MENYAMBUT SANG FAJAR

0
109

Oleh: Ir. KPH. Bagas Pujilaksono WIDYAKANIGARA, M. Sc., Lic. Eng., Ph. D.

Universitas Gadjah Mada
Di Jogjakarta

Pasca Pemilu 2019, Indonesia akan menyongsong Sang Fajar dan kembali meneguhkan dirinya sebagai Negara Kebangsaan yang berazaskan Pancasila.

Fenomena ini bisa dilihat dari respond kelompok nasionalis dan agamis nusantara yang semakin hari semakin militan atas perilaku politik kelompok ekstrim kanan yang sifatnya sangat merusak, intoleran, mengatasnamakan kebebasan dan demokrasi untuk merusak kebebasan dan demokrasi itu sendiri, menyebar fitnah keji, dan hoax.

Perilaku brutal kelompok ekstrim kanan jelang pemilu 2019 adalah gambaran kepanikan mereka, mereka sadar sepenuhnya bahwa tidak akan menang di pemilu 2019. Panik lalu brutal. Logis bukan?

Hasil survey dari berbagai lembaga survey credible menunjukan, bahwa parpol yang terindikasi gerakan politik radikal akan tenggelam di bawah Parlement Threshold. Laku kemana aspirasi politik mereka?

Suka atau tidak suka konspirasi politik radikal yang mulai ada sejak awal reformasi itu nyata. Konspirasi: terorisme-ormas radikal-parpol radikal. Teroris bertugas menciptakan rasa takut yang mencekam di masyarakat, sedang ormas radikal bertugas membangun opini radikal di berbagai lapisan masyarakat, dan parpol radikal membuat regulasi. Indah bukan?

Kita sepakat, NKRI adalah negara kebangsaan yang berazaskan Pancasila. Kita juga sepakat menolak segala bentul politik estrim baik ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Karena keduanya sebenarnya entitasnya sama yaitu sama-sama anti Pancasila, otoriter dan anti demokrasi.

Jika hasil berbagai survey itu terbukti benar, maka pasca pemilu 2019, kekuatan golongan nasional dan agamis nusantara (NU dan Muhammadiyah) akan menguat: Pancasila teguh dan NKRI utuh.

Langkah yang perlu diambil oleh pemerintah pada periode 2019-2024 adalah:
1. Menghentikan segala bentuk deskriminasi di masyarakat. NEGARA HARUS HADIR!
2. Membangun kembali sistem pendidikan nasional yang selama ini mungkin saja terpapar oleh ideologi radikal. NEGARA HARUS HADIR!
3. Membabat habis kelompok-kelompok radikal melalui penegakan hukum.
4. Ubah segala regulasi yang membahayakan kebhinnekaan Indonesia, Pancasila dan NKRI.
5. Membina ASN dan pegawai BUMN yang anti Pancasila dengan kembali menandatanganni Sumpah Setia pada Pancasila dan NKRI. Jika menolak ya silakan dipecat saja.
6. Azas tunggal Pancasila untuk Ormas dan Parpol.

Baca juga  Respon Ketua Umum DPP GAMKI Terkait Pengusiran Mahasiswa Asal Tanah Papua di Surabaya

Indonesia kenyang dengan segala bentuk pembrontakan: PRRI/Permesta, DI/TII, PKI, dll. Pancasila terlalu tangguh dan sakti melawan ideologi mereka. Karena, PANCASILA ADALAH KITA. Hanya orang super munafik yang mengingkari Pancasila, karena mereka telah mengingkari dirinya sendiri.

Sudah saatnya kita menyongsong Sang Fajar.

SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DINING PANGASTUTI.

Terimakasih dan viralkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here