HSBC dan Sampoerna University Dorong Kemajuan Sektor Perbankan lewat Budaya Riset: Hadirkan Edukasi Intensif agar Dosen Lokal Tembus Publikasi Internasional

0
266

Bogor, Suarakristen.com.,

PT. Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) kembali menyelenggarakan edukasi penulisan dan publikasi riset yang menyasar dosen dan sivitas akademika, kali ini dalam bentuk research camp intensif.

Mengusung tema “Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Terindeks Scopus & Clarivate Analytic – Web of Science)”, edukasi ini bertujuan membantu para dosen dan sivitas akademika dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat mempublikasikan riset dan penelitian terkait ekonomi, bisnis, dan sektor keuangan maupun perbankan di jurnal internasional bereputasi.

Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia menjelaskan, “Kemajuan anak-anak didik sangat bergantung pada kompetensi dan kemampuan dosen sebagai pendidik. Karenanya, dosen dan sivitas akademika harus difasilitasi dan diberikan ruang luas untuk terus berkembang. Ini yang menjadi lan.dasan kami dalam menyelenggarakan berbagai program edukasi bagi dosen dan sivitas akademika, khusunya di bidang keuangan dan perbankan.”

“Selanjutnya, semakin produktif para dosen dalam menghasilkan riset-riset berskala internasional, makin luas pula wawasan mereka mengenai tren industri global. Sehingga dapat mempersiapkan mahasiswanya untuk lebih peka dan responsif terhadap tantangan dan peluang di sektor keuangan dan perbankan modern, khususnya di tengah disrupsi digital yang begitu dinamis. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu generasi masa depan mengembangkan potensi mereka agar sukses dalam perekonomian yang kian mendunia,” tambah Nuni.

Secara umum, publikasi riset terutama di level internasional merupakan salah satu indikator penting kemajuan dan kualitas pendidikan di sebuah negara, selain juga dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian suatu bangsa.

Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2016 telah menetapkan empat target, diantaranya publikasi internasional sejumlah 6.229 artikel ilmiah, 1.735 paten terdaftar, 632 prototipe dan Technology Readiness Level (TRL), serta 15 prototipe industri TRL. Target ini diharapkan mampu tercapai melalui kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan tinggi dengan pelaku industri, serta pemerintah untuk melahirkan inovasi-inovasi baru dalam penelitian.

Baca juga  Umah Hanifah HT. S.Sos. Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersinergi Membantu Pemerintah dalam Melawan Wabah Radikalisme dan Intoleransi dalam Kehidupan Berbangsa

Di sisi lain, untuk dapat menembus jurnal-jurnal internasional bukanlah perkara mudah. Wahyoe Soedarmono, Project Manager Program Kerja Sama HSBC-PSF sekaligus Ekonom dari Sampoerna University menjelaskan, “Dari pengalaman kami selama ini, riset-riset karya dosen lokal memiliki kualitas konten yang tidak diragukan lagi. Namun, seringkali terhalang dengan tiga tantangan utama, yaitu kendala bahasa, penggunaan teknik menulis yang tepat, dan pemilihan jurnal yang sesuai dengan riset yang ditulis. Untuk itu, dalam research camp ini, salah satu fokus kami adalah memberikan akses terhadap pengetahuan dan cara menyajikan sebuah riset ilmiah yang sesuai dengan standarisasi publikasi internasional.

Research camp kali ini cukup berbeda dengan research workshop pada umumnya, karena dilakukan secara lebih intensif. Seluruh peserta akan dikarantina selama 4 hari, 3 malam, dengan dibimbing oleh tim ahli yang memiliki pengalaman dan kapasitas sebagai penulis artikel ilmiah di berbagai jurnal top dunia. Selanjutnya, pada hari terakhir karantina, para peserta akan didampingi untuk langsung mengirimkan artikel ilmiahnya ke jurnal internasional bereputasi yang dituju.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendukung target Kemenristekdikti dalam meningkatkan jumlah riset dan publikasi skala internasional di Indonesia,” jelas Wahyoe.

Jumlah peserta dalam reseach camp intensif ini diperkirakan mencapai 40-50 orang. “Ada ratusan dosen dan sivitas akademika dari berbagai wilayah di Indonesia yang menyerahkan paper sebagai syarat mengikuti seleksi, namun karena edukasi ini bersifat intensif, kami harus membatasi jumlah peserta supaya pembelajaran berjalan efektif. Idealnya memang berkisar 40-50 peserta,” tambah Wahyoe.

Research camp ini diselenggarakan selama empat hari, mulai dari 24 – 27 Oktober 2018 bertempat di Novotel Golf & Convention Center Bogor. Selama empat hari pelaksanaan research camp, peserta akan dibekali berbagai materi termasuk metode penyusunan artikel ilmiah di jurnal bereputasi internasional seperti Scopus dan Thompson Reuters, teknik pemilihan reviewer, serta kiat dalam menentukan jurnal yang dituju.

Baca juga  UPH Festival 2020, Sambut Mahasiswa Baru Dengan Program Kreatif dan Interaktif Online

Program edukasi intensif ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi keuangan dan perbankan yang diinisiasi Bank HSBC Indonesia bekerjasama dengan PSF dan Sampoerna University sejak tahun 2015. Selama tiga tahun kerjasama ini berjalan, telah diselenggarakan program-program strategis untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di berbagai wilayah di Indonesia. “Ini merupakan cerminan komitmen HSBC Indonesia untuk senantiasa mendukung perkembangan bisnis yang berkelanjutan dari segi sosial, lingkungan dan ekonomi dimanapun HSBC berada,” tutup Nuni.

***

Tentang PT Bank HSBC di Indonesia
HSBC telah beroperasi di Indonesia sejak 1884 dan saat ini melayani nasabah melalui lebih dari 90 cabang di 29 kota di Indonesia. Dengan dukungan lebih dari 4.000 karyawan, saat ini HSBC Indonesia telah berkembang menjadi bank internasional terdepan di Indonesia yang menawarkan layanan Commercial Banking dan Global Banking untuk nasabah korporasi dan institusi, Global Markets untuk pengelolaan Treasury dan Capital Market, serta Retail Banking and Wealth Management.

@HSBC_ID
HSBC Indonesia

Sekilas tentang Putera Sampoerna Foundation

Putera Sampoerna Foundation (PSF) adalah institusi bisnis sosial pertama di Indonesia yang memiliki visi untuk mencetak para calon pemimpin Indonesia handal di masa depan, sehingga mampu menghadapi tantangan global, berkontribusi, dan membawa perubahan positif kepada masyarakat di sekitarnya. PSF percaya bahwa visinya hanya dapat dicapai dengan komitmen yang kuat dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi siswa Indonesia. Untuk itu, PSF menghadirkan sistem Sampoerna Schools, pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menawarkan alur pendidikan berkualitas internasional dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, melalui Sampoerna Academy dan Sampoerna University. Sejalan dengan itu, PSF turut menjaga keberlanjutan bisnis sosialnya dengan berperan sebagai penyelenggara program tanggung jawab sosial (CSR operator) yang telah dipercaya oleh lebih dari 800 perusahaan, institusi pemerintahan, organisasi maupun asosiasi di Indonesia, untuk menjalankan program CSR mereka di dunia pendidikan. PSF telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008, sebuah sertifikat yang diberikan kepada organisasi dengan sistem manajemen kualitas yang telah memenuhi standar internasional. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.sampoernafoundation.org.

Baca juga  Penyandang Diabetes Harus Mencapai Target Gula Darah agar Terhindar dari Risiko Perparahan COVID-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here