“Mata Rakyat” Tegaskan Pemilu 2019 Harus Menjadi Momentum Peradaban Demokrasi Indonesia

0
82

Jakarta, Suarakristen.com

 

 

Sekretaris Jenderal Mata Rakyat (Mara) Bayu Adi Permana menegaskan pemilihan umum (Pemilu) 2019 harus bisa menjadi momentum bagi peradaban demokrasi Indonesia.

Bayu mengingatkan semua pihak, terutama mereka yang ikut dalam kontestasi, bahwa Pemilu bukan hanya persoalan menang atau kalah. “Pemilu harus dipahami sebagai komitmen kita kepada demokrasi, hukum dan etika kebangsaan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/3), dalam diskusi publik “Peta Konflik & Ancaman Delegitimasi Hasil Pemilu 2019.

Lebih lanjut, Bayu mengatakan untuk menciptakan peradaban demokrasi yang baik, penyelenggara pemilu juga harus menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut pemilu. Misalnya, seperti data pemilih yang tidak akurat, munculnya warga negara Asing dalam daftar pemilih tetap (DPT), minimnya kepercayaan kepada penyelenggara atau netralitas aparat pemerintahan.

“Persoalan-persoalan itu jika tidak segera dibenahi akan menjadi bom waktu bagi legitimasi pemilu.” ujarnya.

Bayu juga mengingatkan bahwa Pemilu 2019 seyogyanya menjadi pembuktian komitmen kebangsaan bersama, yakni dengan menjauhi isu-isu saling menyerang dan menempatkan masing-masing pihak dalam titik ekstrem. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga dan mengawal setiap proses pemilu secara bersama dari tindakan-tindakan yang dapat merusak peradaban demokrasi Indonesia ini.

“Untuk meningkatkan kualitas demokrasi tersebut, maka perlu kiranya masyarakat berperan aktif dalam memantau setiap tahapan pemilu dan mengawasi kinerja penyelenggara pemilu secara konstruktif,” pungkasnya.

Narahubung: Bayu Adi Permana (0819 9010 0888)

(Hotben)

Baca juga  Forum Kerjasama Ormas Kristen (FK-OK)  Gelar FGD Tentang Dinamika dan Isu-isu di Tubuh KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here