Kemenkop dan UKM dan Saung Angklung Udjo Latih 60 Wirausahawan Milenial

0
109

Bandung – Plt Bidang Pemberdayaan Manusia Rully Nuryanto mengatakan saat ini packaging dan e-commerce adalah dua hal penting yang harus miliki seseorang wirausahawan. Hal ini tentunya berbeda dengan era-era sebelumnya, yang lebih mengutamakan produk.

“Ini berlaku disemua bidang usaha, contohnya, tahukan warung upnormal. Itukan hanya warung indomie biasa ya, tapi kenapa dia bisa berkembang sedemikian rupa,” kata Rully saat memberikan sambutan di acara bertajuk Pelatihan Vocational Keterampilan Teknis Bagi SDM KUMKM di Hotel Prime Park, Jl PHH Mustopa, Cikutra, Bandung, Jumat (21/9/2018).

Pelatihan yang diprakarsai Kementerian Koperasi dan UKM, bekerjasama dengan Saung Angklung Udjo ini akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 21 September dan akan ditutup Minggu 23 September. Peserta pelatihan  60 wirausahawan muda asal Cimenyan, Bandung dan Padasuka, Bandung.

Selain Plt Bidang Pemberdayaan Manusia Rully Nuryanto, ikut hadir dalam kegiatan pelatihan hari pertama Pimpinan Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo, Kabid Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jabar Ruddy Billah dan tentunya Ketua Panitia Ibu Mas Ayu Nilawati yang juga menjabat sebagai Kabid Pengembangan Peran Organisasi Kemasyarakat pada Asisten Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Rully menerangkan, kenapa warung upnormal yang hanya jual mie bisa begitu jaya, kuncinya karena pemiliknya pandai bermain dengan packaging, pemiliknya mengetahui kaum milenial sekarang menilai tempat nongkrong, jaringan wifi dan spot-spot foto menjadi hal utama dalam sebuah usaha, rasa jenis dagangan nomor sekian.

“Pedagang mie kekinian itu, saat ini tidak hanya dilakukan oleh warung upnormal tetapi juga oleh what’s up cafe. Hasilnya kedua warung itu, sama-sama dijadikan tempat kumpul kaum milenial yang akan nongkrong,” terangnya.

Baca juga  Sahat Martin Sinurat: Semua Pihak Harus Bersama-sama Menjaga Kondusifitas dan Keamanan Pasca Pemilu 2019

Ini menjadi bukti, kaum milenial sekarang tidak terlalu menomor satukan rasa tetapi lebih hal-hal lain diluar rasa, seperti eye catching-nya suatu produk.

“Bicara cemilan, ini juga berpengaruh, ada kemasan bagus tetapi kemasannya sudah dibuka. Akhirnya cemilan tersebut tidak laku, sebab pembeli malas beli,” jelasnya.

Rully juga mengatakan selain packaging, e-commerce juga patut diperhatikan seorang pelaku wirausaha. Pengaruh e-commerce juga sangat penting, untuk meningkatkan pemasaran.

“Jaman dulu, wirausaha harus punya lapak, toko atau outlate sebelum usaha, datang ke toko juga sudah harus rapi atau wangi. Wirausahawan sekarang tidak lagi, bangun tidur sudah bisa dagang,” katanya.

Cerita ini telah dibuktikan oleh seorang wirausaha fashion. Awalnya wirausahawan muda ini hanya liat jilbab bagus lalu dia kreasikan jilbab tersebut dengan kreasinya sendiri dan dia pergi ketukang jahit untuk membuat jilbab hasil kreasinya.

“Jilbab tersebut dia dagangkan lewat sosial media. Hasilnya laku keras, saat pembelinya sudah semakin banyak tukang jahit yang selama ini setia membuatkan jilbab kreasinya dia rekrut menjadi mitra, khusus membuat jilbab dagangannya,” kisah Rully.

Pimpinan Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo mengatakan pelatihan vocational ini luar biasa, sayang jatah pesertanya hanya 60. Mereka berasal dari 30 orang wirausaha asal Desa Cimenyan dan 30 orang wirausaha asal Desa Padasuka.

Ide lahirnya pelatihan ini, menurut Taufik juga tidak datang begitu saja, tetapi lewat pertemuan intensif antara dirinya dengan Menteri Koperasi AAGN Puspayoga. Pertemuannya juga tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi sampai tiga kali,” jelas Taufik.

“Peristiwa ini luar biasa, dan kami merasa dihormati. Peristiwa itu bukan tiba-tiba, tapi wujud dari sebuah perhatian yang luar biasa dari bapak Menteri. Awalnya beliau mendatangi tempat kami sampai 3 kali, berbicara santai, bukan sebagai seorang pejabat,” kisahnya.

Baca juga  PDIP: Rekapitulasi Berjenjang TKN 01 Semakin Pastikan Kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan

Penjelasan-penjelasan Menteri AAGN Puspayoga, hingga akhirnya muncul pelatihan ini juga sangat santun.

“Beliau menyampaikan kepada saya, pak Taufik inikan sudah bagus. Bisa lebih bagus lagi, kalau kita bersinergi. Coba pikirkan atau berbuat sesuatu untuk bisa kita berprogres, kita bersinergi,” jelasnya.

Kata-kata santun dari pak Menteri AAGN Puspayoga, menurut Taufik,  selalu akan diingatnya. Hingga akhirnya lahir keinginan untuk memunculkan kegiatan pelatihan ini, mengingat apa yang diinginkan Menteri Koperasi dan UKM juga sejalan dengan keinginan orangtua, perintis Saung Angklung Udjo.

Bandung, 21 September 2018

Humas Kementerian Koperasi dan UKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here