Alasan Untuk Bermegah

0
131

Oleh: John Blase

_Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. —Yeremia 9:23_
Baca: Yeremia 9:23-26

Bagaimana rasanya menjadi sesuatu yang nyata? Pertanyaan menggelitik itu dijawab dalam buku cerita anak The Velveteen Rabbit (Si Kelinci Beludru). Buku itu bercerita tentang mainan-mainan di ruang bermain anak dan perjalanan si kelinci beludru untuk menjadi nyata dengan mengizinkan dirinya dikasihi oleh seorang anak kecil. Salah satu mainan lainnya adalah Si Kuda Tua yang bijaksana. Diceritakan bahwa ia “telah menyaksikan mainan demi mainan mekanik datang silih berganti, berlagak jagoan, tetapi kemudian pelan-pelan rusak . . . dan akhirnya mati.” Pada awalnya gaya dan suara mereka sangat mengagumkan, tetapi akhirnya kesombongan menjadikan mereka tidak bisa dikasihi.

Bermegah dalam kesombongan selalu terlihat hebat di awal, tetapi pada akhirnya, selalu akan redup juga. Nabi Yeremia menuliskan tiga hal yang selalu menjadi alasan orang bermegah: “Kebijaksanaan . . . kekuatan . . . kekayaan” (Yer. 9:23). Nabi tua yang bijaksana itu telah cukup banyak makan asam-garam, sehingga ia menentang kemegahan pada hal-hal tersebut dengan kebenaran Tuhan: “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan” (ay.24).

Marilah kita, sebagai anak-anak Allah, bermegah tentang Dia, Bapa kita yang baik. Dalam kisah kasih-Nya yang luar biasa, Anda dan saya akan bertumbuh semakin hari semakin nyata.

*Bapa, Tolonglah Aku Mengingat Firman-Mu Dalam kitab Yeremia. Biarlah Aku Hanya Bermegah Karena Pengenalan Akan Engkau Dan Akan Kebesaran Kasih-Mu Yang Tak Pernah Berkesudahan*

Baca juga  UPH Gelar "Faith and Learning Festival 2019": Panduan Praktis Dosen untuk Siapkan Lulusan yang Berintegritas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here