Hidupkan Kembali PAHAM KEBANGSAAN Hingga Mengalir Sampai Jauh

0
85

Oleh: Denny JA

Tak ada negara yang kuat tanpa satu paham kebangsaan yang dihayati dan didukung mayoritas penduduknya. Karena generasi terus tumbuh dan berganti, paham kebangsaan itu harus terus pula hidup dan dihidup hidupkan selalu, sambil menyerap nilai baru.

Pancasila adalah paham kebangsaan Indonesia yang paling mengakar. Namun dukungan Pancasila terus menurun. Sementara paham tandingan dengan aneka versi juga terus digaungkan oleh kelompok lain.

Jika indonesia tidak solid dalam satu paham kebangsaan saja, yang menjamin keberagaman, persamaan hak warga negara, juga kebebasan serta keadilan, sebagai “the ONLY GAME IN TOWN,” Indonesia akan terbelah dan mengeluarkan banyak energi. Banyak negara yang beragam akhirnya malah berlarut dalam pertikaian yang rumit. Bahkan negara super power seperti Uni Sovyet bisa bubar dan hilang dalam peta!

Inilah momen untuk membangkitkan kembali Pancasila dengan lima panduan:

1. Pancasila tumbuh sebagai gerakan masyarakat yang bottom up, bukan top down

2. Pancasila terus digulirkan di kalangan pembentuk opini

3. Pancasila digaungkan dengan sebanyak mungkin mendaya gunakan media sosial

4. Pancasila diperkuat dengan prinsip Zaman Now: Hak Asasi Manusia dan Demokrasi

5. Pancasila digaungkan dengan membuat jaringan nasional dan marketing modern.

Komunitas Bela Indonesia (KBI) memulai ikhtiar itu: Pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila di Seluruh Indonesia. Kini pelatihan itu sudah berlangsung di 12 titik dari rencana 25 titik.

Setiap pelatihan dihadirkan 40 peserta pembentuk opini, mulai dari Ulama/ Pendeta, penulis, jurnalis, aktivis kampus, pemain media sosial, penggiat keberagaman, yang datang dari latar sosial yang beragam.

Selesai pelatihan, kelompok yang dilatih tumbuh secara organik untuk menggaung- gaungkan Pancasila di lingkungannya.

Baca juga  *GEGAP-GEMPITA REVOLUSI KEEMPAT*

Peserta yang dilatih tak hanya disegarkan kembali soal apa itu Pancasila, mengapa ia perlu dihidup-hidupkan, soal Islam dan agama yang toleran, namun juga soal skill menulis, berdebat dan penguasaan media sosial.

Gerakan ini dipandu oleh satu buku: Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan TIM. Dalam buku ini, puncaknya adalah TIPs hidup dalam masyarakat modern yang beragam: Apa yang BOLEH, HARUS, dan JANGAN dilakukan.

Buku ini diterjemahkan ke dalam aneka makalah dan video animasi yang disampaikan pada pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila.

Makalah pelatihan itu dalam bentuk power point, dapat dinikmati dengan mengklik tautan ini:

Link: https://www.facebook.com/groups/544706215987414/permalink/581858488938853/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here