satu langkah mewujudkan keberagaman nyata, DPD GAMKI DKI Jakarta mengajak semua pihak bergandengan tangan, penuh keakraban menyukseskan Urban Millennial Christmas Festival (UMCF).

Rapen AM Sinaga yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana Urban Millennial Christmas Festival (UMCF) 2019 ini menjelaskan, kegiatan ini adalah perayaan keberagaman dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para kaum muda di Jakarta Raya.
Kegiatan dilakukan dalam bentuk Perayaan Natal Kaum Muda Se-Jakarta Raya, berupa festival keberagaman. Rencana sudah disusun. Kelompok kerjanya sudah mulai berjalan. Urban Millenial Christmas Festival atau UMCF, berisi perayaan keberagaman Indonesia, khususnya di Jakarta.

Baca juga  Diluncurkan Single Terbaru Elmatu “Bukan Dia Untukku”

“Rencananya akan digelar pada 1 Desember 2019 nanti. UMCF ini, menggandeng seluruh elemen muda se-Jakarta Raya dan sekitarnya. Untuk bersama-sama hadir bagi Jakarta, hadir bagi Indonesia, sebagai sesama anak bangsa. Menjaga Indonesia, mempererat persaudaraan, dari lintas agama, lintas suku, lintas bahasa, lintas latar belakang,” tutur Rapen MS Sinaga, di Jakarta, Minggu 25 Agustus 2019.

Lebih lanjut, advokat muda Ibukota ini menyampaikan, peran kaum muda untuk menjaga Ibukota Jakarta lebih sejuk, damai, aman dan tentram harus dilakukan. Oleh karena itu, dikatakan pria yang juga Dosen di Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini, peran serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kepolisian Daerah Jakarta Raya, Kodam Jaya, seluruh elemen Negara, elemen masyarakat, diharapkan bisa saling menopang dan saling mendukung.

“Terutama bagi saudara-saudara kami kaum muda Muslim dari berbagai aras di Jakarta. Juga saudara-saudara kami agama lainnya, suku-suku, ras dan juga aliran-aliran gereja yang berbeda-beda, untuk mari bersama-sama bergandengan tangan,” tutur Rapen.

Rapen menjelaskan, DPD GAMKI DKI Jakarta sendiri, mengusung tema yang sangat urban, yakni Usahakanlah Kesejahteraan Kota. Seperti tertulis dalam salah satu ayat di Alkitab, yakni Yeremia 29 ayat 7.

“Kaum muda yang solid penuh persaudaraan, pemerintah Provinsi DKI yang oke punya, aparat yang solid menjaga Jakarta dan Indonesia, serta seluruh elemen lainnya, mari bersinergis, penuh persaudaraan mewujudkan kesejahteraan Kota Jakarta,” ujar Rapen Sinaga lagi.

Dia berharap, lewat pelaksanaan Urban Millenial Christmas Festival atau UMCF ini, menjadi salah satu sarana menghilangkan anasir-anasir perbedaan sempit yang menyusahkan masyarakat Jakarta.

“Mohon doa, dan terutama dukungan, serta kesediaan semua pihak dan semua elemen, terutama kaum muda Jakarta. Mari bersama-sama merayakan perbedaan-perbedaan ini sebagai sebuah kekuatan untuk wewujudkan kesejahteraan Kota Jakarta,” ujar Rapen.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here