Dr. Jakob Tobing akan Menyampaikan Orasi “Tanggung Jawab, Partisipasi dan Kiprah Politik Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas”* dalam “Diskusi Politik PGI” (5/8/19)

0
180

 

Jakarta, Suarakristen.com

Dr. Jakob Tobing akan menyampaikan Orasi ilmiah “Tanggung Jawab, Partisipasi dan Kiprah Politik Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas”* dalam “Diskusi Politik PGI” (5/8/19), di kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia”, Graha Oikumene, Jalan Salemba, Jakarta Pusat.”demikian disampaikan Manahara Sitinjak, S.H., salah seorang anggota panitia kepada awak media. (4/8/19) di Jakarta.

Jelas Manahara,”Sebelum dan sesudah Kemerdekaan Indonesia, umat Kristen Protestan telah pro aktif berkiprah dalam praksis dan dinamika politik di Indonesia. Banyak pahlawan dan tokoh politik Kristen Protestan sudah memberikan kontribusi besar dalam menentukan dan mewarnai arah perjalanan bangsa Indonesia. Suara, partisipasi dan kontribusi Kristen Protestan di dalam dunia politik di tanah air telah menjadi faktor dan elemen penting dalam pembangunan politik nasional.

Sebagai entitas kedua terbesar di Indonesia, Umat Kristen Protestan harus terus merefleksikan, menggarami, menggumuli, menerangi dan menggali problem-problem nasional atau isu-isu sentral yang sedang terjadi, yang telah terjadi atau yang akan terjadi,-khususnya apa yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh dan pahlawan Kristen, sejak 1928 hari lahir Sumpah Pemuda, sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan 1945 sampai pemilu 2019 ini.Kemenagan Jokowi dalam Pilpres 2019 ditentukan oleh pemilih non Muslim, seperti Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu,Budha dll. Dimana, suara Kristen Protestan turut menjadi salah satu faktor terpenting dalam kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.”

Ujarnya lagi,”Saat ini, Indonesia sedang berada di persimpangan jalan, menghadapi tantangan dan ancaman besar terhadap ideologi Pancasila. Ada ancaman besar terhadap ideologi Pancasila.

Indonesia sedang mengalami krisis ideologis. Pancasila sedang dirongrong dan coba dimarjinalkan dalam praksis kehidupan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan kita. Kita menyaksikan fenomena radikalisme, intoleransi, sindrom theokratis dan friksi ideologis dalam masyarakat Indonesia yang semakin tajam.

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

Untuk itu, seluruh komponen bangsa dan masyarakat sipil harus terus menerus mengantisipasi, mencermati dan merespons situasi “darurat ideologi” ini. Karena masa depan eksistensi NKRI, persatuan, kesatuan, pertahanan dan ketahanan nasional kita sangat tergantung pada praksis ideologi Pancasila.”

Dalam semangat untuk menjawab persoalan-persoalan politik kebangsaan, nasionalisme, krisis ideologis tersebut, dan dalam semangat untuk menguatkan kembali serta merevitalisasi Pancasila sebagai jiwa/roh NKRI, serta mereaktualisasi peran politik Kristen Protestan di Indonesia saat ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mengadakan diskusi ini.
Dalam diskusi politik tersebut, Jakob Tobing akan menjadi Keynote Speakernya. Di samping itu, narasumber lain adalah Pdt. DR. Albertus Patty membahas topi “Perspektif Teologi Politik; Posisi dan Peran Gereja.”; Veronica Saraswati, Ph.D. membahas topik “Update Peta Politik Indoensia, Bagaimana Harusnya Gereja Berperan? DR. Daniel Yusmic P. FoEkh, SH. dengan topik “Rekonsiliasi: Dengan atau Tanpa Oposisi, Ditinjau dari Filsafat dan Budaya Gotong Royong”. Dalam konfirmasi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akan menyampaikan pemikiran tentang,”Tantangan Partai Politik Menghadapi Delegitimasi Pancasila”. Dalam konfirmasi Prananda Prabowo juga diundang menjadi salah satu narasumber diskusi.

Diskusi Politik PGI yang bertemakan,”Kristen, Budaya dan Partisipasi Politik di Indonesia” tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 5 Agustus 2019 pukul 13.00- 17.00. WIB (didahului makan siang bersama), di kantor PGI Jalan Salemba Raya 10, Graha Oikumene, Jakarta Pusat.

Acara bersifat gratis.Tempat terbatas, peserta wajib konfirmasi hadir ke Hp. (WA) No. 08121351133 (Henrek Lokra)

Acara diskusi tersebut dilakukan dalam kerjasama Persekutuan Gereja-gereja di Indoenesia dan PGI Wilayah DKI Jakarta.

Susunan Panitia:
DR. Daniel Yusmic FoEkh, SH
Manahara Sitinjak, S.H.
Hotben Lingga
Nelson Saragih
Toni Butar-butar
Pdt Henrek Lokra
Pdt. Manuel Raintung
Debby Manalu
Christiana Chelsia Chan, SH, LLM

Baca juga  Kinerja Kemahasiswaan UPH Menempati Peringkat 34 Versi Belmawa Ristekdikti 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here