KASIH SETIA TUHAN SELALU BARU

0
227

Oleh: Weinata Sairin

 

_”Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu”_ (Ratapan 3 : 22,23)

Orang selalu rindu akan sesuatu yang _baru_, apapun sesuatu itu. Apakah itu pemimpin, iklim politik, ketentuan perundangan, sistem rekrutmen, gedung, sistem penggajian, sistem pendidikan, produk, dan sebagainya. Dalam perspektif teologis dan keyakinan iman, kita warga Gereja merindukan langit baru dan bumi baru yang dinyatakan dalam Alkitab, oleh karena disana terdapat _kebenaran_ ( 2 Petrus 3:13). Umat Kristen amat mengharapkan kedatangan Yesus Kedua kali, parousia, yang kemudian menghadirkan langit baru dan bumi baru oleh karena mereka sudah jemu dan hampir tak sanggup lagi mengalami aniaya, persekusi, pembunuhan dengan cara biadab yang dilakukan oleh para penguasa dizamannya. Mereka dibunuh dengan sangat keji dan dipaksa untuk menyangkal Yesus diakhir hidupnya tapi upaya itu tak berhasil. Mereka semua tetap mempertahankn iman dan siap menjadi martir, mati _sahid_ demi agama.

Kisah-kisah kekejaman yang dialami para martir diungkap dengan jelas dan rinci dalam buku kecil berjudul “Martir-martir Dari Katakombe”, Penerbit Dioma Malang, 2009. Narasi-narasi dalam buku itu memberi kekuatan baru bagi para pembacanya agar tetap kuat iman ditengah berbagai tantangan. Ini kutipan dialog pejabat pengadilan yang memeriksa Markus Servilius Pollio. “Saya tidak bersalah atas kejahatan apapun. Agama saya mengajarkan supaya takut kepada Allah dan menghormati kaisar. Saya harus mematuhi hukum yang adil dan saya bukan penghianat” kata Pollio. “Undang-undang negara melarang kamu menjadi orang Kristen dengan ancaman hukuman mati. Jika kamu orang Kristen maka kamu harus mati” kata pejabat. “Saya seorang Kristen. Biarlah demikian” kata Pollio. “Kamu harus mati!” kata pejabat. Pollio menjawab “Saya sudah melihat banyak kematian selama beberapa bulan terakhir. Saya selalu mengharapkan untuk menyerahkan nyawa saya demi agama saya jika giliran saya tiba”. Kata Pollio dengan mantap.

Baca juga  Peresmian HKBP Nazaret Sorong, Ephorus HKBP Berpesan Jadilah Kristen Murni

Ada banyak orang seperti Pollio yang imannya kuat dan tetap bertahan walau harus menderita dan mati demi nama Kristus, di zaman para martir di abad pertama. Kekuatan iman mereka harus mnjadi teladan bagi kita di zaman ini walau derita kita dizaman ini belum sebanding dengan apa yang mereka alami di abad-abad pertama. Realitas derita seperti itu mengapa umat Kristen abad pertama amat menantikan sesuatu yang baru : langit baru dan bumi baru dimana di dalamnya Yesus memerintah dan berkuasa.

Pernyataan Yermia dalam Ratapan 3:22, 23 yang dikutip diawal tulisan ini mengungkapkan beberapa kata kunci yang amat penting bagi penguatan iman kita ditengah berbagai perubahan yang terjadi. Dinyatakan bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan; tidak mengenal akhir; tidak pernah selesai. Kasih setia Tuhan senantiasa ada, hadir, mengalir dalam kehidupan kita.

Rahmat Tuhan tiada habisnya, selalu tersedia, selalu tersedia, Allah yang adalah Kasih selalu “memproduksi” rahmatNya bagi seluruh umat manusia. Setiap pagi rahmatNya selalu *baru*. Bukan rahmat yang basi, bukan rahmat yang expired, yang sisa, yang remah-remah tapi rahmat yang baru yang “fresh from the oven”; yang hangat yang sangat lezat dinikmati. Ayat-ayat ini yang ada dalam Kitab Ratapan adalah ayat puji-pujian, bukan ratapanN bukan sebuah _lamentation_, bukan *lamentasi*; ayat ini adalah pernyataan teologis orang beriman bahwa dalam hidup dan dunia yang bersimbah air mata; bergelimang ratapan, Tuhan tetap ada, hadir, present, eksist agar umatNya mengalami keselamatan abadi.

Ditengah dunia yang garang, penuh aniaya, cemoohan terhadap kekristenan, ayat-ayat ini memberi energi dan kekuatan baru bagi kita untuk hidup, melangkah dan bekarya. Injil, Firman Allah adalah kekuatan Allah; *dunamos Allah* yang menyelamatkan orang percaya. Mari bersyukur karena kita terus menerus dikuatkan dan dibarui oleh Yesus Kristus Juru Selamat kita.

Baca juga  Ketua Pemuda PGLII DKI Jakarta: Mengapresiasi Walikota Bekasi yang Patut Ditiru para Kepala Daerah lain

Selamat Merayakan Hari Minggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here