MENDADAK EKONOM VS AKSI TUKAR DOLLAR SANDIAGA UNO

0
378

Oleh: Tigor Mulo Horas

Beberapa hari terakhir saya pantau melalui media sosial, mendadak begitu banyak ekonom dadakan yang memberikan komentar mengenai pelemahan rupiah yang saat ini berusaha break angka psikologis 15.000,-

Ada ekonom nyinyir dari kubu hatersnya Pak Jokowi, ada ekonom militansi yang mati-matian menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak perlu dikhawatirkan, dan ada pula ekonom campuran yang kurang jelas sebenarnya berpihak pada pemerintahan Jokowi atau oposisinya?

Argumentasi, Meme Ekonomi, dan Infografis terkait Rupiah versus Dollar betebaran bagaikan kacang goreng di pasar malam.

Situasi seperti ini bagus sebenarnya…artinya banyak masyarakat yang peduli terhadap ekonomi Indonesia, entah itu dengan cara nge-lunjak atau dengan cara yang manis? Semua itu bagus…Netizen konsen persoalan negara, thank’s a lot ya.

Lebih menariknya adalah aksi nuker seribu dollarnya Bakal Cawapres, Sandiaga Uno. Nuker USD 1000 saja banyak media pers bahkan masuk TV segala…keren…pintar ambil momentum nih Bro Sandi.

Konon katanya aksi Bro Sandi membawa dampak positif bagi penguatan Rupiah…katanya di TV lho gaess….hahhahaha masa iya sich?

Oke Bro and Sis….cukup kata pengantarnya, sekarang saya mau sampaikan menurut hemat saya yang pernah jadi TRADER VALAS dan TREASURY selama Tujuh Belas Tahun.

Dua Belas Tahun sebagai Trader Valas, jatuh bangun dalam dunia trading forex, dan Lima Tahun pengalaman di Treasury Bank Mandiri…Kok membuat pandangan saya berbeda dengan ekonom dadakan yang sekarang beredar di media sosial semisalnya facebook.

Saya akan meninjau dari sisi trade global, karena bicara valas atau forex selain perlu bicara secara lokal kita perlu bicara global juga atau bahasa sederhananya mari kita tengok dari sisi Dollar (USD).

Dan berikut menurut pantauan saya apa yang terjadi pada hari Rabu (5/9) lalu:

Dolar cenderung menguat pada hari Rabu karena ancaman berlama-lama dari eskalasi besar dalam konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China membebani sentimen risiko.

Ketakutan akan sebuah pukulan terhadap pertumbuhan global dari kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat Donald Trump ‘America First’ telah mempertahankan pasar dalam keadaan kecemasan yang meningkat untuk sebagian besar tahun ini.

Trump dapat menindaklanjuti rencana untuk mengenakan retribusi lebih dari $ 200 miliar lebih banyak impor Cina setelah periode komentar publik tentang tarif baru akan berakhir pada hari Kamis, meskipun tidak jelas seberapa cepat itu akan terjadi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang, stabil di 95,403 setelah mencapai tertinggi dua minggu di 95,737 selama sesi sebelumnya.

Dolar juga mendapatkan dukungan lebih lanjut dari indikator AS yang optimis dan menaikkan sentimen untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal  Reserve.

Aktivitas manufaktur AS melaju ke lebih dari 14 tahun tertinggi pada bulan Agustus, didorong oleh lonjakan pesanan baru. Angka-angka positif membantu hasil Treasury AS naik ke tertinggi tiga minggu.

Nah back again ke Bro Sandiaga Uno, dia itu memang paham dan jago soal trade finance atau trade forex. Bro Sandi menganilisa kapan Dollar akan koreksi atau bahasa lainnya kapan Rupiah akan menguat.

Nah di saat itulah Bro Sandi melakuklan aksi tukar USD 1000 ke Rupiah… Dia tahu momentum dan panggil dech banyak media untuk meliput…Bro Sandi memang keren cuy.

Gaes belajar lebih global dan manfaatkan pengetahuan pada masa yang tepat maka kamu akan keren dan terlihat keren.

Semoga tulisan yang rada panjang ini boleh membuka wawasan sedikit lebih cerah dan lebih netral.

Salam dari ekonom yang pernah jadi dealer forex, Tigor Mulo Horas

Mantan Praktisi Valas yang kini menjadi Politisi PSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here