Ide Cemerlang, 3K, dan LAI

0
54

Oleh: Sigit Triyono (Sekum LAI)
www.alkitab.or.id IG: lembagaalkitabindonesia

Beberapa hari lalu LAI mengundang tokoh-tokoh muda anak Tuhan yang bergerak di bidang “Branding” dan “Augmented Technology”. Dalam membangun bisnisnya selama sepuluh tahun terakhir mereka sudah mampu merambah ke dunia internasional dan bahkan mampu menyabet penghargaan level internasional juga.

Daniel Surya, sang CEO mengatakan: “Ide selalu lebih besar dari uang! Maka kami selalu memulai dari ide, bukan dari uang.” Mereka sudah membuktikannya dengan mampu berkarya dari Indonesia ke manca negara. Hal ini sangat inspiratif. Ide mampu mendatangkan banyak uang untuk memberkati banyak pihak.

Dari mana datangnya ide cemerlang? Dalam konteks LAI, bisa datang dari para karyawan, organ Yayasan, anggota Komisi, para Mitra Kerja LAI, dan para pengguna produk LAI yang memiliki hati untuk menopang pelayanan LAI.

Tentulah ide cemerlang harus mampu diwujudkan. Banyak ide cemerlang yang melayang begitu saja karena tidak kunjung diwujudkan. Disinilah dibutuhkan 3K: komitmen, kapasitas dan kapabilitas organisasi atau yang sekarang populer disebut sebagai bagian dari “talent management”- manajemen talenta.

Komitmen berasal dari bahasa Latin, yaitu “commiter” yang mempunyai arti menyatukan, mengerjakan, menggabungkan, dan mempercayai. Komitmen ialah suatu sikap setia dan tanggungjawab seseorang terhadap sesuatu, baik itu diri sendiri, orang lain, organisasi, maupun hal tertentu. Komitmen adalah janji pada diri sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan. Komitmen menjadi tekad yang mendorong semua potensi menjadi suatu realita. Komitmen merupakan “inner motivation”, dorongan dari dalam yang sangat dekat dengan spiritualitas “entheos”=di dalam Tuhan atau “enthusiasm” yang dalam bahasa Indonesia dikenal Antusias.

Kapasitas adalah tingkat kemampuan berproduksi secara optimum yang biasanya dinyatakan dalam bentuk jumlah output pada satu periode waktu tertentu. Kapasitas lembaga terbangun atas semua talenta yang dimiliki lembaga tersebut dan bagaimana mengelolanya secara efektif dan efisien.
Kapabilitas, artinya sama dengan kompetensi, yaitu kemampuan.

Baca juga  Sekretaris Umum PP GMKI, David Sitorus: Indonesia adalah Negara Demokrasi dan Negara Hukum

Pemaknaan kapabilitas tidak sebatas memiliki keterampilan (“skill”) saja namun lebih dari itu, yaitu lebih paham secara mendetail sehingga benar-benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan hingga cara mengatasinya.
Berawal dari Ide cemerlang, didukung oleh komitmen yang kuat, ditopang oleh kapasitas yang cukup dan memiliki kapabilitas yang mumpuni, maka hasil hanyalah dampak dari semua itu. Sudah semestinya LAI terus berproses dalam jalur ini.

Dengan sehati, antusias dan fokus yang selama ini didengungkan, maka semua talenta yang dimiliki LAI pastilah akan terutilitasi untuk menghadirkan ide-ide cemerlang, melahirkan komitmen yang kuat, dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas lembaga.

*#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here