Gerakan Kebangsaan Meminta Elit Politik Menghentikan Memprovokasi Rakyat dalam Pilpres 2019

0
344

Bandung, Suarakristen.com

21 Agustus 2018, Gerakan Kebangsaan melaksanakan konperensi pers di sekretariat GMKI Cabang Bandung Jln Dago nomor 109. Gerakan Kebangsaan yang diinisiasi oleh beberapa organisasi kemahasiswaan Jawa Barat ini merupakan upaya bersama yang dilakukan organisasi Cipayung Jawa Barat yang terdiri dari DPD GMNI Jawa Barat, Korwil II GMKI, dan PD KMHDI Jawa barat.

Sekretaris DPD GMNI Jawa Barat Dewex Sapta Anugrah menyampaikan “Ini merupakan gerakan bersama antar organisasi Cipayung Jawa barat untuk menjaga soliditas ditengah kepungan gerakan yang terindikasi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Terlebih Jawa barat merupakan salah satu basis terbesar dari penyebaran gerakan tersebut, oleh karena itu kita berinisiatif melakukan konperensi pers ini sebagai langkah yang kita ambil bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan”.

Konperensi pers ini berangkat dari apa yang terjadi di Makassar beberapa waktu lalu dimana terjadi pemukulan salah satu kader organisasi Cipayung oleh orang yang tidak dikenal.

Theo Cosner Korwil II GMKI menyampaikan “Ini merupakan bentuk kerja sama strategis pemuda dan mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dan langkah ini kita ambil sebagai keresahan bersama ditengah dinamika politik saat ini. Dan kita berharap apa yang terjadi di Makassar tidak terjadi di wilayah Jawa Barat yang merupakan representatif politik nasional, untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan seluruh pemuda dan mahasiswa Jawa Barat untuk saling bahu membahu menjaga persaudaraan. Dan saya berpendapat bahwa munculnya gerakan aksi #2019gantipresiden berpotensi menciptakan konflik antar anak bangsa makin terbuka sehingga aksi gerakan #2019gantipresiden harus segera di hentikan.”

Tidak hanya itu, I gede Ngurah Eka Humas PD KMHDI Jawa Barat menyampaikan “Keresahan yang terjadi saat ini merupakan efek domino dari pilkada DKI 2017 lalu. Tentu ini merupakan kesalahan besar para elit politik yang haus mengejar kekuasaan tanpa memikirkan efek jangka panjang di masyarakat. Konflik ini terus merebak hingga menimbulkan gesekan-gesekan panas antar masyarakat di seluruh daerah Indonesia dan ini harus segera dihentikan. Kami ingin bangsa ini tumbuh dalam suasana politik yang penuh ide dan gagasan demi kemajuan bangsa, bukan dengan sentiment yang mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan ditengah perbedaan pilihan politik.”

Baca juga  Antisipasi Pandemi, Jakarta Fashion Week Mengaudisi Model Secara Semi-Virtual

Adapun issu yang menjadi pembahasan dalam konperensi pers ini : Pemilu Damai 2019 dan Solidaritas Aksi Pemukulan Kader PMII di Makassar

Poin-Poin Konferensi Pers:

1. Mengecam aksi pemukulan dan intimidasi terhadap kader PMII di Makassar yang dilakukan kelompok #2019gantipresiden.

2.Hentikan politik sara, pecah belah, dan ujaran kebencian.

3. Junjung perbedaan sebagai identitas kebudayaan bangsa.

4. Stop provokasi Rakyat dalam pemilu.

5.Meminta elit politik untuk memberikan kesejukan politik, dan tidak memperkeruh situasi nasional.

6.Perkuat persatuan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here